PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
MOHON AMPUN


Pukulan yang di lesatkan Aryo Hanya mengandung Hawapanas., hingga mementalkan mahluk kasat mata., dari tubuh waryo.,


Waryo seketika tidak sadarkan diri.,


Mahluk kasat mata itu menyeringai., dan langsung melompat kembali menyerang Aryo. ,


dengan mudah Aryo mengelak dan melancarkan serangan.,


"Robbi a’uuzu bika min hamazaatisy-syayaathiin wa  a’uuzu bika robbi ay yahdhuruun "


hiyaaaaaa


Aryo mengerahkan sedikit tenaga dalamnya..


"Aummmmmmmmmmmmm akhhhhhhh., Ampun Tuan... " raung makhluk itu meminta pengampunan.,


Aryo segera menghentikan serangannya.,


" kembalilah ke hutan mati., dan jangan pernah kembali lagi., " Titah Aryo pada makluk itu.,


Mahkluk kasat mata berbentuk binatang ituenunduk dan melompat melewati jendela lalu menghilang.,.


Aryo melangkah keluar rumah dengan santai.,


Lalu melambai kepada istri dan anak Waryo.,


hingga mereka mendekat ke arah Aryo Damanta.,.


"suamimu sekarang dalam keadaan baik-baik saja., dia lagi tidur saat dia sadar., Buatkan dia rebusan., bawang putih dan sedikit madu lalu minumkan" pesan Aryo kepada istri Waryo..


Aryo Damanta hanya membalasnya dengan tersenyum.,


lalu melangkah kembali menuju ke tempat penimbangan ikan nelayan.,


Aryo tak banyak bicara., Dawung yang penasaran segera mendekati Aryo Damanta dengan tidak sabar langsung bertanya.


"Apa yang terjadi dengan waryo.,?.. apa sekarang dia sudah baik-baik saja.?,. kenapa dia sebenarnya!?? " dawung mengejar Aryo Damanta dengan beribu pertanyaan.,


Mendengar pertanyaan Dawung yang begitu banyak Aryo Damanta tersenyum teduh.,


"Paman.. pak waryo hanya stress., hingga tidak bisa mengontrol emosinya.,. saya hanya sedikit membantu dengan meredakan emosinya., jadi untuk sekarang dia sudah tidak Apa-apa paman.., oh iya paman bagaimana penimbangan apa sudah selesai semua?? " Jawaban Aryo terasa ngambang menurut Dawung., tapi untuk mencari tau lebih jauh dia sendiri tidak mengerti dari mana harus memulai dengan perasaan yang kurang puas dia terpaksa menerima saja., apa yang Aryo Damanta katakan.,


" Semua sudah beres trkhir tinggal bayaran nya saja yang belum!? " Ujar Dawung dengan benak yang masih di penuhi beribu tanda tanya.,


"Bisno., Naikan semua ikan ke atas kapal., ingat jangan lupa bawa Air bersih buat berjaga-jaga., Jagan sampai mengabaikan waktu shalat., " Ujar Aryo Damanta pada Bisno yang baru saja kelar menurunkan timbangan yang di ikat di antara pohon Kelapa.,


"Baik Tuan!! " ujar Bisno lalu mengajak semua temannya untuk lekas menaikan ikan di atas kapal.,


"Paman Dawung., Saya mungkin tidak bisa ikut., mengantar ikan ke kota karena Rindi kurang enak badan., jadi saya harus menemaninya karena dia lagi tidak mau di tinggal., jadi paman yang atur semuanya., tidak Apa-apakan paman!? " ujar Aryo Damanta pada Dawung yang lagi sibuk membayar harga ikan para nelayan.,,


"InsyaAllah.. Tidak Apa-apa., lagian saya juga sudah sering mengantar ikan sendiri., jadi santai saja.. semua pasti beres...,!! " Ujar Dawung dengan penuh percaya diri.,


mendengar hal itu., Aryo hanya tersenyum bangga dengan rasa percaya diri yang di miliki Dawung.,


"Alhamdulillah. , kalau begitu paman., pangil beberapa orang untuk menemani paman ke kota., yah sekedar hanya untuk berjaga-jaga.. meskipun kita sudah Memasrahkan semuanya pada Allah SWT., tapi Waspada itu perlu., selebihnya biar Allah yang mengatur., ?? " Aryo sedikit memberikan wejangan.,. pada Dawung agar selalu berhati-hati di dalam keadaan yang lagi genting seperti saat ini.,