
Nandar., dan lindra tampak duduk tepaku di samping tubuh Marini yang belum juga sadarkan diri.,
sesekali Nandar menyeks air matanya karena mengetahui istri dan putranya telah dibunuh dan di tambah lagi dengan kondisi putrinya yang sangat menyedihkan., Dia sama sekali tidak menyentuh hidangan yang di suguhkan Ratmi istri ki Along.,
" apa yang sebenarnya terjadi.,!!?? " Tanya ki Along dengan prihatin melihat kondisi mereka bertiga.,
"Selepas dari sini kemarin., ki palangi menyuruh kami mencari., penginapan.. tapi tidak begitu lama dia keluar dari dalam kamar dan menyuruh kami membereskan semua barang dagangan yang kami bawa., kamipun langsung pulang malam itu juga., Begitu sampai di Lembo., kami langsung pamit pulang., dan Tiba-tiba saya melihat seseorang berlari ketakutan dan ternyata dia putri saya.., katanya warga desa kami di bantai orang-orang bertopeng., karena melihat ketakutan putri saya., akhirnya kita memutuskan untuk melarikan diri., kami tidak punya tujuan Tuan., kami sudah banyak mendengar tentang sepak terjang Tuan Ki Along., maka dari itu kami ingin meminta perlindungan Tuan., saya takut.. mereka pasti masih mencari putri saya karena melihat perbuatan mereka..Tolonglah kami Tuan.. " Ujar Nandar dengan linangan air mata., dan langsung bersimpuh di kaki Ki Along.,
Ki Along langsung menahan tubuh keduanya yang hendak bersimpuh...,
dengan tersenyum ki along mengenakan keduanya.,
"Kalian tidak perlu bersimpuh kepada saya. , yang patut kalian sembah adalah sang Pencipta., kalian boleh tinggal di sini selama yang kalian mau., " ujar ki Along dengan lembut meskipun wajahnya terlihat garang., Rindi dan Ratmi turut senang mendengar kata bijak suaminya.,
"Asalamualaikum., " Suara salam yang di ucapkan Aryo dan Dawung secara bersamaan.,
"Waalaikumsalam.. Sudah pulang syang" Jawab rindi sambil menyongsong suaminya di depan pintu dan mencium punggung tangan suaminya dengan senyuman yang selalu merekah.,
yang membuat iri siapa saja yang melihatnya betapa mesranya hubungan suami istri itu.,
Aryo dan Dawung yang baru tiba segera duduk di samping ki along., yang ikut menunggui Marini yang belum juga sadarkan diri..
"Tadi di kota Lembo., saya banyak melihat wajah-Wajah baru berkeliaran sekitar pasar dan Dermaga., sepertinya merekalah yang sedang mencari putrimu..??? " Ujar Dawung dengan datar tanpa Expresi.,
mendengar makin gemetar lah Nandar dan lindra terlihat jelas dari wajahnya yang langsung memucat....
"Tenang paman,. paman aman di sini., setelah kejadian 2Hari yang lalu mereka pasti akan berpikir dua kali untuk datang kemari., tidak perlu takut ada Allah SWT yang senang tiasa melindungi kita., " Ujar Aryo meyakinkan Nandar dan lindra yang nampak ketakutan.,
Tiba-tiba saja,. Marini siuman dan lAngsung melompat kepelukan Ayahnya.,
"Ayaaaaah.., saya taakut Aayah mereka mbunuh kakak dan ibu... Hu... hhuuu " Suara serak Marini bercampur dengan isak tangis..
melihat ketakutan Marini., Ratmi segera menghampirinya dan membelai lembut kepala Marini..
"Jangan takut Nak.. Sekarang kamu sudah aman... Ayo sini.. " Ujar Ratmi lembut seraya membawa tubuh Marini kedalam pelukannya.,
kehangatan pelukan Ratmi. , mampu meredam tangis Marini seketika.. setelah ingatannya kembali pulih.. dengan masih sesenggukan.,
"Terima kasih., nyonya., tuan nona.. karena sudah sudi menolong kami., ".. ujar Marini sendu.,
" Jangan sungkan.. kamu bisa memangilku Ibu., dan ini Rindi kakakmu... yang itu ayah" ujar Ratmi sambil menunjuk Rindi dan ki along.,
"Terima kasih banyak bu... kak. , ayah..! " Marini sudah mulai bisa tenang., meskipun air matanya terus menetes.,
" Di rumah ini Ada satu kamar kosong.. kamu bisa tidur di situ nak.., sedangkan untuk kalian berdua bisa tidur di rumah samping.. nanti Dawung yang akan menunjukkannya., kalian tidak perlu sungkan anggap saja rumah sendiri., Dawung. tunjukan kamar mereka., sepertinya mereka butuh istirahat.. "Titah ki Along..
" Baik Tuan.. mari ikut saya..??? " jawab Dawung lalu berdiri di ikuti Nandar dan Lindra.,
"Marini., mari kedalam., kamu pasti belum mandi., nanti kamu bisa memakai baju saya buat gantian.., kebetulan saya banyak memiliki baju- Baju yang kekecilan gara-gara ini" ujar Rindi dengan senyum manisnya sambil mengelus perutnya.,.
"Terima kasih Kak.. " Ujar Marini yang seketika tersentuh dengan kebaikan dan ketulusan hati Rindi..