
"Abi.,Situasi Sepertinya sudah membaik, Abiyan mau pamit?Abiyan ingin mengembara melihat dunia luar siapa tau ada ilmu yang bisa Abiyan pelajari di luar sana untuk kemajuan Kesultanan kita ini? " Ujar Abiyan dengan pandangan menerawang jauh melintasi samudra.,
"Biyan Dunia luar tidaklah seindah dan seramah apa yang kita pikirkan,.Dunia luar sangat kejam!? " Ujar Arisha menimpali., Mendengar celoteh Arisha,. Abiyan tersenyum simpul.,
"Itu karena kakak tidak memiliki perinsip., Kakak hanya menilai dari segi pandangan kakak sendiri.,! " Ucapan abiyan kembali di sela oleh Arisha.,
"Memangnya Prinsip Adik apa? "
"Prinsip Abiyan., Dimana langit di junjung di situ bumi di pijak!? " Ujar Abiyan dengan mantap
"Maksudnya Apa? " Tanya Arisha sambil mengerutkan dahinya.,
"di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'. Kata tersebut mengandung arti bahwa seseorang sudah sepatutnya mengikuti atau menghormati adat istiadat yang berlaku di tempat di mana dia berada., termasuk menghormati kepercayaan yang mereka anut dan itu bukan berarti kita mengikuti kepercayaan mereka hanya sebatas menghargai.,!? " Tandas Abiyan sedangkan Arisha hanya manggut-manggut dan Aryo nampak tersenyum mendengar perdebatan kedua Putra putrinya,
"Abiyan memangnya Tujuan kamu kemana Nak? " Tanya Sultan Aryo kemudian
"Abiyan Belum tau kemara tujuannya Abiyan hanya mengikuti kemana Angin membawa Abiyan pergi,. Sebab takdir yang akan menentukan titik Akhirnya!? " jawab Abiyan seadanya.,
"Apa kamu Akan pergi sendiri? " Tanya Sultan Aryo.,
"Tidak Bi, Arfan ikut bersama saya, Dia lagi izin sama kedua orang tuanya., Oh iya Umi di mana Bi?" ujar Abiyan sambil celingak celinguk mencari sosok ibundanya.,
"Dia Ada di belakang lagi siram tanaman sekalian olaraga katanya? " Jawab Sultan Aryo sambil senyum tipis.,
"Asalamualaikum, Umi? " Ujar Abiyan lembut
"Waalaikumsalam Nak!" Tukas Rindi sambil memeluk tubuh Anaknya dan menciumnya.,
"Umi, Abiyan hendak pamit, mengembara mengikuti kemana Arah Angin membawa Abiyan.," Ujar Abiyan masih. dengan suara lembut,.
"Nak, kamu sudah besar,? Sudah saatnya kamu menentukan langkah kelak di manapun kamu berada kamu harus ingat dari mana kamu berasal,. Umi hanya melahirkan kamu tapi langkah dan tujuanmu kamu yang menentukannya sendiri,. Baik Ataupun Buruk Umi pikir kamu sudah bisa membedakannya.,? " Ujar Rindi sendu sambil mengusap kepala Abiyan.,
"Abiyan Akan selalu ingat semua pesan Umi,. Kelak Jika Umi Rindu pada Abiyan,. Cium liontin jiwa kalung ini Abiyan pasti Langsung datang! " Ujar Abiyan sambil menyerahkan sebuah kalung berliontin berbentuk hati setengah., sebab yang sebelahnya telah di berikan pada Arisha kakaknya., Rindi meraih kalung itu dan memasang di lehernya., sambil menatap putranya dengan pandangan cinta seorang ibu., yang harus rela melepas kepergian putranya.,
Dengan kapal Abiyan dan Arfan mengarungi samudra yang luas,. Dastan dan Masauth yang hendak ikut., di tolak dengan halus oleh Abiyan.,
"Tuan Bawalah kami berdua menyertai Tuan kemanapun Tuan pergi!? " Ujar Masauth Dan Dastan yang ikut menatap harap pada Abiyan.,
" Kalian berdua punya Tanggungjawab besar terhadap Prajurit dan seluruh rakyat kalian yang harus kalian pertanggung jawabkan kelak di depan Allah SWT., " mendengar ucapan Abiyan mereka tersadar jika mereka berdua adalah Raja di wilayah mereka masing-masing.,
"Baiklah Tuan jika suatu saat kami butuh pencerahan dari Tuan bisakan kami mengunjungi Tuan!? " Lanjut ujar Masauth
"kapanpun jika kalian mau datang silahkan asal jangan melalaikan tanggungjawab yang sudah kalian emban!? " Ujar Aryo tegas.,
"Siap Tuan!! " Ujar kedua Raja jin itu dengan semangat dan senyum terpatri di bibir mereka berdua.,