
sedikit lagi kepala lail hancur berkeping-keping ketika tubuhnya tertarik kebelakang., betapa terkejutnya ketika pukulan tongkatny, hanya mengenai tempat kosong..
" Oh rupanya Ada yang mau ikut menyetorkan nyawanya juga., Baguslah supaya saya tidak repot-repot membunuh kalian satu-satu., " Ujar ki sapta prana ketika melihat Aryo yang memegang pinggang Lail.,
"Tuan terlalu berlebihan., Tuan pikir nyawa mahluk hidup ada di tangan tuan., Nyawa kita hanya titipan Dari Allah SWT Tuan tidak punya hak untuk mengambil nyawa yang Allah belum kehendaki.. " ujar Aryo dengan santai..
" Mari kita lihat apa Allah mu bisa menolongmu dariku??? " ki sapta prana mulai mengunakan ajian tongkat peremuk jiwa., dia sangat yakin jika lawannya tidak akan mampu untuk menghindari pukulan tongkatnya yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya.,
hiyaaaaaaaaaaaaa
Whusssssssssss
Dhasssssss
teinkkkkkk
serangan tongkat yang di layangkan ki sapta prana mengandung hawa panas yang sangat luar biasa., namun pukulan ki sapta prana lagi-lagi hanya mengenai Tempat kosong.,
lalu Aryo meletakkan tubuh Lail di samping sebuah batu besar.. Aryo lalu mengedarkan pandangannya begitu banyak orang tak berdosa yang jadi korban.. dia begitu merasa bersalah karena terlambat menyelamatkan mereka semua.,..
ki sapta prana sungguh terkejut saat pukulan andalannya dapat dengan mudah di hindari lawannya.. tapi dia tidak patah semangat lalu menoleh pada Iblis Empat penjuru mata angin.,.
" Saya Rasa kalian yang lebih berhak untuk nyawa pemuda itu bunuh dia untukku..? " Titah ki Sapta prana kepada iblis itu
dengan seketika iblis itu menyerigai...
Grrrrrrrrrrrrrr.,
"Kalau manusia tuan dengan ujung jari saja saya bisa langsung melumpuhkan nya..!? " Ujar 4Iblis itu dengan jumawa. . seraya melangkah mendekati Aryo mereka tidak menyangka jika Aryo memperhatikan gerakan keempat iblis itu yang melangkah seirama.,.
Saat iblis itu cukup dekat dengan kangkauan tendangnnya
Hiyaaaaaaaaaaaa
whusssssssssaa
sheeeeeeeeeeet
Namun tendangannya hanya menghantam tempat kosong.,
hingga membuat Iblis itu sangat terkejut..
"Apa dia bisa melihat kita..!?? " Guman iblis itu..
"Hahahaha.. Khanzab.. sudah saya katakan kalian salah memilih tempat., saya pikir saat kalian di pecundangi oleh imam Ahmad., kalian bakal tobat menganggu umat islam.. Nyatanya kalian sungguh tidak tau berterima kasih.. hahahaha tamatlah riwatmmu kali ini Khanzab..?? " Ujar lain dengan tawa yang di paksakan karena menahan sakit.,.
Sementara itu Ki Ranu Galang dan Pasukannya menyerang dusun atas Saat kiranu galang hendak melangkah masuk perbatasan langkahnya di hentikan oleh ki palangi..
"Tunggu ki Ranu Galang., Apa kamu yakin mau melewati perbatasan itu??? di dalam sana kita bukan apa-apa kita tak ubahnya seperti orang tua renta yang tak punya daya apa-apa.,? " Ujar ki palangi mengingat kan ki Ranu Galang agar berpikir dua kali., sedangkan dari dalam dawung dan pasukannya telah siaap.. yang sebenarnya dawung agak kuatir ketika melihat musuh musuhnya yang akan menyerbu masuk adalah mereka yang membuat dia dan anak buahnya tidak berdaya apa lagi di tambah dengan para gurunya.. "muridnya saja sudah begitu hebat apalagi gurunya" Ujar dawung dalam hati tapi dia tidak memperlihatkan wajah takut..
"Kamu meragukan kehebatanku Ki palangi.. Saya Ranu Galang. , tidak akan ada yang bisa menghalangi saya apa lagi hanya tembok ghaib., serbu masuk cepatt.,!!?? " Ujar Ranu Galang.,
kedatangan mereka telah dinanti oleh dawung dan pasukan kecilnya., yang kurang lebih berjumlah sekitar 30 Orang., Sedangkan pasukan Ki Ranu Galang sekitar 12 Orang yang rata-Rata memiliki tingkat kepandaian di atas Rata-Rata., Sedangkan pasukan dawung kepandaiannya sekedar mampu membunuh hewan liar.,..
" kita mundur sampai kediaman Rumah ki along" Titah Dawung pada pasukannya..
lalu merekapaun mundur sampai kediaman ki along.. mereka siap menghadang di pintu gerbang masuk halaman rumAh ki along.,. dengan pedAng dan sabit di tangan merekA..
Ranu Galang mulai merasakan keanehan dalam dirinya ilmu bathinnya sama sekali tidak berfungsinya., dia coba mengerahkan tenaga dalamnya Tapi semua sia-sia semua ilmu dan tenaga dalamnya tidak berfungsi di tempat itu di tambah lagi semakin jauh kakinya melangkah semakin lemah tenaganya pada akhirnya dia berhenti mengatur nafas..
"Apa kalian merasakan seperti yang saya rasakan!???? " Ranu Galang bertanya pada pasukannya
" Iya ki Tubuhku Rasanya lemas sekali jangankan melawan orang seperti dawung., petani pun rasanya saya tidak sanggup menghadapinya Ki.. sebaiknya kita mundur ke bawah.. seperti yang Ki palangi ucapkan."Ujar Maja yang mulai keringat dingin., mendegar saran Maja.. akhirnya Ki Ranu Galang menyetujuinya karena tidak ingin mati konyol.,
sedangkan Ki Palangi merasa sangat heran karena. tidak menemukan mesjid yang pernah di masukinya padahal dia yakin betul tempat mereka berhenti adalah lokasi di mana mesjid itu di bangun.,
akhirnya mereka mundur ke dusun bawah..
"Paman kenapa mereka mundur??? " Tanya Bisno yang keheranan karena dia tau kehebatan orang-orang itu...
merekapun bernafas lega..