PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
BERANGKAT


Batu Gaping suasana sedikit Hening sedangkan Empat Anak kegelapan sedang berkumpul membicarakan hal serius.,


"Kali ini kita tidak boleh gagal menyingkirkan penghalang penguasa kegelapan,!? " Ujar Raja Zalan sambil mengepalkan jemari tangannya,.


"Zalan Apa kamu yakin, penguasa Dunia tengah mau membantu perjuangan kita dalam menyingkirkan penghalang kekuasaan kita? " Tanya Ratu Zalitun karena. waktu mereka untuk berangkat sebentar lagi tiba,


namun belum sempat Raja Zalan menjawab pertanyaan Ratu Zalitun seorang prajurit penjaga tiba-tiba masuk dan melaporkan,.


"Mohon Ampun Tuan Ratu dan Tuan-Tuan Raja yang Agung di luar Ada sekelompok pasukan kecil mereka mengaku dari Dunia Tengah mereka ingin bertemu dengan Tuan Ratu dAn Tuan-Tuan Raja.,!? " Lapor prajurit penjaga itu.


"Cepat Suruh dia masuk, Jangan biarkan dia menunggu Lama.,!? " Ujar Raja Zalan seketika itu juga prajurit penjaga itu Langsung bergerak cepat untuk mempersilahkan Rayana dan pasukan kecilnya masuk,.


"Mari Tuan Rayana Yang Agung selamat datang Di Kerajaan Batu Gaping yang sederhana Ini semoga Tuan Bisa menikmati Suguhan Kami,.!? " Ujar Ratu Zalitun sambil melangkah menuju Rayana dan mempersilahkan Rayana Duduk dan Seluruh pasukan kecilnya.,


"Tidak Usah basa basi Ratu,. Kapan kita berangkat menuju Kesultanan lembayung Saya tidak Mau kita buang-buang Waktu dalam Hal yang tidak Penting" Meskipun kesal dengan Ucapan Rayana namun mereka dengan sangat terpaksa Hanya tersenyum saja,.


"Tuan Rayana Prajurit ku sedang menyiapkan Kapal untuk kita berlayar menuju Kesultanan lembayung,. Dengan Adanya Tuan Rayana dalam penyergapan Ini saya semakin bertambah Yakin kita bisa dengan mudah membunuh Sultan Aryo dengan begitu Kesultanan-Kesultanan yang lain Dapat dengan mudah kita hancurkan" Ujar Raja Dasim dengan Tatapan Tajamnya,.


Whussss


zhip


kkick


Hembusan Angin mengiringi kehadiran Azabil,.


"Rayana sang penguasa Dunia Tengah, kita berdua sebenarnya sama tidak rela jika tatanan kehidupan yang kita atur akan hancur oleh Penguasa Dua Alam, Jika saya ikut terlibat maka Pasukan Langit punya Alasan untuk ikut campur dalam urusan peperangan ini., kamu tau sendiri jika Saya ataupun ifrit Ikut campur secara langsung dalam peperangan melawan manusia Pasukan langit akan turun membantu manusia jika prajurit langit sudah ikut campur tidak ada satu kekuatan pun di Dunia ini yang Bisa menghentikannya,.!? " Ujar Azabil dengan suara Seraknya,.


"Sehebat itukah Pasukan Langit!? Hingga mendengar namanya saja Kamu begitu ketakutan Azabil, Saya Rayana Sama sekali Tidak takut dengan pasukan Langit,. Sehebat Apapun mereka dengan kekuatan Yang kami miliki Pasukan langit tidak akan mampu menggores Tubuh Kami Para Ksatria Dunia Tengah! " Ujar Rayana dengan sikap sombongnya,. Azabil yang mendengar Ucapan Rayana hanya Geleng-geleng kepala


"Semoga Kamu di beri kesempatan untuk berhadapan Dengan Pasukan Langit suatu Hari Nanti Rayana!? " Ujar Azabil sambil menekan suaranya,.


"Saya menantikan Hari itu tiba Azabil,. Pasti sangat menyenangkan jika mendapatkan lawan yang sepadan!? " Ujar Rayana masih dengan sikap Sombongnya,.


"Tuan Rayana,. Sudah Waktunya Kita berangkat menuju Kesultanan lembayung,. Waktu yang kita miliki Tidak banyak jadi Kita harus memaksimalkan semua Waktu yang ada!? " Ujar Raja Zalan Sambil mempersilahkan Rayana dan pasukan kecilnya Untuk Jalan mengikuti Ratu Zalitun untuk menuju Dermaga,.


"Azabil Saat hari itu tiba, Saya berharap kamu ada sebagai saksi bagaimana Seorang Rayana bertarung danembunuh Pasukan Langit dengan Racun Yang sampai saat ini belum ada yang mampu Menetralkan nya,.!? " Ujar Rayana dengan menepuk dadanya sambil melangkah mengikuti Ratu Zalitun menuju Dermaga Dan siap berlayar menuju Kesultanan lembayung.,


Rayana Sungguh melupakan Satu Hal,. Jika Racun Yang dia Banggakan pernah Dinetralisir oleh Abiyan ketika Racun itu menyerang Lail.


Next


Jangan Lupa tinggalkan jejak Like Comment and Vote


Dan berhubung Sebentar Lagi lebaran Author sekeluarga mengucapkan Gema takbir berkumandang. Hari kemenangan telah tiba. Mohon maaf atas kesalahan. Yang sengaja maupun tak sengaja. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.,


Wasalam