
Aryo dan lail Duduk di tepi pantai melepas kepenatan setelah pertempuran.. Sebentatr lagi Waktu subuh akan sampai. melihat lail yang meringis menahan sakit, lalu Aryo Damanta mengalirkan sedikit tenaga dalam ke tubuh Lail., untuk mengobati luka dalamnya.,
"Alhamdulillah kondisi saya sudah lumayan membaik.. Terima kasih tuan., karena Tuan sudah sudi menolong saya., " Ujar lail sambil menarik nafas lega...
"Lail., Itu sudah jadi kewajiban kita untuk saling tolong menolong., Berterima kasihlah pada Allah karena masih memberimu umur yang panjang., " Ujar Aryo sambil memegang Bahu Lail.,
"Tuan kenapa tuan mengampuni mereka padahal mereka sudah membunuh Warga yang tidak berdosa bahkan salah satu dari mereka yang juga membunuh Orang tua Tuan??? " mendengar pertanyaan lail,. Aryo hanya tersenyum lalu menepuk-nepuk bahu Lail
"Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua.,meskipun saya membunuhnya., itu tidak akan merubah apapun yang sudah terjadi.,!! Jadi yang harus kita lakukan adalah ikhlas" Mendengar penjelasan Aryo., lail termenung memikirkan Apa yang Aryo katakan
"Ayo lail., kita bereskan semua kekacauan ini., bangun kembali Rumah-Rumah yang di hancurkan mereka., dan Para korban bawa mereka ke tepi sungai., di ujung desa. , saya mau ke mesjid dan setelah semua pekerjaanmu rampung kamu saya ke masjid kita shalat subuh Assallamuallaikum" Ujar Aryo pada lail..sambil berdiri dan hendak pergi..
" Walaikumsalam., " hanya suara yang terdengar sementara lail sendiri sudah pergi dan membenahi perumahan warga yang hancur karena ulah para pengacau.,
Aryo berjalan dengan lesu melewati celah batu cadas., mengingat banyaknya korban yang di renggut oleh iblis itu., saat memasuki perbatasan dia langsung di sambut Dawung dan para warga yang ikut berjaga..,
"Asalamualaikum" Sapa Aryo dengan wajah yang sendu
"Waalaikum salam., "
"Alhamdulillah kita berhasil mengalahkan mereka.. " ujar Bisno dengan semangat.,
Aryo hanya tersenyum dalam duka.,
"mari kita ke masjid sebentar lagi waktu shalat subuh tiba,? " Ujar Aryo sambil melangkah dengan diam dan langkah kakinya terasa berat.,
Dawung yang menyaksikan perubahan wajah Aryo yang tidak seperti biasanya hanya bisa ikut diam melangkah mengikuti belakang Aryo.,
dawung dan yang lainnya keheranan karena mereka tidak melihat Masjid yang selama ini berdiri di situ., Di hadapan mereka hanya hamparan Tanah kosong..
"Bismilahirohmannirahim" Lalu Aryo sepertiembuka pintu.. dan terdengar lah suara riuh dalam masjid
"Asalamualaikum" Mendengar salam Aryo rindi bangkit dan berlari memeluk suaminya..
"Waalaikumsalam" Jawab seluruh penghuni masjid...
"Rindi., sudah mau waktu shalat ayo ambil wudhu dulu!? " Ujar Aryo sambil menyeka air mata bahagia Rindi.,
Rindi pun dan seluruh warga muslim segera keluar masjid dan mengambil air Wudhu..
"Nak apakah semua baik-Baik saja?? " Aryo yang hendak keluar seketika menoleh pada Ki along mertuanyA
"Iya semua baik-baik saja ayah.. mari kita wudhu dulu"
merekapun menjalankan shalat subuh dengan khusyuk..
setelah semua perkara shalat selesai..
"Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!! "
"Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh!!" jawab para jamaah serentak.,
"Bapak Dan ibu sekalian saat ini Allah SWT wataala lagi menguji kadar keimaman kita., jika kita sanggup melewatinya dengan ikhlas kelak surgalah tempat kita kembali., kehidupan hanyalah sebuah perjalanan singkat di dunia., sedangkan kematian Adalah jalan menuju hidup yang abadi.,Desa kita lagi berduka tapi keimanan kita semoga tidak berubah., sedih menangis itu adalah sifat manusiawi tapi kita tidak boleh larut., untuk keluarga yang di tinggalkan semoga Allah memberi kalian kekuatan., selepas ini marilah kita ber sama-sama. ke tepi sungai untuk memandikan, menshalatkan dan menguburkan para jenazah.,. " Ujar Aryo dengan wajah sendu.. hingga tampa sadar sebutir air jatuh dari pelupuk mata Aryo..
saat hari sudah mulai agak terang meski mentari pagi masih malu menampakan wajahnya para warga sudah berjalan beriringan menuju tepi sungai ujung desa.,.
Tangisan para warga tiba-tiba pecah ketika melihat suami dan anak mereka jadi korban.. suasana haru menyelimuti desa Sanggula.,
Ki Along pun tak kuasa menahan tangis mengingat para korban adalah orang-orang yang selalu membantunya.,
Pemakaman si iringi isak tangis para sanak famili korban..
"Ikhlaskan mereka yang Mati berjuang demi membela keluarganya sesungguhnya mereka mati dalam keadaan suci., Surga telah menanti mereka.. Mari kita doakan semoga para pelaku di beri hidayah oleh Allah SWT. .., sebab dendam dan sebangsanya adalah milik pada setan yang terkutuk.,."
Dari kejauhan seorang yang berjalan dengan satu kaki dan di bantu tongkat merasa terus melangkah mendekati Area pemakaman.. dia sudah memasrahkan hidupnya pada takdir apapun yang akan terjadi padanya dia sudah pasrah.,
"Aryo..! " Ujar Ki palangi sambil memegang bahu Aryo seketika Aryo dan semua warga menoleh Tatapan para warga seakan ingin menelan hidup hidup Ki Palangi.,
"Saya minta maaf., Saya sungguh sangat menyesalinya., kalian pantas membenci saya., saya siap menerima apapun apapun yang ingin kalian lakukan" Ujar Ki Palangi tertunduk pasrah
"Tuan kami memang mengutuk perbuatanmu., tapi bukan berarti kami membenci tuan., Tuan kami bunuh sekalipun Tidak akan merubah apa yang sudah terjadi., dengan mendengar tuan sudah menyesalinya kami sudah sangat senang tuan., " Ujar seorang warga yang tiba-tiba menyela ucapan Ki palangi mendengar jawaban warga itu Aryo tersenyum senang.. berarti apa yang selama ini dia ajarkan dapat diterima dengan baik oleh para jama'ah nya.,
Sedangkan Ki Palangi Langsung merebahkan tubuhnya serta dengan susah payah dia bersujud dan berterimakasih kepada seluruh warga yang masih sudi menerimanya..
Setelah pemakaman selesai semua warga kembali ke masjid untuk sekedar saling menguatkan.,
"Aryo kenapa kamu tidak membunuh kami., padahal dengan mudah kamu bisa melakukannya. tapi kenapa kamu malah membiarkan kita hidup., padahal kamu tau jika Ki Ranu galang Dan sayalah yang membunuh ayahmu.,. " mendengar pertanyaan Ki Palangi Aryo tersenyum dan menyentuh bahu ki Palangi
"Dengan membunuh kalian Apakah semuanya akan kembali??? Malah saya hanya menambah beban kedua orang tua saya Yang semoga saja sudah tenang dalam surga-Nya., sudahlah paman dendam hanya akan membuat kita jadi pembunuh dan itu tidak akan berhenti karena iblis telah bersemayam dalam diri kita.'' Mendengar penjelasan singkat Aryo seketika air matanya menetes dengan sikap yang mantap Ki Palangi mengucapkan dua kali masa hadat dan di Amin kan oleh seluruh warga kini resmilah Ki Palangi memeluk agama Islam.,
"Aryo apa bisa saya lakukan untuk menolong kelurga korban yang meninggal akibat perbuatan kami??? " yang meskipun sebenar-benarnya Ki Palangi hanya ikut-ikutan dan tidak terlibat secara langsung pembantaian itu..
"Salah satu korban meninggalkan Istri dan 4 orang anak., Ibu itu tidak pandai bekerja karena selama ini yang mencari uang dan nafkah adalah suaminya yang telah tiada., jika kamu bersedia Nikahilah dia Rawat anak-anaknya insyaallah jalan surga terbuka untukmu" Ucapan Aryo langsung di potong oleh Ki Palangi..
"Saya bersedia..?!! " jika wanita itu juga sudi menerima saya.,
"Ibu mimin Apakah kamu bersedia menikah dengan Ki Palangi??? " mendengar Tuan Guru memanggilnya mimin segera menjawab
"Jika itu menurut Tuan Guru baik saya bersedia., " Bagaimana tidak dia nyaris putus asa memikirkan kehidupan mereka selanjutnya dengan empat orang anak yang masih kecil di tambah dia yang tidak bisa bekerja karena kondisi badan yang lemah., Dan Allah SWT mengirimkan Ki Palangi untuk menopang hidupnya..
"Alhamdulillah kalau begitu mari kedepan" mendengar pangilan mimin segera maju kedepan dan duduk di samping Ki Palangi dan disaksikan para warga Ki Palangi mengucapkan ijab qabul.. dan resmilah Ki Palangi menjadi warga desa sanggula..