
Sesampainya di kota Lembo., Arisha melompat turun dengan enteng dan hendak membantu Bisno menurunkan ikan.,
"Non, Arisha sudah biar kita saja yang mengerjakan ini sebaiknya Non arisha jalan saja siapa tau suka sama gaun gaun bagus Ditoko sebelah sana tempat ibu Non arisha sering belanja gaun " Ujar bisno sambil menunjuk salah satu toko pakaian di ujung pasar tempat Rindi biasa berbelanja karena kualitas kainnya yang terbaik.,
mendengar Kata Bisno arisha tersenyum lalu beranjak hendak pergi ke tempat penjual gaun itu. ,
"Terima kasih paman saya kesana sekarang., Asalamualaikum. " ujar Arisha sambil berlalu pergi., sedangkan Abiyan berjalan santai mengikuti arah kakaknya sambil menggandeng arfan.,
"Walaikumsalam" Ujar bisno sambil tidak melepaskan pandangannya ke arah Arfan yang di gandeng Abiyan.,
"Kenapa., Apa kamu meragukan sesuatu mengingat kota ini terlalu banyak orang munafik yang bersembunyi di dalamnya.,!? " Ujar Ki Along yang sejak tadi memperhatikan raut wajah kecemasan Bisno.,
"Tidak Tuan., say tidak meragukan keselamatan putra saya., Tapi saya takut jika ada yang coba mencelakai Abiyan dan Arisha.,!? " Ujar Bisno dengan nada sedikit di tekan
"Bisno,. Aryo melepas mereka tentu tidak begitu saja saya percaya kepada kedua cucuku itu., ah bukan Dua tapi tiga. mereka pasti bisa jaga diri.,
" Kak iyan., Itu ada apa orang berkumpul Ayok ke sana!? " Ujar Arfan dengan wajah memelas., Abiyan yang sudah terbiasa menuruti kemauan Arfan lalu dengan tersenyum dia membawa arfan kearah orang Ramai-ramai berkumpul itu.,
"Ayo siapa cepat dia Dapat., ini adalah batu keramat dari dasar samudera dengan menyimpan batu ini? bisa mendatangkan rejeki tidak usah capek-capek bekerja dan batu ini bisa menolak Bala., dan menghindarkan dari segala macam penyakit., Ayo mari harganya cukup 1 keping koin perunggu saja!! mari bapak ibu.,.!! " Abiyan hanya tersenyum mendengar promosi pria setengah baya itu berkoar-koar menjual batu yang katanya kramat..
"Paman Jaminannya apa jika batu itu bisa membuat kita banyak rejeki tampa bekerja., apa batu itu bisa bekerja.,? " Ujar Abiyan dengan kalem., mendengar pertanyaan seorang anak kecil sontak pria paruh baya itu menoleh pada Abiyan.,
"Kamu masih kecil., Tau apa tentang Hal-hal seperti ini.. Sudah sana pergi.,!? " Ujar Orang itu., Abiyan hanya tersenyum mendengar dia di usir lalu dia merogoh sakunya dan mengeluarkan sekeping koin emas dan melemparkan ketengah dagangan pria paruh baya itu.,
" Silahkan tuan muda" sambil membungkus semua batu-batu itu dan menyerahkannya pada Abiyan.,
" Untuk apa kakak membeli batu-batu itu" Ujar Arfan dengan polos.,
"Dek., batu-batu itu kakak beli buat kamu semuanya buat mainan lagian bentuknya lucu begitu.,? " Mendengar celoteh Abiyan seketika Murkalah pria paruh baya itu.,
" Apa maksudmu anak kecil !!! kamu jangan main-main dengan ki santar.," kecam orang tua paruh baya itu.,
"Saya tidak bermaksud apa-Apa paman., saya memang membelikan batu itu untuk adik saya ini, karena dia suka dengan model batu itu., perkara rejeki itu datangnya dari Allah SWT tapi dengan jalan kita berusaha bukan berharap pada batu paman" ujar Abiyan masih dengan nada santai., mendengar ucapan Abiyan., pria setengah baya itu semakin murka.,
"Jangan kurangngjar kamu sama orang tua., apa kamu mau mampus? panggil orang tuamu kemari biar dia tau lagi berhadapan sama siapa? " mendengar ancaman itu. Abiyan hanya tersenyum lalu berucap.,
" Orang tuaku dan paman sama-sama mahluk ciptaan Allah, sama seperti saya yang juga ciptaan Allah jadi tidak perlu paman mencari oranng Tua saya? " Ucap Abiyan masih dengan Nada kalem.
merasa dipermainkan oleh anak kecil itu ki santar kian geram lalu maju dan menaikan tangannya hendak menampar Abiyan.,
lalu apa yang terjadi.......????
yuk. saling like biar bisa lanjut episode selanjutnya.,
jangan lupa like comment dan ikuti..