
Aryo melangkah menyusuri tepian hutan.,
sudah sangat lama dia meninggalkan kampung lambaian.,
sejak kedua orang tuanya meninggal., kakek dan neneknya yang merawatnya ketika dia mulai beranjak dewasa kakeknya menitipknnya pada gurunya Imam Ahmad., dan di bawah bimbingan Guru besar imam Ahmad.,
Aryo tumbuh menjadi pemuda yang santun dan berbudi luhur.,
bahkan tingkat kepandaiannya setingkat lebih tinggi di bandingkan kakeknya imam Samudra.,
"Asalamualaikum.. !! " Aryo memberi salam
"Waalaikumsalam..?? " Jawab suara dari balik pintu.,
Srini nampak pangling melihat cucunya.,
"Nek.., bagaimana keadaan nenek?? " Sapa Aryo sambil mencium punggung tangan neneknya..
"Alhamdulillah., Nenek masih dalam lindungan Allah SWT., tumben main jauh kesini.. nenek dengar kamu sudah nikah., maaf kami tidak bisa datang saat pernikahan mu.., perkampungan di serbu orang tak di kenal., " ujar srini merasa bersalah pada cucu +Satu-satunya.,
" Tidak mengapa nek., oh iya kakek ada di mana,.!?? "Tanya Aryo kemudian.,
" Seperti biasa jam segini kakekmu ada di ladang,. mau menyulnyA kesana atau menunggunya di sini!? " tawar sang nenek. ,
"Biarlah nek saya menyusul kakek ke ladang., Asalamualaikum"pamit Aryo sambil kembali mencium punggung tangan neneknya.,
Aryo berjalan menyusuri tepi sungai...
nampak dari depan walang sedang memikul kayu bakar.,.
" Asalamualaikum paman walang., " Sapa Aryo
"Waalaikumsalam..!? " sambil terus berlalu begitupun dengan Aryo.,
setelah beberapa meter walang baru tersadar kenapa bisa ada orang baru mengenslinya. ,
begitu dia menoleh Aryo sudah sangat jauh terlihat " cepat sekali langkah pemuda itu.. " gumam walang sambil terus melangkah pulang.,
Aryo seperti bernostalgia berada di ladang kakeknya., dia kembali teringat akan kedua orang tuanya., kenangan itu seperti baru kemarin terjadi.,
"Asalamualaikum.,!! "
"Waalaikumsalam., Aryo kapan datang!?? " tanya imam Samudra.,
"Alhamdulillah baru saja sampai kek.., " Jawab Aryo dengan senyuman sambil mencium punggung tangan kakeknya.,
"Apa yang membawamu jauh kemari cucuku!?? " Ujar sang kakek tampa basa basi., karena mereka berdua tau keselamatan umat di atas segalanya..
"Apa kakek pernah dengar tentang hutan Mati?? " Tanya Aryo kemudian..
mendengar pertanyaan cucunya Raut wajah Imam Samudra langsung berubah.,
"Seorang petapa sakti bernama sapta prana.. dialah penguasa hutan mati., segala jenis dedemit ada dalam hutan mati., saya pernah kewalahan menghadapi., sapta prana yang mengerahkan pasukan dedemit nya., banyak warga yang jatuh korban..Makanya saat itu kakek dan nenek tidak bisa menghadirinya., " Sang kakek imam Samudra menjelaskan sambil mengenang kisah tragis yang pernah di buat oleh sapta prana.,
"Sapta Prana., siapa dia ada urusan apa dia di Sanggula., apa dia juga musuh dari mertuaku ki along.. " Ujar Aryo menerka-nerka.,
"Aryo sepertinya kamu tidak datang sendiri., ada yng mengikutimu., " Ujar Imam Samudra sambil mengawasi wilayah sekitarnya.,
"Asalamualaikum., Samudra.. ?? " sapa jin api itu..
"Waalaikumsalam., berwujud apapun kamu saya masih bisa mengenalimu., " Ujar Samudera dengan senyuman tulus
"Saya tau seorang Imam sepertimu samudera pasti bisa mengenaliku meskipun aku meminjam wajah siapapun.. kamu tetap dapat mengenaliku., " Ujar Jin api Lalu berubah menjadi srini nenek Aryo istri Samudra.,
Aryo hanya senyum-senyum saja melihat dan mendengar perdebatan keduanya.,
"Apa yang Sapta prana rencanakan., " Tanya Samudra pada Jin.,
"Demi Allah SWT dan Muhammad SAW Rasul-Nya saya sungguh tidak tau Samudra., saat saya masih budaknya saya tidak di izinkan bertanya tentang alasan dia menyuruh kami membunuh manusia dari dalam., saat perintah datang kami langsung bergerak., serangan besar-besaran terjadi sepanjang sejarah hutan mati., terjadi saat kami di perintahkan menyerang kampung lambaian., dan kamu Samudra banyak dari bangsa kami yang jadi korban di tanngamu., mereka yang ikut mati bersama wargamu dan tampa kamu sadari kamulah yang membunuh mereka., karena kamu bisa menyentuhnya saat mereka merasuki manusia.,, " Jin api itu mulai mengenang pertempuran dasyat mereka.,
" Bagaimana bisa.,.??? Jelas-Jelas saya memakai mata bathin Yang terlihat tidak ada sisi manusia nya.,??? " ujar Imam Samudra
" Maaf kek., bukankah setan dan jin Hanya bisa merasuki manusia yang berhati kotor., jadi wajar saja kakek tidak melihat sisi manusianya..!!? " Ujar Aryo menyela perdebatan keduanya
"Astaghfirullahalazim., Itulah kali pertama saya membuat kesalahan., dan dari situ pula saya harus lebih banyak bersyukur atas Rahmat yang Allah SWT berikan., semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa ku dan dosa-dosa orang yang beriman" ujar Samudra sambil menengadahkan tangan.,..
"Aminnn" jawab Jin dan Aryo..
"Kakek., jika hal serupa terjadi di Sanggula., ki sapta prana mengerahkan kan pasukan dedemit nya., apa ada cara lain untuk menghentikannya., ?? " tanya Aryo meminta wejangan pada Sang kakek
" Jika masa itu datang dan menimpa., Sanggula., perbanyaklah berdoa., selalu saling ingat mengingatkan tentang kebaikan., hiasi bibir dangan dengan zikir niscaya mereka tidak akan bisa menyentuhnya..," Ujar Imam Samudra..,
"Sungguh kek.. saya sama sekali tidak meragukan mereka yang menjaga shalat 5 Waktunya., tapi yang saya kuatir kan mereka yang belum mendapatkan hidayah.,?? ".. Ujar Aryo sendu.,
" Subhanallah sungguh guru besar mengajarimu lebih dari yang saya bayangkan.., saya tidak pernah bertanya padanya tentang konteks di luar islam Aryo., " Ujar Imam Samudra.,..
"Lantas apa yang harus saya lakukan.,!!?? Apakah kakek Tau di mana keberadaan Guru besar??? !! " tanya Aryo.,
"Guru besar imam Ahmad tidak lama setelah kamu pergi.. dia meninggal dunia.. dan di makamkan di kaki bukit lembayung.,
" Jangan bercanda kek.,waktu pernikanku dengan Rindi., Guru besar sendiri yang menikahkan Aku.,!! " Ujar Aryo memperjelas.,
"Subhanallah maha suci Allah yang telah mengatur Segalanya., Yang mati hanya jasad cucuku sedangkan Atma tetap kekal hingga hari kiamat., " Ujar Imam Samudra
"Innalillahi wainnalillahi rojiun.. Sesungguhnya kita tercipta dari tanah dan akan kembali ke tanah pula., . " Ujar Aryo penuh penyesalan karena tidak mengetahui jika gurunya Imam Ahmad telah tiada..,
Sedangkan Sang kakek menatap Banga pada cucunya., Imam Ahmad memilih Aryo untuk menggantikan posisi dirinya pasti ada alasannya..
"Aryo sebaiknya., kamu tidak terlalu lama meniggalkan Desa Sanggula., sebab Jawaban yang kamu cari semua ada dalam dirimu., kelak sayalah yang akan datang padamu meminta wejangan.,.!!? " ujar Imam Samudra dengan senyuman mengembang di bibirnya., mendengar ucapan Sang kakek Aryo hanya tersenyum.,
"Ah kakek bisa saja., Sayalah yang patut minta wejangan pada kakek..,.. baiklah kek kalau begitu salam sama nenek di rumah., dan kakek jaga kesehatan baik-baik saya tunggu kedatangan kakek dan nenek saat kelahiran Cicit pertama kakek.. " ujar Aryo mengharapkan kehadiran kakeknya.,
"InsyaAllah jika Allah merestui kakek dan nenek pasti datang., " Jawab Samudra dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya.,
"Jin masuk ke tempatmu skrang., kita pulang Ke Sanggula.,,Kakek saya pamit Asalamualaikum., " Ujar Aryo sambil mencium punggung tangan kakek nya.,.
"Baik Tuan.. "
belum sempat kakeknya menjawab salam Aryo sudah menghilang dari hadapannya..
"Waalaikumsalam., dasar jin.. tidak punya tatakrama" gerutu Imam Samudra sambil senyum -senyum sendiri.,