PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
TENANG


Hujan gerimis menguyur sendang kasih,. ketika Itu Abiyan baru saja selesai menunaikan shalat Subuh Berjama'ah,.


ku Kuru yuk kuk kuruyukkkk


Suara kokok Ayam jantan saling bersahutan,.menyambut pagi melepas pekatnya malam.,


Whussssssssss


bluppp


swing


ctassssss


Angin tiba-tiba berhembus kencang menyapu dedaunan seiring suara letupan kecil mengantarkan munculnya sesosok mahluk bertubuh tinggi besar berwajah seram.,


"Di sini Rupanya sang Putra Mahkota Kesultanan lembayung bersembunyi,. tapi sayang sebentar lagi semua hanya tinggal sebuah cerita.,!? " Ujar Khanzab yang muncul tiba-tiba tempat di hadapan Abiyan dengan muka menyeringai.,


"Saya sedang tidak lagi Bersembunyi? Atau lari dari sesuatu, Saya hanya sedang menjelajahi Bumi yang Sudah Allah SWT ciptakan,. kehidupan dan kematian Ada ditangan sang Pencipta bukan ditangan iblis sepertimu.,jika kematian meninggalkan sebuah cerita setidaknya orang-orang Tau kita pernah berada di atas bumi ini,? " Ujar Abiyan dengan tenang karena dia mengenali iblis yang berada di hadapannya., ketika raja Dasim menyerang Kesultanan lembayung Iblis yang berada di hadapannya juga ketik itu berada di sana., Khanzab yang melihat sikap tenang Abiyan dia semakin sulit menebaknya.,


"Tapi Saya Akan mengampuni Nyawamu jika kamu bersedia ikut saya dan menjadi pendamping Ratu Zalitun, Dengan begitu Kamu akan menjadi Raja di Kerajaan Batu gaping, Ini tawaran yang sangat langka terjadi? Bagaimana apa kamu bersedia!? " Ujar Khanzab menawarkan kesepakatan., Mendengar tawaran Khanzab Abiyan hanya tersenyum geli,.


"Saya tidak tertarik membuat kesepakatan dengan Iblis yang dilaknat Allah SWT, Lakukanlah apa yg hendak kamu lakukan sayang sekali saya sungguh tidak tertarik dengan semua apa yang kamu tawarkan!? " Ucapan Abiyan membuat Khanzab menjadi murka.,


"Rupanya lamu adalah manusia bodoh yang menolak kecantikan Ratu Zalitun yang terkenal sampai ke pelosok Negeri Asal kamu Tau banyak para pemuda Di luar Sana yang sanggup memberikan apa saja untuk sang Ratu karena kecantikan parasnya yang tiada Tandingannya di jagad ini.,!? " Khanzab berujar sambil melotot pada Abiyan,.


"Sayang sekali saya tidak termasuk pemuda yang rela mengorbankan apa saja demi manusia,. Kecantikan yang Ratu Zalitun miliki hanyalah titipan dari Allah SWT, dan kelak wajah cantiknya Hanyalah santapan cacing dalam tanah, Apa yang mesti di banggakan jika akhirnya akan menjadi tulang belulang,.!? " Ujar Abiyan dengan sikap tenang., mendengar dan melihat sikap Abiyan yang tetap tenang membuat Khanzab menjadi murka,.


Hiyaaaaaaa


whusssssss


grrrrrrrrrrrrr


ctasssssss


Khanzab langsung melompat dengan cakaran iblisnya siapa merobek Dada Abiyan Namun dengan sekali sentakan Abiyan dengan mudah menghindari serangan Khanzab,. melihat serangannya gagal Khanzab menjadi semakin murka, Dia mulai menggunakan jurus Bola Iblisnya.,


Whusssssss


duarrrrrrrr


serangan bola iblis Khanzab menderu melesat cepat kearah Abiyan namun dengan mudah di hindari Abiyan dengan meliuk-liukan tubuhnya hingga bola-bola yang menyala itu menghantam batu dan menimbulkan ledakan., Abiyan sama sekali tidak menyerang balik kearah Khanzab dia hanya Asik menghindari setiap serangan Khanzab.,


"Hentikan Khanzab!? Kamu tidak pantas berhadapan dengan Putra Mahkota, Sayalah lawan yang harus kamu hadapi!!? " Ujar Baram Dengan Suara keras,. Yang tiba-tiba saja muncul di tempat itu.,


"Owh Rupanya Raja Baram penguasa Hutan harapan, menyingkirlah Baram,. Saya tidak punya urusan dengan kamu, Urusanku hanya pada Putra Mahkota untuk membawanya ke Kerajaan Batu Gaping dalam keadaan hidup Atau mati!? " Ujar Khanzab penuh percaya diri.,


"Urusan Tuan Putra Mahkota Kesultanan lembayung,. Adalah urusanku juga. jadi jika kamu berani menyerangnya dengan senang hati saya akan menghancurkan batok kepalamu!? " Mendengar ucapan Raja Baram Khanzab sejenak terdiam sambil berpikir keras jika dia bertempur menghadapi baram sudah jelas kehebatan baram setingkat lebih tinggi diatasnya Khanzab mulai Ragu., Namun jika harus mundur dan pergi berarti dia akan di beri hukuman pada Ratu Zalitun., mengingat Ratu Zalitun seketika Khanzab menyembunyikan keragu-raguan dalam dirinya.,


"Rupanya kamu juga ingin mati di tanganku Baram!? " Ujar Khanzab sambil bersiap menyerang., Sedangkan Abiyan hanya mengawasi perdebatan Dua makhluk kasat mata itu dengan tenang.,