
Azabil Terlihat duduk Diatas singasana yang biasanya di duduki oleh Ratu Zalitun,. Dia nampak gelisah menunggu kabar dari Putra putrinya yang langsung turun tangan mempersiapkan segala sesuatunya mengingat waktu yang mereka miliki tidak banyak lagi,. Beberapa saat kemudian Satu persatu Para Putra kegelapan memasuki Ruangan bersama para punggawanya masing-masing,.
"Tuanku Penguasa kegelapan, semua Sudah beres, kita tinggal menunggu datangnya Saat Posisi matahari bulan dan bumi berada dalam satu garis yang sama!? " Ujar Raja Zalan ketika semua Pungawa Raja dan Ratu telah duduk dan Suasana menjadi Hening,. mendengar laporan Raja Zalan AZabil hanya mengangguk
"Hmmmmm Bagus,. kalian memang tidak pernah mengecewakan saya, Dan kamu bakalan bagaimana persiapan di hutan kematian!? " Mendengar Namanya di sebut Bakan langsung berdiri dan sedikit membungkukkan badannya.,
"Ampun Tuanku Seperti yang Tuan perintahkan Semua Sudah beres saya kerjakan Dan Semua Para iblis sudah berkumpul di sana!? " Ucapan bakalan membuat Azabil tertawa keras
"Ha ha hahahahahaha!!!!! Sebentar lagi dunia akan ada dalam kendali kegelapan, Bagai mana dengan pasukan Apa semua sudah Siap!? " mendengar pertanyaan Azabil Seluruh Raja dan Ratu Saling pandang karena mereka Sudah kekurangan pasukan akibat banyaknya pasukan mereka yang beralih keluar dan memilih ikut dalam kekuatan Kesultanan,.
"Ampun Tuanku,Sesungguhnya kita kekurangan banyak pasukan, Akibat seringnya kita mendapatkan kekalahan Apalagi Saya pasukan Saya sebagian besar telah di rebut Oleh Sultanah Arisha yang sekaligus merebut kerajaan Tanjung hira dan merubahnya menjadi Kesultanan" Sejenak Azabil terdiam mendengar laporan Raja Walan.,
"Kita Harus mencari lebih banyak Bala bantuan dengan waktu yang sedikit ini,. Apa kalian punya masukan kira-kira di mana kita bisa mendapatkan Tambahan pasukan!? " Ujar Azabil sambil memandang satu per satu Para Raja dan Ratu,.
"Sepertinya Saya tau solusinya Tuanku, Kenapa kita tidak minta saja Pasukan Dunia Tengah untuk ikut membantu kita, kalau mereka menolak kita bisa memaksa mereka!? " Azabil seketika menatap tajam kearah Raja Zalan Dengan Suara bergetar Azabil menghardik Raja Zalan,.
"Zalan, Jangan berbicara sesuatu yang sungguh tidak masuk akal,! Bagaimana mungkin kita mampu memaksa Pasukan Dunia Tengah, Mereka terlalu tangguh untuk kita hadapai saat ini!? " Sebaliknya Mendengar Suara Azabil yang bergetar keras giliran Ratu Zalitun yang kemudian Berdiri sambil mengacungkan Belati Mutiara hitam,
"Tuanku yang Agung, Dengan belati ini kita bisa memaksa mereka tunduk pada perintah kita, kehebatan belati Mutiara hitam ini, Sudah saya dan Raja-raja yang lainnya saksikan jika belati ini mampu melukai mereka!? " Azabil langsung tersentak ketika melihat belati Mutiara Hitam itu bagaimana tidak belati itu Sangat sakti mandraguna mampu membinasakan Siapa saja Jin terhebat sekalipun akan bergetar bila berhadapan dengan belati itu.,
"Dari mana Kamu mendapatkan belati Mutiara hitam itu,Belati itu Dahulu kala Milik Khorus iblis penguasa ketakutan dia salah satu iblis yang di segani di jagad raya ini, Dia juga yang mampu mengalahkan Ifrit hinga dia lari dan bersembunyi, Setauku belati itu Khorus berikan Pada putranya Raja Abadon Seorang Iblis yang kesaktiannya Sungguh luar biasa tidak berbeda jauh dari Ayahnya!? " Ujar Azabil mengenang kembali bagaimana hebatnya Belati Mutiara hitam itu dengan tersenyum Ratu Zalitun kembali berucap
"Tuanku, Semua ini Karena Kepintaran Ashor mengelabui Sultan Aryo sehingga dengan mudahnya dia memberikan begitu saja Belati sakti mandraguna pada orang lain tanpa memikirkan efek dari perbuatannya,.!? " Ujar Ratu Zalitun sambil memandang ke arah Ashor,. dan langsung melangkah menuju Azabil sambil menyerahkan Belati Mutiara Hitam itu,.
"Hahahahahahahaha!!! Dengan belati Ini kita bisa menguasai Dunia Tengah, Kumpulkan beberapa Orang yang memiliki ilmu kanuragan tinggi, Saya yang akan Turun langsung memimpin Mereka memaksa Pasukan Dunia Tengah untuk ikut membantu pasukan kita menyerang pasukan Kesultanan!? " Titah Azabil Pada Ratu dan Raja yang Ada di situ dengan tawa yang membahana.,