PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
PERDEBATAN


Acara pernikahan bisno dan marini berjalan sukses walaupun dengan pesta yang sederhana tapi tidak mengurangi rona bahagia dari wajah mereka berdua.,


Seiring kemajuan islam yang dengan cepat berkembang di tanah Aryopun sedikit demi sedikit mulai menerapkan akidah islam.,


Salah satunya tentang kewajiban Khitan Buat Anak Laki-laki., Tentu saja tidat berjalan semulus itu banyak warga yang menentang keputusan tentang khitanan itu.,


"Tuan Guru Jika Anu kita di potong Terus bagaimana kita akan berhubungan suami istri., Bisa jadi kita sudah tidak punya keturunan lagi" Ujar salah seorang warga seusai shalat Ashar


mendengar pertanyaan itu aryo dengan senyum aryo menjelaskan.,


"Yang jelas Khitan tidak akan berpengaruh terhadap fungsi dan gairah seksual untuk laki-laki bahkan cenderung menambah kenikmatan sebab kelamin lebih bersih menjadikan nyaman untuk melakukan hubungan suami istri. " Ujar Aryo dengan tetap tersenyum.,


"Mana mungkin tuan Guru enaknya dari mana sedangkan Anu kita sudah di potong?" Warga itu semakin kekeh membayangkan nya saja dia sudah merasa ngeri apalagi harus menjalaninya.


"Yang di potong cuma kulit penutup ujung Anu kalian saja tidak termasuk batangnya., kalau batangnya ikut di potong itu namanya kebiri dan hukumnya Haram" Ujar Aryo sambil tersenyum lebar..


Dan disambut gelak Tawa para warga..


" Jadi Kira-kira siapa yang bersedia menjadi Di khitan untuk yang pertama.,? " Tanya Aryo pada seluruh warga yang langsung seketika menjadi hening.,


mereka saling lirik dan tak ada satupun yang berani mengacungkan tangan., Tiba-tiba dari Arah belakang muncul seorang pemuda Tampan., dan langsung mengacungkan jari.,


"Saya bersedia Tuan Guru., biar saya yang menjadi contoh percobaan agar mereka yakin" Ujar pemuda tampan itu tampa terlihat wajah takut sedikitpun.. Melihat pemuda yang menawarkan diri tersebut Aryo geleng-geleng kepala dan tersenyum penuh Arti..


Lalu pemuda itu berbaring dan membuka sarungnya Dengan hati-Hati Aryo memotong ujung tulip ***** pemuda itu dan dengan cepat mengolesi Bekas sayatan dengan sesuatu bubuk berwarna putih hingga tidak mengeluarkan darah sama sekali., selang beberapa menit kemudian sang pemuda keluar dengan wajah puas..


"bagai mana rasanya apa sakit? terus modelnya bagaimana? " tanya seorang warga pada pemuda itu.,


"Saya tidak merasakan Apa-apa tapi modelnya makin gagah saja saya jadi puas melihat modelnya., kalau bapak tidak percaya coba saja sendiri!? " Ujar pemuda itu sambil menantang warga itu..


"Saya juga bersedia Tuan Guru! " Ujar warga itu dan langsung masuk kedalam bilik itu dan segera melepaskan celananya., saat dia melihat pisau yang di pegang Aryo spontan dia menutup matanya rapat-Rapat., sepertinya pemuda tadi menipuku., mana ada yang si potong pakai pisau tidak sakit., keringat dingin mulai membasahi wajahnya.,


"Sudah selesai pak Bimo! " Mendengar ucapan Aryo Bimo seperti orang bingung


"Apanya Tuan Guru yang sudah selesai?" sebab dia tidak merasakan Apa-apa.,


"Khitanan nya pak Bimo bisa lihat sendiri perusahaannya ..bagaimana?? " Tanya Aryo ketika melihat Bimo mengintip di dalam celananya


"Luar Biasa Tuan., Alhamdulillah saya sangat suka dengan bentuknya., " Bimo pun keluar dengan wajah berseri-seri


" Bagaimana Bim, Rasanya dipotong itunya? " Ujar pemuda itu sambil menunjuk arean di bawah perut Bimo.,


" Semua ucapan pemuda gagah tadi benar Adanya saya tidak merasakan Apa-apa., Tapi setelah melihat perubahan bentuknya saya sangat puas..,


"Akhirnya seluruh yang ada di situ bersedia untuk di khitan