
Ratu Zalitun sedang duduk di singgasananya sambil merenung bgaimna caranya mencoba menaklukan wilayah sanggula.,
Tiba-tiba jin bertubuh gemuk tinggi muncul dan langsung berlutut di hadapan sangat Ratu.,
"Lapor Ratu, Baram menghilang entah kemana dia menghilang tampa jejak saya dan yang lainnya sudah berusaha mencarinya tapi sama sekali tidak ada yang berhasil menemuinya,.? " Ujar Bakalan jin penunggu hutan.
"Bakalan coba kamu telusuri kenapa sampai bisa dia menghilang., dan satu lagi kumpulkan semua punggawa hebat dan bawa mereka kemari!? " Titah Ratu Zalitun
"Tapi Tuan putri kalau boleh tau buat apa Tuan putri mengumpulkan punggawa hutan mati!? " ujar Bakalan yang merasa aneh dengan permintaan Tuan putrinya.,
" Tidak usah banyak tanya jalanjan saja perintah ku !! " ujar Ratu Zalitun dengan nada keras dan mata yang melotot.,
"ba.. ba.. baik Tuan Putri., saya akan mengumpulkan mereka secepat mungkin! " ujar Bakalan dengan gugup sambil menyembabh dan berlahan mundur lalu menghilang.
"Sangkala!!!! " Teriak Ratu Zalitun memanggil penasehatnya.,
mendengar namanya di panggil sangkala segera masuk dan memberi hormat pada sangat Ratu Zalitun.,
"Saya Ratu, siap menerima perintah? " ujar sangkala
"Kumpulkan semua petinggi kerajaan sekarang cepat!! " Titah Ratu Zalitun
"Baik Tuan Ratu! " Ujar sangkala sambil memberi hormat dengan membungkukkan badan dan berbalik keluar dari singgasana sang Ratu. selang beberapa saat kemudian sekumpulan orang baik dari bangsa Iblis dan manusia masuk., mereka semua memberi hormat dan duduk di tempat mereka Masing-masing.,
"saya berencana menaklukkan dataran sanggula apa diantara kalian ada yang mengetahui di mana letak wilayah itu? " Ujar sang Ratu ketika semua perangkat kerajaan telah duduk di tempat Masing-masing.,
"Maaf Ratu Sanggula adalah tempat di mana ayah sang Ratu Dahulu kalah perang? " Ujar Aruha panglima perang dari bangsa Iblis.,
Mendengar nama ayahnya Zalitun mengernyitkan dahinya karena ayahnya tidak pernah cerita soal sanggula kepadanya..
"Sangkala jemput Ayah dan Ibuku kemari? " Titah sang Ratu Zalitun,. sangkala langsung memberi hormat dan dengan segera melangkah keluar untuk menemui Maja dan nining yang tinggal di sebuah puri di tepi bukit yang di jaga ketat oleh bangsa Iblis dan manusia serta kehidupan yang serba ada kehidupan mereka berdua sungguh sangat istimewa.,
melihat kehadiran Walang seluruh
penjaga puri baik dari bangsa Iblis dan manusia memberi hormat pada Sangkala.,
"Ada Tuan silahkan masuk" Ujar kedua penjaga pintu sambil membuka pintu.,
Maja yang sedang bercengkrama dengan nining istrinya langsung menoleh kearah pintu yang terbuka dan melemparkan senyum ketika melihat sangkala masuk dengan menundukkan kepala.,
"Apa gerangan yang membawamu kemari Sangkala? " Ujar Maja dengan lembut dan diiringi dengan senyuman nining istrinya.,
"Maaf Tuanku mengganggu waktu istirahat Tuanku, Ratu Zalitun meminta saya untuk mengajak Tuan dan nyonya untuk ke singgasana Tuan Ratu, Sepertinya Tuan Ratu lagi Butuh Wejangan Tuanku? " Ujar Sangkala dengan badan di bungkukkan, mendegar permintaan Putrinya Maja lalu berdiri dan meraih lengan istrinya dan berjalan mengikuti Sangkala berjalan menuju ke singgasana Ratu Zalitun Putrinya.,
Saat Maja dan Nining masuk kedalam singgasana putrinya seluruh yang ada di dalam ruangan itu terkecuali putrinya serentak membungkuk memberi Hormat pada Maja dan Nining yang langsung melangkah duduk Disamping singgasana putrinya.,
"Maaf Ayah menganggu istirahat Ayah dan ibu., saya cuma mau tanya Apakah Ayah pernah dengar nama Daratan Sanggula!? " Ujar Ratu Zalitun ketika kedua orang Tuanya telah duduk di tempat khusus dalam Istananya.,
Mendegar pertanyaan putrinya sejenak Maja terdiam sambil menatap wajah putrinya yang sangat cantik dia teringat kembali akan kejadian di masa silam di mana mereka di buat tidak berdaya oleh Aryo menantu ki along.,
"Memangnya Ada apa dengan Sanggula putriku? " Tanya Maja
"Saya berniat untuk menguasai wilayah itu Ayah! " seketika Maja menelan ludahnya
"Putriku Dataran Sanggula memiliki satu kesatria yang bernama Aryo Damanta sebaiknya kamu pertimbangkan baik-baik sebelum bertindak? " Ujar Maja dengan suara berat kembali teringat bagaimana Aryo membuat kakinya remuk.,
"Nama itu sudah saya dengar dari khanzab., saya cuma ingin menguji seberapa besar kekuatan yang Aryo Damanta miliki, Yah hanya untuk dua Atau tiga jurus saja lalu kita bisa mengatur strategi., jika sudah mengetahui seberapa besar kehebatannya.,? " Ujar Ratu Zalitun dengan mengepalkan tangannya.,
"Ayah Bisa memberikanmu Rute perjalanannya., Kira-kira kapan kamu hendak melakukan apa yang telah kamu rencanakan? " ujar Maja sambil menatap serius wajah putrinya.,
"Lebih cepat lebih bagus Ayah., saya berencana besok Akan kesana? " mendegar rencana putrinya Maja lalu mengambarkan Rute yang menghubungkan Batu Gaping dan Sanggula., dan setelah Ratu Zalitun paham lalu dia mulai mengatur strategi.,
"Walarang,. Sumba kalian berdua ikut denganku bawa beberapa pasukan saja kita akan melakukan serangan mendadak lalu mundur secara cepat saat Aryo Damanta muncul dan saya Akan menyerangnya dengan beberapa jurus dan langsung ikut mundur bersama kalian!? " Titah Ratu Zalitun sambil tersenyum puas dengan ide cemerlangnya.,
"Baik Ratu., kami berdua siap undur diri untuk mempersiapkan semua keperluan pasukan., " ujar Walarang dan sumba yang ikut membungkuk memberi hormat pada Ratu Zalitun dan Setelah Ratu Zalitun memberi kode dengan tangannya mereka berdua segera undur diri.,
"DAn untuk kalian semua segera siapkan segala hal yang akan mendukung serangan tiba-tiba kita besok pagi!? " Titah sang Ratu Zalitun pada perangkat kerajaan yang masih ada didalam dan serentak mereka segera menundukkan badan memberi hormat dan segera keluar dari ruang Singasana sang Ratu Zalitun.,