PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
GERAKAN CEPAT Bagian 2


"Hentikan!!!! ., Urusan kalian sama saya bukan sama mereka., Lepaskan mereka kita selesaikan secara jantan!?? " Bentak Ki Along Tak kala tiba di dusun Bawah., dan menyaksikan Padri di siksa dan berapa warga lainnya.,


"Akhirnya kita ketemu juga Along., cuma sayang sekarang kamu tidak lebih dari seekor ayam sayur., " Ujar Ranca jumawa..


Anak buah along yang kesal mendengar ejekan lawan-lawanya...,


langsung menyerang Anoi dan Antek-anteknya.,.


kemampuan beladiri anak buah Ki along memang agak lumayan saat berhadapan dengan Anak buah Anoi, Ranca dan maja., tapi saat menghadapi salah satu dari mereka bertiga., mereka. tidak ada apa-apa nya....


Hiyaaaaaaaaaa


pukulan yang di layangkan angota Ki along., dengan mudah di tepis dan di balas dengan tendangan., memutar.,


satu persatu anak buah Ki along tumbang.. ,


hingga tersisa Ki along seorang diri.,


Anoi melesatkan tendangan ke arah Ki along namun masih. dengan mudah di hindari., walaupun Ki along sudah tidak punya tenaga dalam tapi kelihayannya berkelahi masih hebat., namun untuk menghadapi Ranca.. saat ini Ki along bukanlah tandingannya terbukti cuma dengan dua gerakan Tubuh Ki along sudah tersungkur


hiyaaaaaaaaa


bughhhhhhh


Tendangan Ranca bersarang tepat di dad Ki along.,


"Ki Along., kau berlindung di belakang menantumu., tapi sayang dia tidak ada di sini.. hahahahaha.. mampuslah kau along... " Ujar Anoi sambil mengayunkan pedangnya hendak menebas leher ki Along.,


Untuk kali ini Along pasrah menerima takdir.,


Sedikit lagi mata pedang menebas leher ki along.,


Trinkkkkkkkkkkkk


ctasssssssh


Tiba-tiba sebuah beda melesat cepat menghantam pedang Anoi dan patah menjadi dua.,


Anoi kaget dan mundur beberapa langkah..


''Hei siapa di sana yang berani ikut campur. " ujar Anoi dengan suara bergetar..


"akh kalian lagi., Entahlah hati kalian itu terbuat dari Apa???'' suara serak seorang laki-laki memakai cadar.... yang tiba-tiba muncul di samping ki Along.,


melihat siapa yang barusan menyerangnya., spontan wajah Mereka bertiga jadi pucat pasi...,


Untuk menutupi kegugupannya., Ranca berseru keras.,


"Heh kalian semua bunuh dia... cepat..!!??? '' perintah Ranca.,


spontan serentak mereka menyerbu Lelaki bercadar itu...


whusssssh


bughh


serangan tendangan dan sabetan pedang mereka dengan mudah di elakan oleh orang bercadar dan hanya satu gerakan saja penyerangnya masing-masing menerima satu pukulan super cepat..... mereka semua tersungkur dan memegang dada menahan sakit.,


Ranca., Anoi dan maja., melihat semua anak buahnya terkapar di tanah.. dengan darah yang keluar dari mulut mereka., spontan menjadi sedikit panik.,


"Ranca kau begitu yakin jika menantu ki along., adalah orang bertopeng itu.,. ternyata dugaanmu salah ranca....!? " Ujar Anoi mulai panik.,


"Akh sudah kita serang saja bersamaan. ,!! " Ujar Ranca seraya mengeluarkan goloknya


hiyaaaaaaaaaaaaaa


Whusssssh


trankkkkkk bughhhh..


mereka serentak menyerang orang bercadar itu., dari segala penjuru., namun orang bertopeng itu melompat beberapa tombak dan melancarkan pukulan dengan tenaga dalam kearah mereka bertiga. ...


Whusssh


brakkkkkkk


dashhhhhh


hawa panas tidak mengenai tubuh mereka tapi mampu membuat tubuh mereka mental beberapa meter..


Agh Hhhhh


Rintihan mereka menahan sesak dalam dada..


Orang bertopeng itu., tidak mendatangi mereka yang terkapar., tapi menunggu di samping ki along yang luka dalam.,


Membaca situasi yang tidak menguntungkan buat mereka...


"sebaiknya kita mundur saja., jika terus melawan sama saja kita menyetor nyawa., " Ujar Anoi sambil mengurut dadanya yang terasa sangat sakit...


"saya juga merasakan demikian Anoi.. Sepertinya dia bukan tandingan kita... Ayo segera tinggalkan tempat ini.,.. " Ujar maja menimpali.,


dan Ranca pun memberi isyarat pada pasukannya untuk kabur.. dari tempat itu


sedangkan orang bercadar itu tak bergeser dari tempatnya berdiri.,.


Akhirnya Ranca., Anoi dan Maja mundur ke arah dermaga dengan wajah pucat pasi., di ikuti dengan semua anak buahnya...


Orang bertopeng itu merengkuh bahu Ki Along dan mengalirkan hawa positif., berlahan aliran darah Ki along mulai sempurna..


Namun baru saja Ki along hendak mengucapkan terimakasih orang bertopeng itu telah hilang lenyap tak berbekas....