
Tujuh orang berjalan beriringan menyusuri pingiran kota., beberapa saat kemudian mereka tiba di satu desa kecil..Desa seruni sebuah desa yang tentram dan mayoritas penduduknya adalah petani., yang jaraknya sekitar 20 km dari kota Lembo., mereka nampak mengamati keadaan Desa dengan seksama., dan kegelapan malam menyembunyikan tubuh ketujuh orang itu.,
" Coba lihat gadis-gadis muda itu., mereka pasti masih perawan.,dapat saya cium aroma darah perawan mereka berdua " Ujar Hendra sambil menunjuk kearah dua gadis belia yang sedang bercengkrama di bawah pohon rambutan depan rumah berteman sinar api obor.,
"Bukankah ini masih terlalu dekat dengan kota Lembo., ? !? " Rana menimpali Ucapan hendra
"mau bagaimana lagi rana.,.!!!???., apa kamu punya solusi dengan waktu yang sedikit ini..!! " ujar Hendra
"Sudah... sudah., tidak usah berdebat., saya tidak perduli di manapun tempatnya., di kota Lembo sekalipun yang penting kita bisa menyediakan gadis perawan buat persembahan., sebab jika kita gagal., kita yang akan jadi tumbal tongkat ki sapta prana., Apa kalian mau hah!!!!!!?? " Geram Respati mendengar keraguan keduannya.,
"Ayo.. cepat gunakan topeng kalian., bunuh jika ada yang menghalangi., " perintah Respati kemudian kepada ke enam orang temannya.,
merekapun serentak melompat kearah Dua gadis belia itu...
"Tangkap mereka berdua., !! " Titah Rana pada sanusi anjar dan wira...
"Siapppa kaliannn!!!! Ayaaaaaah tolonggg!!! " Teriak kedua gadis itu ketakutan sambil meronta-ronta., dari cekalan tangan besar Anjar dan Wira..
"Mau Apa kalian...!!! Lepaskan Anakku...?!! " Bentak seorang bapak yang keluar dari dalam rumah dengan Sebuah Arit di tangannya sambil mengacungkan siap menyerang..
"Hi yaaa Aaaaa., mampuslah klian semua.. !!!
aghhhhhhhhhhhhh
teriakan bapak itu tengelam bersama sabetan pedang Respati., yang membuat Hampir putus kepala Orang itu.. apalah daya. kepandaian seorang petani tidak sebanding dengan tingkat kepandaian para pembunuh handal.. seketika orang tua itu meregang nyawa dengan leher meng nganga..
"Bapak!!!!!!!! " Seorang perempuan setengah tua berlari ke arah jasad suaminya.,
namun Di tebas begitu saja oleh Respati..
Aghhhhhhhhhhhhh
perempuan setengah tua itu langsung meregang nyawa menyusul suaminya.,
"Ayahhhhb!!!! Ibuuuuuuu!!!?Tol., '' belum selesai gadis ituberteriak sudah di buat pingsan oleh Anjar dengan memukul keras belakang kepalanya.,
" Respati Apa memang harus seperti itu.,.!!?? kenapa harus membunuh mereka!!!? " Ujar Rana yang tidak menyangka Akan tindakan Respati yang tampa ampun.,
"Rana., kamu jangan bodoh Apa kamu mau mereka mengagalkan rencana kita., Bunuh semua Yang menghalangi., jangan kasih Ampun dan bawa semua anak gadisnya.,!!!!!! " teriak Respati., dengan mata merah menyala..
penciuman Anjar tiba-tiba bekerja.. dengan cepat dia menoleh kearah seorang gadis belia yang nampaknya baru saja tiba., dan langsung lari ketakutan melihat orang-orang memakai topeng. ,
"Sardi.!!!!! Kejar gadis itu.., jangan sampai lolos...!!! " teriak Anjar menunjuk kearah seorang gadis yang lari masuk kedalam sebuah Rumah.,.
Brakkkkkkkkkkkkkkkkkk
Sebuah tendangan keras menghancurkan pintu rumah itu...
" Mau!!! Apa kaliannnnn!!!! " Ujar seorang Pemuda dengan golok di tangannya.,
dengan tenang Sardi menghadapi pemuda itu.,
"Serahkan gadis itu kalau tidak.,!!! Kalian akan saya buat mampus!!! " Bentak Sardi kepada Pemuda dan seorang ibu di belakang nya.,
"Gadis... Apa??? Tuan salah., Di sini Tidak ada perempuan hanya saya perempuan di rumah ini.,!! " ujar ibu itu mengiba.,
Sardi yang telah mencium aroma gadis itu dalam sebuah ruangan., langsung Mela gkahkan kakinya ke arah ruangan itu.,
karena ketakutan melihat Sardi yang akan masuk ke dalam kamar memeriksa..gadis belia itu., langsung melarikan diri lewat pintu belakang., Sardi yang hendak mengejar di hentikan oleh seorang pemuda
Hiyaaaaaaa
trankkkkk
Bughhhhh
pemuda itu mengayunkan golok nya hendak menebas leher Sardi., namun dengan mudah di tangkis dengan golok pula dan sebuah sabetan merobek dada pemuda itu., hingga seketika tersungkur ketanah..
Aghhhhhhhhhhhhh
"Annnnnnaku..!!! Matilah!!!! " Ibu itu menyerbu ke arah sardi dengan pisau dapur., Namun dengan tampa Ampun., sardi menebas leher ibu itu dan seketika terkapar tak bergerak.,
Akhhhhhhhhhhhhhh
Suara teriakan ibu dan saudaranya., membuat semakin kencang langkah kaki gadis itu berlari dengan derai air mata yang terus mengalir.,
Gadis itu berlari melewati semak belukar., Dia terus berlari., hingga memasuki kota Lembo.,
"Sardi mana gadis itu.,!!!!??? " Tanya Anjar Geram.,
"Dia berhasil melarikan diri.,!! ke arah sana sepertinya., " Ujar sardi dengan wajah kesal.,
"Kalian bertiga kejar gadis itu sampai dapat.,!!! " Ujar Hendra memerintahkan Anjar., Wira dan sardi., sambil mengambil tubuh gadis belia yang ada di bahu., Anjar..
mereka bertiga pun berlari kearah gadis itu menghilang..,
"Apa kamu yakin dia larinya kesini??? " Ujar Anjar sambil menebas ilalang yang menghalangi langkah mereka.,
"Saya yakin betul gadis itu lari kearah sini., " Ujar sardi dengan keyakinannya.,
"Tapi Aroma gadis itu masih tertinggal di sini.,sepertinya memang dia melewati jalur ini" Ujar wira sambil mengendus Aroma di sekitarnya..
mereka menyusuri tiap sudut jalan hingga sampai di kota Lembo..
"Pasang baik -baik telinga dan hidung kalian., saya rasa dia pasti bersembunyi di sekitar sini!??? '' kata Anjar berbisik.,
mereka terus menelusuri setiap sudut kota tapi belum berhasil menemukan gadis itu.,
" Bukankah itu kapal milik Ki Rekso., mau kemana dia Dini hari seperti ini.,!!!? "Ujar Wira sambil menunjuk sebuah kapal yang nampak meninggalkan Dermaga.,
" itu bukan urusan kita., yang terpenting sekarang kita cari gadis itu sampai ketemu.,!! " Ujar Anjar yang mulai geram.,
Seluruh kota dan pinggirannya semua sudah mereka telusuri namun tidak berhasil mereka dapatkan.,
"Anjar.. Wira., hari hampir pagi., sebaiknya kita kembali nanti malam kita lanjut., mencari gadis lainnya!! " Ujar sardi sambil berjalan menuju markas mereka.,..
kiekkkkkkk
pintu terbuka
dari balik pintu muncul Hendra., Respati.,dan Rana dan sanusi yang memangul Dua gadis belia yang tidak sadarkan diri.,
dan selang beberapa saat kemudian muncul Anjar, wira dan sardi dengan tangan kosong..
"maaf kita gagal menemukan gadis itu., dia lenyap bagaikan di telan bumi., " Ujar sardi dengan pancaran mata geram..
"Apa kalian sudah menyusuri lorong-lorong kecil di bagian area Dermaga., siapa tau dia bersembunyi di bawah jembatan., untuk menyamarkan Aroma tubuhnya...??? " Ujar Hendra sambil menurunkan tubuh gadis belia yang ada di bahunya.. kemudian mengikat dan menyumpal mulutnya..,
Kemampuan Anak buah ki palangi dalam mencium Aroma darah perawan memang sudah tidak di ragukan lagi mereka bisa mencium aroma keringat mereka dari jarak 50 Tombak..
"Sudah kami cari tetap dia tidak terlihat sama sekali., Nasib baik masih berpihak pada gadis itu... hmmm saya masih ingat aroma keringatnya., saya pasti akan menemukannya., " ujar sardi menyeringai...
jangan lupa like, coment, Ikuti dan votenya yah biar Author makin semangat berkarya...
............ Terima kasih...............
Next