
Wajah Ki palangi nampak murung.,sejak dia pulang dari desa sanggula., Dia tidak banyak bicara bahkan wajahnya terlihat kusam.,
melihat perubahan yang terjadi pada sahabatnya Ki Ranu Galang datang menghampirinya.,
"sejak pulang dari desa Sanggula sikapmu berubah apa yang terjadi padamu Ki palangi??" Tanya Ki Ranu galang sambil menyentuh bahu Ki palangi.,
" saya sungguh bingung dengan., menantu Ki along., dia dapat melihat tubuh kasat mata saya., dan orang yang memakai topeng itu bukanlah Aryo., Tapi ada orang lain dia yang menolong Aryo saat saya hendak menerjang dia dengan pukulan menebar maut., bahkan orang bertopeng itu mampu memukul tubuh halus ku., saya sungguh benar-benar tidak menyangka., setelah sekian lama melalang buana., saya baru menemui orang yang mampu menghadapi ilmu merogoh sukmaku dengan mudah.,?? Siapa sebenarnya orang-orang ini??? bahkan yang lebih aneh lagi.. kekuatanku tiba-tiba Hilang saat saya memasuki., wilayah atas Di desa sanggula itu..?? " ucap Ki palangi dengan suara lirih..
mendengar cerita Ki palangi., Ranu galang nampak terdiam sesaat.,
"Sepertinya kali ini kita menemui lawan yang tangguh., kita harus menghadapinya dengan strategi jitu., kita tidak boleh gegabah., Apa hanya itu informasi yang kamu punya??? " ujar Ki Ranu Galang kemudian.,
"Saat saya berada di rumah Ki Along., saya bisa melihat dari perubahan perut putri Ki along kalau dia lagi mengandung.. itu Artinya saya akan fokus mencari jalan untuk bisa memanfaatkan dia.!!? " Ujar Ki palangi., sambil memutar otak mencari jalan bagaimana agar dia bisa menghirup jiwa bayi dalam kandungan Istri Aryo itu.,. sejenak wajah Ki palangi meragu akan niatnya namun dengan cepat di tepisnya.,
"Saat Bulan purnama tiba kita biarkan Ki Sapta prana bertindak saat ada peluang kita masuk dengan ilmu rogoh sukma., bagaimana menurutmu??? " Tanya Ki Ranu Galang dengan wajah serius...
"Sepertinya sulit kita bisa mendekati mereka., karena wilayah tempat keluarga Ki along tinggal di pagari dengan tembok ghaib yang sangat kuat., kecuali Ki Sapta prana mampu menjebol nya., semoga saja kekuatan Penghuni Hutan mati mampu menembus Pembatas itu., baru kita bisa bertindak.,. " Ujar Ki palangi sambil menerawang jauh..
hmmmmmmmp
hufhhhhhhhhhh
Ki Ranu Galang menghela nafas panjang.,
dan menghembukannya dengan kasar.,
"Tenanglah., Ki palangi saya dengar Ki Sapta prana akan mengerahkan., Dedemit terkuat hutan mati.. saya yakin kejadian di lambaian akan terulang kembali., seperti halnya Samudra., Aryo pun tidak akan bisa berbuat apa-apa..??? Saya sangat yakin itu., jadi bersabarlah sedikit.,?? " mendengar ucapan Ranu Galang., ki palangi hanya Manggut-manggug setuju.,. pikirnya inilah saatnya membalas Orang bercadar itu..,
kiekkkkkkk
Respati muncul dan beberapa Orang temannya..
"Ki., menurut informasi., Nandar dan Lindra lah yang menolong gadis itu., mereka mencuri kapal yang Ki palangi pakai saat ke sanggula., saya sudah menyebar mata-Mata untuk mencari tau dimana mereka menyembunyikan gadis itu!!? " Ujar Respati., dengan geram seakan ingin menelan bulat-Bulat tubuh Nandar dan Lindra..
''Setan Alas apa mereka sudaah tidak sayang sama nyawanya., Cari mereka dan langsung habisi saja jangan kasih ampun.. cepatttttt!!!! " murka Ki Ranu Galang.,
"Baik Ki.... !! " Lalu Respati dan semua temannya segera keluar dari ruangan itu dan langsung menyebar mencari informasi.,.
beberapa saat kemudian dari Balik pintu Ki Rekso muncul dengan beberapa Orang baru.,
"Bangsaaat mau cari mati dia rupanya.. Reno., Alan.., kalian pergi kerumah Lindra Dan Nandar bawa seluruh keluarganya kemari., dia belum tau rupanya sedang berhadapan dengan siapa..!!!? " ucap Ki Rekso dengan nada lantang.,
"Siap Tuan.. " Lalu Reno dan Alan segera menuju ke kediaman Nandar dan Lindra.,.
Lalu beberapa saat kemudian.,.
Reno dan Alan telah kembali. dari Kediaman Nandar dan Lindra dengan Tangan kosong.,
"Mana keluarga Nandar dan Lindra???? " Tanya Ki Rekso tidak sabaran..
"Maaf Tuan., mereka sudah di bantai tadi malam.., dan disana hanya ada mayat-mayat yang bergelimpangan.. tidak ada seorangpun yang terlihat di sana Tuan., " mendengar penjelasan Reno., Ki Rekso Nampak kaget
"Siapa yang melakukan hal itu??? " Tanya Ki Rekso
"Kami juga tidak tau Tuan., " ujar Alan menimpali.,
"Yah sudahlah Mau Di apa juga semua sudah terjadi., Ajak orang-orang mu kumpulkan Mayat-mayat itu dan bakar di dalam Rumah Nandar!? " Titah Ki Rekso pada anak buahnya.,
"Baik Tuan kami segera ke Sana".. Merekapun langsung bergegas kembali dengan membawa sekitar 10 orang pasukan...
Reno dan Alan berjalan cepat menuju kediama. Nandar dan Lindra yang kebetulan tetangga.. Lindra hidup sebatang kara setelah istrinya meninggal sehingga keluarganya hanyalah Nandar saja jadi wajar saja apapun yang di lakukan Nandar dia pasti terlibat..
Namun alangkah terkejutnya Reno dan Alan ketika mereka tidak menemukan satu mayat pun di tempat itu.,
"Kemana mayat-mayat itu Alan., Bahkan Noda darah yang tadi berceceran tidak ada sama. sekali., Sungguh aneh badanku tiba-tiba merinding.. Ayo kita tinggalkan tempat ini.,.
kemana hilangnya mayat-mayat itu??????
ikuti terus kisahnya.,
jangan lupa Like., comment., ikuti dan Votenya
biar author makin semangat nulisnya..
........ Terima kasih........