PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
KISAH


"Asalamualaikum" Sapa Aryo ketika melewati Dawung dan Beberapa orang lainnya yang sedang ngobrol.,


"Walaikumsalam" Jawab mereka serentak., Dawung yang memang sudah panik sejak Aryo dan bisno pergi berdua saja ke Kota., langsung menarik tangan bisno.,


sedangkan Aryo langsung pergi begitu saja menuju Rumah Utama.,


"Apa yang terjadi disana.??, apa ada yang menghadang kalian??., Atau gangguan yang sejenisnya??? Ada Apa dengan Aryo kenapa wajahnya datar begitu tidak seperti biasanya.,?? " Dawung menjejali bisno dengan berbagai pertanyaan., Bisno terlihat seperti orang linglung.,


"Saya sungguh tidak tau apa yang terjadi., Saya dari sejak Masuk magrib Tuan Aryo menyuruh saya menurunkan Layar., Ombak yang lumayan cukup besar Saya rasa sangat sulit buat berdiri untuk sholat., Namun saya di buat tercengang., Saat Tuan Aryo selesai mengumandangkan Azan., Ombak seperti tersihir hilang seketika., tidak sampai di situ saja., Saat kita sudah sandar di Dermaga kota Lembo.,saat kami sudah turun dari kapal..tiba-tiba Tuan Aryo memintaku untuk membawa kapal berlabuh jauh dari Dermaga" Tiba-tiba Dawung menyela ucapan Bisno


"terus. kamu membiarkan Aryo pergi seorang diri" ucapan Dawung geram.,


"Bukan begitu paman Dawung Saya sudah memaksa untuk pergi bersamanya., Tuan Aryo tetap pada perintahnya yang pertama., karena melihat sorot mata Tuan Aryo terasa lain., Sayapun bersedia membawa kapal berlabuh jauh dari Dermaga., " Bisno terhenti sejenak mencoba mengumpulkan kembali sisa ingatannya.,


"Terus Apa yang terjadi., Bisno???., " Dawung dan yang lainnya Nampak begitu antusias mendengar lanjutan cerita Bisno.,.. karena Bisno masih belum melanjutkan ceritanya malah terlihat seperti orang melamun.,


"Heh Bisno terus apa yang terjadi. !! " Ucap Dawung., semakin tidak sabaran., Bisno tersentak


"Pada Akhirnya saya menuruti perintah Tuan Aryo., sambil tetap mengawasinya dari Atas kapal., lama Aryo berdiri di ujung Dermaga melihat saya memindahkan kapal., saya bingung dengan perintah Tuan Aryo., samar-samar dari kejauhan.. saya melihat Aryo berjalan menjauh dari Dermaga.,sepeninggal Aryo. Dari Dermaga saya melihat Ada Dua orang berbadan tinggi besar nampak berdiri dan mengawasi kapal kita., Sejenak saya mulai bimbang., akan keselamatan Tuan Aryo.,tapi tiba-tiba saja Rasa ngantuk menyerang saya rasa ngantuk itu begitu., hebat hingga tidak bisa saya lawan.,Dan saat bangun Kita sudah sandar Di Dermaga Desa Sanggula., sungguh Saya benar-benar tidak paham., akan apa yang terjadi., akhhh sungguh kepalaku pusing memikirkannya " Ujar Bisno sambil memijat kepalanya., sedangkan Dawung dan yang lainnya nampak Antusias menyimak semua cerita Bisno.,


"Jangan-jangan Aryo lah orang bertopeng yang memiliki kepandaian tinggi yang meninggal kita di Dermaga tempo hari., " Seseorang berguman tapi masih jelas terdengar oleh mereka yang ada di situ.,


"Bisa jadi., sebab dari sikap tenangnya dalam menghadapi setiap masalah., salah satu bukti juga kalau Aryo lah di balik orang bertopeng yang menolong kita itu. . " ujar salah seorang yang lainnya menimpali., Dawung yang mendengar mereka Menduga-duga., menimpali


merekapun manggut-manggut., mendengar cerita Dawung.,


"Asalamualaikum., Rindi..!! " Aryo memberi salam dan memanggil istrinya.,


"Walaikumsalam., Sudah pulang nak..?? " Jawab ki Along yang kebetulan lagi minum kopi di ruang tamu.,


"Iya Ayah.. Rindi ke mana yah??? " Tanya Aryo


" Dia Ada di dapur.. " Ujar ki along.,


karena mendegar suara Aryo., Rindi keluar dari dapur.,


"Sudah pulang sayang...mangganya Ada?? " tanya rindi sambil mencium punggung tangan suaminya.,


"Alhamdulillah., Ada.. nih! " ujar Aryo sambil menyerahkan tas berisi mangga muda.,


Rindi nampak berseri-seri menerima itu., tampa menunggu lama lagi dia langsung mengupas dan memakannya dengan lahap.,


sementara Aryo., ki along dan Ratmi yang baru datang dari dapur hanya senyum-senyum saja melihat tinggkah rindi.,


Jangan Lupa like And coment yah biar Author smangat Nulisnya.,