
matahari tepat berada di atas kepala., Sedangakan mereka masih berada di tengah lautan dengan ombak yang terbilang cukup besar., .,
" Sudah masuk waktu Shalat., bukankan Kata Tuan Aryo kita tidak boleh menunda waktu..,! " ujar Bisno mengingatkan., Dawung..
"Astaghfirullah hal lazim.,. Turunkan layar kita sholat., dulu., " ujar Dawung.,
meskipun terlihat ragu yanto tetap menurunkan layar., dengan melihat keadaan ombak yang cukup besar.,
"Bisno kamu yang Azan., " Titah Dawung dan langsung di angguki oleh Bisno.,
"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x
Hayya 'alashshalaah (2x)Ha
yya 'alalfalaah. (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (
Laa ilaaha illallaah. !!!!!!! " Bisno menutupnya dengan doa
"“Allaahumma robba haadzihid da'watit taammah, washsholaatil qoo-imah, aati muhammadanil washiilata wal fadhiilah, wasysyarofa, wad darajatal, 'aaliyatar rofii'ah, wab'atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa'adtah, innaka laa tukhliful mii'aadz.”
selesai bisno membaca doa ombak yang tadinya mengila tiba-tiba saja menjadi teduh.,
Angin seolah berhenti berhembus.,
Dawung dan juga yang lainnya sangat takjub dengan apa yang mereka saksikan.,
"Subhanallah., maha suci Allah. , " guman mereka.,
merekapun melaksanakan solat zuhur di atas kapal dan yang bertindak sebagai Imam Dawung.,
mereka sholat dengan begitu khusyuk.,
setelah selesai sholat dan menutupnya dengan do'a., mereka melanjutkan perjalanan.,
kapal telah sandar Dawung yang segera turun.,
"Alhamdulillah., kita sudah tiba dengan selamat" ujar Dawung., dan mereka semua mengucap rasa syukur.,
"Adang bantu yanto membawa keranjang Rambutan itu., " Ujar Bisno meminta adang membantu yanto.,
tampa banyak bicara adang langsung bergerak cepat.,
mereka berjalan mengikuti langkah Dawung menapaki jalan menanjak.,
tidak butuh waktu lama mereka telah sampai di kediaman ki along.,.
"Asalamualaikum" Ujar Dawung memberi salam
"Waalaikumsalam., " ujar Aryo dan Rindi berbarengan., sambil berdiri menuju Ruang tamu.,
"Paman mana rambutan ku.., ?? " ujar Rindi yang sedikit tergesa-gesa.,
"Yanto bawa rambutan nya masuk., " ujar Dawung., yang semakin bingung., dari mana rindi bisa tau kalau ada yang menitipkan rambutan buatnya., benar-benar sulit untuk di pahami.,
yanto masuk dan meletakan keranjang penuh rambutan., Rindi dengan wajah berbinar-binar.. tapi tidak lupa mengucapkan bismillah sebelum menyantap buah rambutan itu.,
Aryo yang melihat raut wajah Dawung yang kebingungan.,
"Ada apa paman!?., apa ada masalah?? " Tanya Aryo pada Dawung
Dawung gelagapan.,
"Akh semua lancar., tapi ada satu yang mengganjal., dari mana non rindi tau jika ada kiriman rambutan.,., "??? ujar Dawung kebingungan dengan apa yang telah di alaminya hari ini.,
" owh itu saya yang memberi tahunya kemarin waktu di kota saya sudah memesannya karena harganya cukup murah jadi saya langsung membayar harganya., tapi berhubung rsmbutan yang dia bawa tinggal sedikit jadi saya memintanya untuk hari ini. , dan saya juga berpesan jika saya berhalangan hadir, dia bisa menitipkan nya padamu. ,., "ujar Aryo seadanya.,.,
Dawung hanya terpaku., mendengar cerita Aryo Damanta., meskipun terasa janggal dengan terpaksa dia menerima kenyataan itu.,
" Oh iya Aryo., Tadi waktu sholat zuhur., kami terpaksa sholat di atas kapal., hal aneh terjadi., ombak yang begitu keras tiba-tiba mereda sesaat setelah Bisno selesai melafazkan Azan" Ujar Dawung menceritakan pengalaman mistisnya.,
"Paman.. semua yang ada di langit dan di bumi., Allah SWT yang mengaturnya., Azan adalah seruan sholat., sesungguhnya laut dan semua yang ada di dalamnya turut ikut menyembah Allah., " Ucapan Aryo mampu membuat Dawung semakin mengagumi kebesaran Tuhan.,