PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
JENAZAH


Seusai shalat Ashar Aryo.,


langsung bergegas pulang kerumah., namun langkahnya terhenti di depan pintu ketika melihat Nandar Yang tampak termenung tatapan matanya kosong.,


Aryo lalu berjalan mendekati Nandar..


"Permisi paman...? Saya pikir paman lagi di dalam istirahat.??? " ucap Aryo sekedar basa-basi.,


mendengar suara Aryo Nandar sedikit terkejut.. karena dia tidak melihat Aryo datang tiba-tiba saja sudah ada di sampingnya..


"eh anu tuan.., saya tidak bisa tidur.saya sedang kepikiran dengan ., bagaimana nasib jasad istri dan anak saya Tuan., penduduk kalau sudah begitu tidak ada yang berani menyentuhnya., karena mereka pasti takut jadi korban berikutnya., maklum kami hanya orang miskin Tuan.., " Ujar Nandar yang tidak bisa menyembunyikan raut sedihnya...


"Owh Nanti saya suruh orang untuk kesana mengurus jasad istrimu.. " Ujar Aryo dengan santai.,


" Bahaya... sebab mereka pasti masih mengintai desa saya Tuan. , " mendengar keraguan Nandar., Aryo hanya tersenyum.,


"tenang saja paman., jika Allah menghendaki., tidak ada yang bahaya paman., paman istirahat saja dulu., InsyaAllah nanti sore jasad istri dan anak paman sudah bisa di urus dengan baik.. " Ujar Aryo meyakinkan.. Nandar.,


Aryo bergegas meninggalkan., Nandar menuju Rumah Utama.,


"Lail., bawa seluruh mayat di tempat Nandar dan bawa mereka ke Tepi sungai yang ada di ujung kampung.., " Titah Aryo pada Lail yang selalu siap melaksanakan tugas yang Aryo berikan... selang beberapa saat kemudian


"Sudah Tuan., maaf agak lama karena ada gerombolan anak buah Ki Rekso datang hendak membakar bukti kejahatan mereka" Ujar Lail..


"Terima kasih lail., semoga Allah SWT membalasnya" Ujar Aryo dan Di "aminkan oleh lail.. Aryo lalu mengajak Dawung dan Bisno untuk melihat kondisi mayat-mayat itu...


Aryo, Dawung dan Bisno berjalan menuju tepi Hutan di ujung kampung., di mana sungai kecil mengalir dari balik batu besar., Dawung dan Bisno hanya mengikuti langkah kecil Aryo., mereka sama sekali tidak tau apa maksud dan tujuan Aryo ketempat itu..Namun saat mereka sampai di Tepi sungai betapa terkejutnya., Dawung dan Bisno Di Tepi sungai itu nampak tergeletak 8 Mayat yang bersimbah darah yang sudah mengering..


"Innalillahi wainnailaihi roji'un.. sesungguhnya semua yang bernyawa pasti akan mengalami apa yang namanya mati., jasad kita yang terbuat dari tanah akan kembali ke tanah juga." ujar Aryo merasa terharu melihat kondisi mayat-mayat itu..


"Siapa mereka ini Aryo.??, saya tidak pernah bertemu dengan orang ini., dan siapa yang sudah tega membunuh dan meninggalkan mayat-mayat mereka terlantar di sini.,. ??? "


Dawung mengejar Aryo dengan berbagai pertanyaan.,.


" mereka semua keluarga Nandar., yang di bantai oleh orang bertopeng di desanya dan hendak di bakar maka dari itu seseorang membawanya kesini untuk di makamkan dengan layak., Mengurus jenazah itu dari memandikan hingga menguburkan perlu diketahui setiap muslim. Hal ini karena mengurus jenazah bersifat wajib bagi seluruh atau sebagian orang di sekitarnya saat mereka masih hidup., jadi sudah kewajiban kita untuk mengurus jenazah mereka paman., dan tolong Bisno panggil., paman Nandar dan putrinya kemari serta ajak warga yang kebetulan lagi tidak sibuk., sama satu lagi., tolong minta pada istriku 8 Lembar kain putih..,oh iya Bisno bawa sekalian sama pacul buat mengali tanah" pinta Aryo pada Bisno.,


mendengar permintaan Aryo Bisno langsung berlari menuju kediaman Ki Along..


Sedangkan Aryo dan Dawung mulai membilas satu per satu para jenazah itu.,


"Assalaam u Alllai kum" Bisno memberi salam dengan nafas ngos-ngosan.,


" Maaf tuan., Aryo meminta saya mengajak Tuan dan putri Nandar untuk ketepi hutan di ujung kampung Tuan., " mendegar suara Bisno Rindi dan Marini keluar dari dalam menemui Bisno..


"Subhanallah sungguh sempurna makhluk ciptaan mu ini yaalah" Tanpa sadar keluar begitu saja dari bibir Bisno saat pertama kali melihat Marini yang membuat Marini tertunduk malu..


"Bisno!!! " Delik Rindi pada Bisno yang membuat Bisno senyum senyum kecil...


"Ada apa di sana Bisno..,!!?? " Tanya Ki Along sedikit tegas.,


Bisno yang tidak ingin membuat semuanya panik..


"Hanya untuk melakukan kewajiban kita sebagai umat islam Tuan., dan Aryo juga meminta 8 lembar kain putih..,Maarini., Ajak Ayahmu sekalian.., " Bisno tergagap ketika menyebut nama Gadis itu., Rindi yang sadar jika bisno menyukai Marini hanya senyum-senyum saja sambil berlalu kedalam menyiapkan Kain putih yang di minta suaminya..


"Baiklah saya siap-siap Dulu.. " ujar Ki Along


"Baiklah Tuan saya juga mau mengajak warga yang lain... asalamualaikum" Bisno langsung bergegas ke pemukiman warga tapi dia masih sempat menoleh ke arah Marini yang tertunduk malu.. Dengan semangat Bisno kembali berlari ke arah perumahan warga dan mengabarkan segalanya tentang permintaan Aryo.,.


sedangkan Ki along .,Nandar., Lindra serta Marini nampak sudah siap-siap pergi untuk ke ujung kampung tempat di mana Aryo menunggu mereka...


Ratusan warga desa datang bersama Bisno dan kemudian bersama-sama ke Arah Tepi hutan tidak lupa pula dari mereka ada yang membawa cangkul..


yang membuat Ki Along sedikit bingung.,


saat mereka semua tiba di Tepi sungai..


Mereka semua sangat terkejut melihat jejeran 8 jenazah., yang sudah di bersihkan dari darah yang telah mengering., kini wajah mereka telah jelas terlihat.,


Marini.,Nandar dan Lindra., yang mengenal deretan jenazah itu langsung berlari dan memeluk dengan tangis yang mengiba..


"Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh., Seperti yang sudah diketahui, ajal bisa menimpa kapan dan kepada siapa saja setiap saat. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk mengurus jenazah, jika ada orang yang meninggal dunia.. maka mari kita sama-sama.. megurus jenazah ini., Seno.. coba ukur panjang tubuh Masing-masing jenazah dan buatlah lubang sepanjang itu..untuk yang ibu-ibu.. tolong bantu membersihkan jenazah perempuan nya... "


selesai memandikan dan memakaikan kain kafan merekapun melaksanakan shalat jenazah. dan segera menguburkan jenazah-jenazah itu di liang kubur yang telah di sediakan.,


itulah kali pertama mereka mengurus orang yang sudah meninggal secara Islam.,


sedangkan Nandar Lindra dan Marini., yang merasa di anggap saudara oleh semua warga merasa terharu..


dan tidak menunggu waktu lama mereka bertiga berikrar untuk memeluk Islam.,