
Senja itu sambil menanti Waktu shalat magrib Di samping masjid Al ikhlas.,Bisno Duduk di beranda mesjid sambil diam-Diam memperhatikan marini yang sedAng belajar baca tulis,. marini adalah seorang gadis manis putri Nandar.,
"Asalamualaikum., " Sapa Ki Palangi sambil tersenyum karena merasa lucu melihat Bisno yang terus saja memandangi Marini.,
Bisno tersentak mendengar suara Ki Palangi dan langsung segera menoleh..
,"Astaghfirullah........ ehh Walaikumsalam paman.., Paman bikin kaget saja. .? " mendegar suara bisno Ki Palangi makin memperlebar senyumannya.,
,"Kenapa Tidak kamu utarakan saja niat kamu padanya dari pada tiap hari saya lihat kamu asik melamun sambil terus memperhatikannya bukanya malah membuat kamu makin tersiksa? " Mendegar usulan Ki Palangi Bisno nampak berpikir sejenak.,
"Tapi paman, Jujur saya takut jika nanti Marini tau jika saya suka padanya dia malah menjauhi saya,. mendingan seperti ini., " ujar Bisno seolah pasrah.,
"Owh.. kamu lebih suka jika Marini di sunting orang lain begitu!? '' mendegar kata di sunting orang lain Bisno langsung berdiri
" Makasih paman.. Asalamualaikum., ! " Ujar Bisno dan langsung berlari ke arah kediaman Ki Along.,
"Walaikumsalam., aneh betul anak muda zaman sekarang.." Gerutu Ki Palangi sambil garuk- Garuk kepala yang tidak gatal..
"Asalamualaikum! " Bisno memberi salam ketika dia telah sampai di depan Rumah Ki Along
"Waalaikumsalam., masuk bisno..? " Jawab Aryo yang kelihatan baru habis mandi.
Bisno pun masuk dan langsung duduk Di hadapan Aryo..
"Tuan Guru., sebenarnya kedatangan saya kemari saya mau minta tolong kepada tuan Guru?" Bisno terlihat ragu melanjutkan ucapannya., Melihat Bisno seperti itu Aryo hanya tersenyum saja
"Mau minta tolong apa,? Sepertinya penting sekali apa kamu butuh sesuatu bilang saja jangan sungkan kita ini keluarga" ujar Aryo dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya.,
"Sebenarnya saya mau minta tolong pada tuan guru untuk melamarkan Marini untukku meskipun saya tidak begitu yakin jika dia mau menerima lamaran Saya" mendengar ucapan pasrah Bisno Aryo makin memperlebar senyumnya..
"Bi.. Abi.. Eh Asalamualaikum paman Bisno., Abi umi di mana? " Suara Arisha yang tiba-tiba muncul dari dalam sambil berlari-lari
"Walaikumsalam Arisha cantik.! "
"Umi lagi di Pondok Ngajar orang baca tulis Arisha mau nyusul umi ?" ujar Aryo sambil membelai Rambut putrinya.,
"Arisha mau belajar Silat sama kakek Dawung Bi,.? Arisha ke tempat kakek Dawung ya bi ?asalamualaikum! " Ujar Arisha sambil meraih tangan Aryo dan mencium punggung tangan Aryo dan juga hal sama yang di lakukannya pada Bisno.,
"Waalaikumsalam Awas jangan lupa sebelum latihan baca doa dulu biar ilmunya Berkah.? " Nasehat Aryo pada putrinya..
Bisno yang membiarkan putrinya Arisha ikut latihan silat menjadi heran..
"Tuan Guru., Arisha kan seorang perempuan kenapa tuan Guru mengizinkan dia berlatih silat? " Aryo hanya tersenyum lebar mendengar pertanyaan Bisno
Dalam hal ini, perhatian utama ajaran Islam adalah konsep keadilan dan kesetaraan dalam kehidupan terutama bagi terjaminnya keamanan dan keharmonisan hubungan antarmanusia, selain pula guna mencegah timbulnya kezaliman dan penindasan yang membawa kehancuran dan kerusakan.
Seluruh makhluk yang berada di muka bumi dapat merasakan dan menerima keadilan Islam sejati. Jadilah Islam sebagai agama yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi zaman dan tempat sehingga mampu diterima banyak kalangan di mana pun berada. Demikian pula bagi kaum wanita yang merupakan mahluk ciptaan Allah SWT dengan segala keistimewaannya.,Sesungguhnya, setiap kejadian Allah ada hikmah dan tujuannya tersendiri yang mampu ataupun tidak mampu dijangkau oleh ilmu serta akal manusia. Islam sentiasa menghormati dan mengangkat martabat wanita ke tempat yang sepatutnya.,Segenap umat wajib menjaga kehormatan dan kemuliaan yang dianugerahkan Allah. Kedudukan wanita dalam Islam begitu tinggi nilainya berbanding pandangan kalangan non-Islam hingga mereka sejajar dengan kaum lelaki walau ada perbedaan seperti ditetapkan oleh Islam.Apa kamu sudah paham? " Bisno hanya manggut-manggut mendengar semua apa yang aryo paparkan.,
"Saya Paham Tuan Guru., " Ujarnya sambil senyum-senyum sendiri.,
"Oh iya untuk permintaanmu nanti saya coba sampaikan pada orang Tua Marini dan apapun keputusannya Kamu harus Terima dengan lapang dada., Dan sebaiknya kamu harus lebih banyak berdoa minta sama yang kuasa semoga hati Marini terbuka untukmu" Nasehat Aryo pada Bisno.,
"Terima kasih Tuan Guru., Saya pamit ke mesjid Sudah hampir mau masuk magrib.. Asalamualaikum.. " pamit Bisno dengan dada berdebar menanti kabar dari Aryo..
Selepas shalat Isya.. Aryo langsung menyuruh Rindi memanggil Marini..dan Arisha memanggil Nandar..
" Tuan Guru memanggil saya.," Ujar Marini yang baru keluar dari kamarnya.. Aryo hanya menganggukan kepala Marini pun duduk di hadapan Aryo., selang beberapa saat kemudian.,
"Asalamualaikum" Nandar memberi salam
"Waalaikumsalam., mari paman.,silahkan duduk.,Arisha kamu kedalam Ngaji sama Umi " ujar Aryo
"Iya Bi., Tapi sebelumnya arisha minta abi peluk arisha dulu.., " pinta Arisha sedikit manja..
"oh iya Abi hampir lupa sini" Aryo pun memeluk dan mencium kening putrinya.,
"Oh iya paman, Marini., Tadi Bisno memintaku untuk melamar Marini untuk menjadi istrinya, bagaimana menurut kamu Marini? " mendengar pertanyaan Aryo seketika debaran jantung Marini berdetak tak karuan dia juga tidak bisa membohongi perasaannya sendiri jika sebenarnya sejak pertama kali bertemu dengan Bisno saat itu Bisno yang terang terangan bilang suka padanya jantungnya sudah tidak terkontrol Tapi sebagai seorang wanita tentu saja dia malu mengakuinya
"Tuan Guru kalau saya terserah bagaimana ayah saya saja bagaimanapun dia juga berhak menentukan jodoh saya Tuan Guru.. " Ujar Marini lembut.,
"Kalau saya sendiri setuju dengan lamaran bisno Tuan Guru sebab menurut saya bisno tipikal pria yang penuh tanggung jawab., " mendengar jawaban keduanya
"Alhamdulillah kalau begitu.. "
"Asalamualaikum " Suara Ki along dan Ratmi yang baru pulang dari pengajian
"Walaikumsalam ujar mereka kompak., " lalu Aryo berdiri dan mencium punggung tangan mertuanya di ikuti oleh Marini dan juga Nandar..
"Kayaknya muka kalian berseri-seri ada apa ini?" Tanya Ki along
" Bisno yah melamar Marini dan Alhamdulillah orang tua Marini dan Marini sendiri setuju., "Ujar Aryo
" Alhamdulillah akhirnya Bisno menikah juga tidak jadi bujang lApuk!! " mendengar candaan Ki Along mereka semua tertawa bahagia.