PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
KERAJAAN


Arisha terus berjalan sambil mengamati setiap sudut Dataran batu gaping, tidak ada sedikitpun yang menaruh curiga kepadanya hanya karena dia seorang perempuan., waktu Shalat Ashar sebentar lagi mau tidak mau dia harus mencari tempat yang aman untuk shalat.,


"Permisi,. di mana saya bisa mendapatkan tempat untuk istirahat.? Atau penginapan? " Tanya Arisha pada seorang warga yang lagi asik menganyam jaring,.


"Maaf, Non di sini tidak ada penginapan., Tapi kalau Non mau tinggal atau sekedar mampir untuk beristirahat., di tepi hutan sana Ada gubuk yang sudah tidak terpakai tapi masih layak di huni, pemiliknya yang lama sudah pindah tinggal dalam istana Ratu Zalitun., kalau Non mau? Non bisa tinggal di sana., " Ujar bapak itu sambil menunjuk Arah tepi hutan.


"Di mana saya bisa menemui pemiliknya untuk izin tinggal di gubuk itu? " mendengar pertanyaan Arisha yang sama dengan pertanyaan orang-orang yang pertama kali datang ketempat itu bapak itu hanya tersenyum ramah.,


"Non tidak perlu meminta izin, semua yang berada di tempat ini milik sang Ratu zalitun jadi saat nona sudah bayar pajak berarti nona bebas menempati bangunan kosong di tempat ini., " Mendengar penjelasan bapak itu Arisha mengangguk-ngangguk saja tanda mulai sedikit paham dengan apa yang terjadi di tempat itu


"Baiklah kalau begitu., Terima kasaih banyak pak saya permisi kesana" Pamit Arisha lalu melangkah pergi meninggalkan bapak itu menuju gubuk yang tadi ditunjukkan oleh bapak itu., setelah memeriksa keadaan gubuk yang masih bersih dan terawat Arisha lalu melakukan shalat Ashar dan Lail shalat dlam bentuk sendal., Setelah shalat Arisha membuka jendela sambil mengamati tepi hutan.,


"lail tempat ini memang sunguh Aneh.,Tempat ini di penuhi iblis., yang berkeliaran hampir di semua sudut tempat ini., " Ujar Arisha sambil melihat dari jendela gubuk yang mereka tempati.,Di ujung kampung


" Non, Mereka semua penghuni hutan mati yang membuat wilayah ini tak pernah kehabisan stok makanan., Saya sungguh tidak menyangka peradaban mereka ikut maju pesat mereka memang peniru yang handal.,!? " Ujar lail yang masih dalam bentuk sendal


"Apa maksudmu paman?" Lail tersenyum mengetahui ketidak tahuan tuannya.,


"Kami Bangsa jin kebanyakan meniru apa yang manusia lakukan., seperti halnya sistem pemerintahan Yang pertama kali Aryo perkenalkan Di Sanggula, ternyata mereka dengan cepat belajar hanya dengan cara yang salah., dalam hal pengaturan kekuasaan" Ujar Lail.,


"Tapi Abi tidak pernah bercerita tentang kerajaan., jadi saya juga merasa aneh tentang apa itu kerajaan seperti yang terjadi di tempat ini., kerajaan batu gaping., sungguh ini hal yang baru pertama kali saya. dengar., " Ujar Arisha yang benar-benar tidak mengerti tentang arti kerajaan.,


"Saya pernah iseng bertanya pada Tuan Abiyan., Tentang kerajaan ternyata selain pandai Abiyan juga Ahli dalam sejarah., dia menjelaskan kepadaku jika kerajaan ada sebelum islam ada di muka bumi ini di mana kekacauan antar wilayah sering terjadi saat itu maka mereka membuat suatu sistem yaitu Sistem monarki berarti jenis kekuasaan politik di mana raja atau ratu sebagai pemegang kekuasaan dominan kerajaan Menurut para pendukung monarki, mereka berpendapat jika kekuasaan yang dipegang oleh satu tangan lebih efektif untuk menciptakan suatu stabilitas di dalam proses pembuatan kebijakan., Maaf kalau salah saya hanya mengulang apa yang Abiyan sampaikan kepadaku., "Mendengar ucapan Lail,. Arisha seketika termenung memikirkan sistem itu kenapa Ayahnya dengan ribuan penduduk tidak membangun sistem itu Di Sanggula.,


" Jika Ada umur panjang saya akan mengusulkannya pada Abi untuk membangun sistem pemerintahan lebih besar lagi di sanggula" ujar Arisha sambil terus menatap kedalam hutan yang membuatnya penasaran dengan banyaknya hewan liar yang berkeliaran.,


"Sebenarnya sistem itu sudah berjalan sejak kakek Non Arisha masih hidup hanya saja tidak teraarah.," Arisha hanya tersenyum mendengar penjelasan Lail.,


" Lail., mari kita ke dalam hutan itu saya sungguh penasaran dengan apa yang ada di dalamnya" Ujar Arisha sambil berjalan keluar lalu masuk kedalam hutan.,


"Hati-hati Non? " Arisha tidak menjawab peringatan Lail dia terus melangkah masuk melewati kerumunan hewan liar yang nampak sangat jinak., seolah hewan-hewan itu mengerti mereka di ciptakan untuk di santap., Arisha terus masuk juah lebih dalam melewati tebing-Tebing dan gua-gua kecil.,


semakin dalam Arisha masuk semakin gelap hutan itu karena pohon pohon yang daunnya rimbun menghalangi sinar matahari masuk ke dalam., Arisha menyadari jika sejak tadi gerak geriknya ada yang mengawasi.,


"Hai manusia apa yang kamu cari ke dalam hutan ini bukankah semua yang kalian butuhkan telah tersedia di luar hutan ini? " Tanya Mahluk itu dari atas sebuah pohon tinggi


"Maaf saya tersesat., Saya lupa jalan saya pulang makanya saya sampai di tempat ini? " Ujar Arisha beralasan.,


"Hm kamu sudah melewati batas yang di berikan Ratu kepadamu! kamu telah memasuki lembah kematian'' ujar mahluk yang ternyata jin botak penjaga hutan itu.,


" Saya cuma di larang berkeliaran di sekitar istana Ratu bukan di dalam hutan!? '' ujar Arisha


"owh berarti mungkin saja dia lupa memberitahu kamu tentang larangan masuk kedalam lembah kematian., Atau mungkin Ratu segaja mengirim mu kemari untuk tumbal! " Arisha hanya tersenyum mendengar kata Tumbal dari jin Botak itu.,


"Heh jin botak., Kalau saya yang dikirim jadi tumbal sepertinya menarik juga!!? " mendengar Arisha memanggilnya Jin Botak maka terkejut lah jin botak itu.,


" Bagaimana kamu bisa lihat wujudku? " Ujar jin itu dengan keheranan padahal dia sudah berubah menjadi kakek-kakek memakai tongkat., . lalu diapun berubah sesuai bentuk. aslinya jin Berkepala botak


"Saya hanya tersesat maaf saya akan segera kembali!? " Ujar Arisha sambil hendak berbalik pergi., namun jin botak itu tiba-tiba saja sudah berada di depannya.,


"Siapapun yang masuk sampai ketempat ini harus mati di sini! ? " Ujar jin Botak itu.,


"Heh baram apa yang akan kamu lakukan? " Ujar Lail yang tiba-tiba Keluar dari sendal Arisha., Melihat Nar Bhun,. Baram jin botak itu seketika memeluk Lail.,


"Nar Bhun, Saya sungguh merindukanmu., meskipun semua penghuni hutan mati menganggapmu penghianat tapi bagi saya kamu adalah panutan., " Ujar Baram sambil tetap memeluk Nar Bhun atau Lail.,


Arisha hanya berdiri di samping lail dan Baram yang saling melepas Rindu.,


"Baram ikulah denganku biar saya tunjukkan di mana sepatutnya kita berada? " ujar lail


"Ratu pasti Akan membunuhku jika Ratu tau saya meninggalkan hutan ini? saya sungguh tidak berani., sebelum jin lainnya terbangun sebaiknya kalian lekas tinggalkan tempat ini" ujar baram sedikit berbisik.,


" Kalau kamu berubah pikiran saya dan tuan saya tingal di gubuk di ujung hutan ini., datanglah kalau kamu sempat.,? " Lalu begitu saja mereka menghilang dan kembali ke gubuk.