
Sebuah perkampungan kecil.,
yang jumlah penduduknya hanya sekitar dua ratusan orang.,
yang rata-Rata berprofesi sebagai petani.,
mereka hidup rukun tentram dan damai.,
mereka mendiami dibawah
Kaki bukit lambaian.,
kekayaan hasil alam di lambaian kerap kali mengundang para penjahat.,
untuk merampok hasil alam lambaian.,
namun upaya mereka harus menelan pil pahit.,
mereka di paksa pulang tak berkutik.,
Orang tua bijak yang tidak pernah membunuh lawannya.,
yang membuat kebanyakan dari Rampok., pembunuh memilih tinggal dan menetap di kaki bukit lambaian,.
sekaligus menjadi murid Imam Samudra.,
dalam hal mempelajari tentang islam rahmatan lil'alamin.,
Dua orang Pemuda masuk mengendap-endap.,
melewati celah Gunung.,
mereka mengawasi perkampungan dari atas bukit.,
"Ranu Galang., menurut kamu yang mana rumah samudera'' Tanya Damanta Reksa Dipa sambil terus meneliti dengan mengunakan mata batin.,
" Dipa., aneh mata iblisku tidak mampu menembus gerbang itu., dalam gerbang itu kelihatan kosong., seolah-olah tidak ada apa-apa di dalamnya !! " Ujar Ranu Galang sambil menunjuk ke arah gerbang.,
" Lalu apa yang harus kita lakukan,. !!? " Tanya Damanta Reksa Dipa sambil terus memperhatikan area setiap sudut perkampungan., Namun nihil mata bathinnya juga tidak mampu menembusnya.,
"Mau tidak mau kita harus masuk., dan menyamar dulu..??!.,kita tidak boleh gegabah., menurut saya inilah alasan orang itu membayar kita sangat tinggi!!? " Ujar Ranu Galang., sambil tangannya memijat jidatnya dia terus berpikir keras.,
"Ya mau bagaimana lagi., hmmm apa perlu saya pakai malih rogo., untuk mencoba-coba.,!???! " Tawar Damanta Reksa Dipa pada Ranu Galang.,
"Jagan.. Jagan lakukan itu., sebab jika kamu salah sasaran., maka akan sulit kita memasuki wilayah itu sebab mereka akan mengantisipasi setiap orang-orang baru yang masuk., urusannya bakal tambah runyam., lagian kita juga belum tau apa yang ada dalam perkampungan itu.,!!? " Ranu Galang menjelaskan panjang lebar pada Damanta Reksa Dipa.,
sedangkan Damanta Reksa Dipa., hanya manggut tanda setuju dengan ucapan Reksa Dipa.,
Mereka berdua menuruni bukit lambaian dengan Hati- hati., seperti layaknya orang biasa yang tidak punya kepandaian.,
melewati jalan setapak,.
tampak seseorang warga yang berjalan kaki dari arah depan.,
"permisi pak., maaf menganggu., di depan apakah ada perkampungan.,?? " Tanya Damanta Reksa Dipa sopan sambil menundukan tubuhnya tanda menghargai lawan bicaranya.,
mendengar pertanyaan itu
Damanta Reksa Dipa langsung mengulurkan tangan orang tua itupun membalas uluran tangan Damanta Reksa Dipa
" perkenalkan pak., nama saya Dipa., dan kawan saya yang itu namanya Ranu., kami dari desa sebelah pak" ujar Damanta Reksa Dipa sambil tersenyum.,
"Nama bapak Walang., bapak warga lambaian sini., oh iya sudah., bapak ada keperluan., kalian silahkan lanjutkan perjalanan" ujar Walang lalu bergegas melangkah pergi.,
"Iya terimakasih pak" Ujar Ranu Galang dan Damanta bersamaan.,
setelah walang jauh menghilang.,
"Apa mungkin saya salah., bukankah walang seorang penjahat yang dulu sempat mengemparkan Dunia.,tapi kalau itu dia., sikapnya yang Ramah.,sepertinya mungkin saja hanya namanya saja yang sama!!? " Ujar Ranu Galang sambil terus berjalan menyusuri jalan setapak., mengikuti langkah Damanta Reksa Dipa yang berjalan di depan.,
" Sungguh saya juga tidak bisa menembus dimensi lain dari dirinya., sepertinya mungkin saja dia memang walang penjahat yang terkenal itu., tapi seperti ucapan mu kalau memang dia., pasti kita sudah di rampok nya.,., Ah sudahlah., di depan ada kedai kita mampir makan dulu perutku sudah keroncongan., " Ujar Damanta Reksa Dipa sambil menunjuk sebuah kedai tepat berada dalam Gerbang.,
"Ayo lah saya juga sudah lapar dari semalam belum makan" jawab Ranu Galang sekenanya.,
merekapun memasuki kedai yang kebetulan ada beberapa Orang warga yang duduk makan disitu.,
"Permisi pak., nasi Ayamnya dia yah!!? " pinta Damanta sambil tersenyum., Lalu duduk di kursi kayu., berdekatan dengan beberapa orang yang juga sedang makan Damanta Reksa Dipa dan Ranu Galang hanya melepar senyum pada mereka dan mereka membalas dengan senyum ramah dan mengangguk pelan tanda tidak keberatan mereka duduk dan makan di samping mereka.,
"ini pesanannya tuan, Nasi Ayam spesial buat tuan berdua., terus minumannya apa tuan!!?? " kata pemilik kedai sambil tersenyum ramah menyambut mereka.,
"Kopi saja pak" jawab Ranu Galang singkat dengan tersenyum juga membalas senyuman pemilik kedai.,
keramahan penduduk yang menerima kehadiran mereka berdua.,
menghadirkan perasaan aneh untuk mereka berdua.,
Orang-orang yang duduk di samping mereka telah menyelesaikan hidangan mereka.,
mereka tampak asik menikmati kopi panas sambil ngobrol ngalor ngidul.,
Damanta Reksa Dipa dan Ranu Galang.,
baru saja menyelesaikan makannya.,. ,
segera menyeruput.. kopinya dan mereka ikut nimbrung.,
"Wah Rame juga ya penduduk kampung ini.,!!? " tanya Damanta memancing warga.,
serang warga yang di panggil miler menoleh sambil tersenyum..
"kalian baru pertama kali kesini!!? " Tanya miler
Damanta Reksa Dipa dan Ranu Galang hanya mengangguk sambil tersenyum.,
"saya sendiri belum terlalu lama juga di sini baru sekitar 4Tahunan., Tanah di sini sangat subur itulah yang membuat saya betah tinggal di sini., "ujar miler dengan senyum bahagia., nampak sekali terlihat di wajahnya tidak memiliki beban.,
Apa yang akan terjadi selanjutnya., next episode