PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
PELAJARAN


suasana Ruangan hanya terdengar suara raungan kesakitan.,


Dawung Yang sudah tidak berdaya menatap nanar pada lawannya dia sudah memasrahkan segalanya., saat melihat tendangan lawan yang akan menghantam kepalanya.,


Dawung memejamkan matanya menanti maut yang akan menjemputnya.,


hiyaaaaaa!!


bughhhh!!


dashhh


brakkkk


lesatan tendangan Anjar., sedikit lagi mengenai batok kepala Dawung.,


Namun sebuah tendangan menghentikannya.,


tendangan tepat mengenai perutnya.,


Ahhhhhhhhhhg!!!!


suara pekikan Anjar yang terkapar di lantai.,


sunguh Anjar sangat tidak menyadari datangnya serangan tiba-tiba.,


Melihat Anjar yang terkapar kesakitan Maja dan yang lainnya terkejut.,


"Heh.. siapa kamu!!!!! mau cari mampus juga ha!!!! " Ujar Maja geram.,


" huh kalian hanya sekumpulan orang-orang yang menyusahkan orang lain., harus mendapatkan ganjaran yang setimpal"dengan suara serak orang yang Menyelamatkan nyawa Dawung., dan memakai cadar hingga yang tampak hanya bola matanya saja.,


"Jangan banyak omong!!!!!! "


hiyaaaaaa.,


whusssss


dashhhhh


bughhhh


sanusi langsung menyerang Orang bercadar itu


dengan tendangan.. namun sayang tendangannya begitu mudah di hindari., dan dengan satu gerakan saja sebuah pukulan keras mendarat di dada kiri sanusi.,


Aghhhhhhhhhh


Erang sanusi yang terlempar beberapa meter.,


dan langsung ambruk ke lantai.,


maja terpekik melihat rekannya dengan mudah mampu di Lumpuhkan.,


Maja dan ke empat lainnya langsung menerjang orang yang bercadar itu


Hiyaaaaaa...


dashhhhhh..


tendangan dan pukulan keempat orang itu hanya mengenai tempat kosong.,


medapat serangan beruntun orang bercadar itu melakukan lompatan tinggi.,


Bughhhhh


Ahhhhhhhhhhh...


wira dan Hendra langsung terkapar kesakitan di lantai.,


Melihat hal yang sungguh di luar dugaannya Maja terpekik kaget


Hiyaaaaaa


maya melesatkan tinjunya ke wajah orang bercadar itu., namun dengan satu gerakan orang bercadar itu menangkap tinju Maja., dan menghentakkan tangannya hingga Maja terpekik karena tulang lengannya patah.,


Ahhhhghghh


"Bangsatttttt!!!! "Maja mengumpat sambil menahan sakit., yAng teramat sangat sakit.,


Sanusi yang melihat temannya terkapar berbalik hendak menyelamatkan diri., Namun dia menoleh ke Arah Maja rasa persaudaraan membuat langkahnya terhenti., dan berbalik mencoba untuk menolong Maja.,


Orang bercadar itu., hanya berdiri di tempat mengawasi tindakan ke enam orang itu., yang susah payah mencoba bangkit untuk melarikan diri., dia sama sekali tidak memperdulikan langkah ke enam orang itu.,


Dawung yang terkapar kesakitan hanya mampu mengawasi pertarungan antara orang bercadar dan ke enam orang itu., Dawung sungguh baru pertama kali melihat gerakan indah gaya bertarung orang yang bercadar itu.,


Orang bercadar itu mendekati Dawung.,


"kenapa kamu tidak menghabisi mereka tuan" suara Dawung serak terbata-bata.,


Orang bercadar itu memegang bahu Dawung.,


"Saya Tidak punya Hak mengambil nyawa mereka... " suara serak orang bercadar itu.,


mendengar kata yang di ucapkan orang bercadar itu Dawung teringat akan Aryo suami Rindi putri Ki along.,


''mungkinkah orang bercadar ini adalah Aryo " batin Dawung.,


" tuan siapakah gerangan diri Tuan??? " Ujar Dawung penasaran.,


"Saya hanya seorang pengembara., kamu tidak usah berpikir tentang siapa saya., Rawat saja luka kalian saya permisi,,, " Orang bercadar itu hendak melangkah pergi.,


"Tuan sudah dua kali tuan menolong saya izinkan saya mengetahui nama tuan???? " ujar Dawung menghentikan langkah orang bercadar itu.,


"Apalah Arti sebuah nama.,bukankah kita terlahir tampa nama" Suara serak orang bercadar itu sambil melangkah pergi dan menghilang di balik pintu.,


Dawung Penasaran dengan orang bercadar itu..,


dengan susah payah Dawung berusaha berdiri dan membantu yang lainnya untuk berdiri.,


lalu tertatih-tatih kembali ke dusun atas.,


saking penasaran sama orang bercadar itu setibanya di dusun atas.,


Dawung langsung mencari Aryo


Dawung menemukan Aryo masih berada di tempat semula.,


Aryo masih duduk bersila sambil berzikir.,


Dawung berpikir keras siapakah orang bercadar itu.,"apakah mungkinkah dia Aryo sedangkan., Aryo masih ada si sini di tempat semula sebelum saya meninggalkannya ., lalu siapa sebenarnya orang bercadar itu " batin dawung.,


Dawung dengan rasa penasaran berlalu dari mushola dan kembali ke kamarnya.,