
Serangan yang menderu yang diarahkan Masauth ke arah Lavud,. Siap menghantam kepala Lavud,. Lavud yang sadar diri tidak akan mampu menahan serangan itu segera bersimpuh memohon pengampunan.,
"Kasihanilah Saya Raja Masauth!! " Ujar Lavud sambil kepalanya menyentuh tanah yang membuat Masauth membalikan serangannya pada tempat lain hingga menimbulkan ledakan Dasyat.,
"Lavud berhentilah mengikuti pemimpin yang salah.,Untuk kali ini saya memaafkan kamu sekarang enyah kamu dari hadapanku.,!!? " Ujar Raja Masauth sesaat ketika serangannya di alihkan menghantam batu besar dan pecah berkeping-keping.,
"Saya Tidak akan pergi Tuan, saya akan mengikuti kemana saja Tuan Raja Masauth berada!? " Ujar Lavud yang belum mengangkat kepalanya.,
"Baiklah Lavud sekarang bangkitlah kita Bantu Tuan Pangeran Abiyan untuk menghadapi Raja Walan!? " Ujar Masauth tegas,. Dan Lavud pun akhirnya bangkit dengan masih menahan rasa nyeri dalam dadanya.,
"Terima kasih Tuan,. Apapun perintah Tuan saya Akan turuti!? " Akhirnya Lavud berjalan di belakang Masauth untuk membantu pasukan Kesultanan lembayung.,.
Sementara itu Pasukan Besar Raja Walan sudah mengepung pasukan Kesultanan lembayung Namun Saat pasukan Kerajaan Tanjung Hira hendak menyergap Tiba-tiba dari sisi kiri dan kanan Muncul pasukan tambahan yang di pimpin Ki Palangi dari sebelah kiri Dan Bisno dari sebelah kanan yang membuat pasukan Kerajaan Tanjung Hira menjadi kocar-kacir., mereka mengira Ada pasukan lain yang membantu Kesultanan lembayung., yang langsung membuat mental mereka ciut seketika,. sehinnga dengan mudah dapat di serang Oleh pasukan Kesultanan lembayung.,
Raja Walan yang Bingung dengan Datangnya dua pasukan Tambahan menjadi gelagapan,. Dengan pedang di tangannya dia langsung melompat ke Arah Sultan Aryo.,
Hiyaaaaaass
whussssss
dhasssssss
shetttttt
pukulan dan tendangan Raja Walan semakin cepat membuat Sultan Aryo semakin terdesak. melihat lawannya sudah kewalahan Raja Walan segera mengeluarkan Jurus pamungkas nya Pukulan Bola Iblis.,
hiyaaaaaaaaaaa
whusssssssssss
trannnnk
Raja Walan melesat cepat Namun serangannya di tangkis Oleh tebasan pedang Cahaya milik Arisha yang membuat pedang cahaya itu patah menjadi dua.,
Arisha yang Tiba-tiba muncul dan langsung ikut dalam pertarungan Sultan Aryo dan Raja Walan.,
"Oh Rupanya ada gadis cantik yang mau ikut menyerahkan nyawanya!?., Tapi dari pada kamu Saya bunuh lebih baik Kamu jadi permaisuri di Kerajaan Tanjung Hira ini!? " ujar Raja Walan sambil menatap Wajah cantik Menawan Arisha.,
"Tidak Sudi saya menjadi pendamping kesesatan seperti dirimu Raja Walan,. kamu hanyalah manusia penghuni neraka yang kekal!" Ujar Arisha murka sedangkan Aryo yang melihat putrinya sudah terbakar emosi
"Tenangkan dirimu Arisha segeralah Istigfar., sesungguhnya ucapan yang barusan keluar dari Bibirmu sungguh itu sangat berlebihan dan kamu tau segala yang berlebihan tidak baik., mundurlah Arisha kembali kamu ke lembayung niatmu telah bercampur dendam!? " Ujar Sultan Aryo dengan tenang.,
"Astaghfirullah, subhanallahi wabihamdihi Astagfirullah wa atuubu ilaih,. Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya., Maafkan Arisha Bi,.!?" ujar Arisha sendu., Sambil Langsung meninggalkan Area pertempuran.,