PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
BIJAK


Sedikit lagi pedang penakluk iblis memutuskan leher Arisha., Namun Tiba-tiba sebuah pedang sudah tergenggam di tangan Arisha dan berhasil memangkis tebasan pedang iblis Ki Ranu Galang.,


Ranu Galang terpekik tidak menduga serangannya dapat di patahkan dengan mudah seorang gadis belia.,


" Oh, Rupanya kamu punya sedikit ilmu kanuragan., serangan tadi baru seujung kuku tingkat tenaga dalam yang saya pakai!?" Ujar Ki Ranu Galang meskipun sebenarnya Dia merasakan kekuatan besar Gadis muda itu., dan pedang yang ada di tangan Arisha nampak berkilau memancarkan sinar putih.,


"Kakek sebaiknya serahkan saja kepala kakekku itu Dan saya pergi dengan damai!" Ujar Arisha yang mulai kehilangan kesabaran.,


"Heh Anak ingusan bukan Hanya kamu yang akan saya habisi tapi seluruh keluargamu akan saya musnahkan dari muka bumi ini! ".Umpat Ki Ranu Galang dengan pedang dan tongkatnya diangkat ke Atas.,


" Silahkan saja jika kakek mampu., Memenggal kepala saya.,! " Arisha sudah mulai terpancing emosi


Mendengar ucapan Arisha Rany Galang segera melompat dengan Tebasan pedang yang di isi dengan tenaga dalam tinggi.


Hiyaaaaaaaaaa


whusssssssss


Trankkkkk


serangan demi serangan yang di lancarkan Ranu Galang dengan mudah di patahkan oleh Arisha., Gerakan cepat Ki Ranu Galang Ternyata tidAk Ada Apa-apanya di banding Arisha Kecepatan serangan Arisha di luar batas apa yang Ki Ranu Galang pilikirkan., Ternyata kecepatan serangan yang Arisha miliki jauh lebih tinggi di atasnya


whusssssssss


bughhhhhhhhh


aghhhhhhh


Sebuah pukulan Tangan kosong tepat mendarat di dada kiri Ki Ranu Galang, hingga dia terjengkang ke belakang dan mengerang menahan sakit.,


Arisha yang sudah tersulut emosi langsung melakukan serangan mematikan dengan mengayunkan pedang cahaya miliknya.,


Hiyaaaaaaaa


shetttttttttt


Tag...


sedikit Lagi pedang cahayanya menebas leher Ki Ranu Galang., Namun satu bayangan putih menerobos dan menghentikan tebasan pedang cahaya milik Arisha dengan menahan ujung pedang dengan dua jari.,


"Tapi dia telah membunuh kakek kita, coba kamu lihat kepala kakek yang terletak di atas meja sana? Dia pantas mati Abiyan setidaknya Dia menerima karma Tabur Tuai? " Ujar Arisha yang masih geram dengan perbuatan Ki Ranu Galang.,


"Saya tidak menyukai kekerasan karena ketika kekerasan digunakan untuk melakukan kebaikan, kebaikan itu hanyalah sementara, kejahatan yang dilakukannya permanen. jadi kakak salah jika untuk membebaskan keburukan dengan membunuhnya sebab semua itu tidak akan pernah berakhir satu kejahatan kita tumpas dengan pedang, maka akan lahir seribu kejahatan lainnya, Biarlah Allah SWT yang Akan menghukumnya sesuai apa yang Allah kehendaki" Ujar Abiyan dengan tenang


Arisha seperti terhipnotis dengan Ucapan Adiknya Dan dia sungguh merasa malu pada Abiyan yang meski umurnya masih sangat muda tapi kecerdasan yang di miliki nya mampu meredam emosi Arisha.,


"Astaghfirullah., saya berlindung kepada-Mu yaa Allah dari tipu daya setan yang terkutuk., " Arisha pun merasa lebih tenang.,


Ki Ranu Galang yang masih merasa heran dengan orang yang menolongnya., dan mengetahui bahwa penolongnya juga adalah putra Aryo., ki Ranu Galang yang Hatinya sudah tertutup oleh jiwa-jiwa Iblis tersesat., Memakai kesempatan itu untuk menyerang Abiyan dengan pukulan penghancur sukma., Abiyan yang sadar jika susah menyadarkan orang-orang seperti Ki Ranu Galang tentu telah mempersiapkan segalanya.,


Hiyaaaaaaaa


whusssssssss


kretaaaaaaak.


Pukulan tiba-tiba Ki Ranu Galang tepat mengenai mata pedang cahaya milik Arisha yang ada di tangan Abiyan., pukulan dengan tenaga dalam tinggi Ki Ranu Galang beradu dengan pedang cahaya hingga terdengar suara tulang yang putus., .


Aghhhhhhhh


Teriak Ki Ranu Galang sambil memegang Tangannya yang putus hingga sebatas siku.,.


"Ah ternyata cepat sekali Hukum Allah SWT., bertindak kepadamu kek?" Ujar Abiyan santai. Lalu Abiyan memegang pundak Ki Ranu Galang dan memusnahkan tenaga dalam milik Ki Ranu Galang yang akhirnya Ki Ranu Galang Terbaring tidak sadarkan diri.,


Ki Rekso yang tidak pandai berkelahi jadi pucat pasi..


"Gunakanlah hari tuamu untuk kebajikan, biar orang-orang Tau Kamu pernah hidup dimuka bumi ini.,? Ujar Abiyan sambil meraih kepala Ki along di Tatapnya sejenak Lalu Abiyan pun tersenyum menatap potongan kepala kakenya.,


" Ini kak., Bawa pulang cepat Nenek, Abi dan umi serta seluruh warga sedang menunggu kakak" Ujar Abiyan sambil menyerahkan kepala itu kepada Arisha.,


Arisha yang masih bingung hanya menerima kepala itu., Tampa mampu berkata Apa-apa.,


"Dek., Kamu pakai apa kesini?" Tanya Arisha namun jawaban yang dia dapatkan hanya kehampaan karena Abiyan sudah tidak ada di tempat itu.,


"Lail., Kemana Adikku pergi? " Lalu Arisha bertanya pada lail.,


" Saya juga tidak melihat kearah mana dia pergi Nona Arisha., dan sebaiknya kita segera pulang Ke desa sanggula.,