
Dawung sudah mulai tidak sabaran.,
menunggu perintah selanjutnya..
Lalu Tiba-tiba Dari Dusun bawah terlihat seseorang meminta tolong..
"Tolonnnnnng!!! Tolong saaya" sambil tanganya melambai lambai., dawung yang melihat itu segera berdiri dan hendak menolongnya..
sedikit lagi kakinya akan menyentuh batas atas dan bawah langkahnya langsung terhenti.,
"Stop paman... berhenti., jangan ada yang keluar batas., Tuan guru berpesan apapun yang terjadi jangan ada yang sampai melangkah ke bawah., Tunggu Tuan guru datang.,!!? " Ujar Natan menyampaikan pesan Aryo.,
Sementara itu dari Dusun bawah semakin banyak Orang-orang yang minta tolong.. dengan merangkak dengan kondisi sangat memprihatinkan.,
"Tolooooong tolonglah kami Dawung... kasihanilah kami., tolonnnnnng" suara-suara mereka sangat mengugah., hati.. sehingga membuat dalam diri Dawung berperang Antara keluar menolong atau tetap melihat orang-orang yang meratap memohon pertolongan dengan raungan pilu,,
"Tolonnnnnng., Sakit,. Aghhhhhhhh ampunnnnn" Suara suara itu semakin membuat saiful seperti kerasukan dan melompat keluar,. tampa sempat di tahan oleh Dawung dan yang terjadi selanjutnya., kini dia juga terlihat merangkak memohon tolong.,
"Pamann tolong saya paman., mereka hendak membunubku Tolong paman...!!! " Suara saiful mengiba memohon pertolongan Dawung sedangkan yang lain yang melihat kejadian itu jadi terke siap., Apa yang sebenarnya sedang terjadi..
Dawung yang tidak tega melihat saiful berniat hendak bangkit dan menolongnya namun langkahnya ditahan seseorang saat dia berbalik untuk melihat siapa yang menahannya Ternyata Aryo..,
"Jangan mereka semua hanya ilusi., yang di mainkan oleh para iblis yang berusaha masuk ke tempat ini., mereka tidak bisa menembus dinding ghaib ini., jadi memancing kalian untuk keluar.,. kalian semua Tetap di tempat ini., siapapun yang mencoba masuk jika kalian tidak pernah melihatnya bunuh mereka.. Ini air kalian pakai untuk cuci muka., Dan Paman Dawung ikut saya ke bawah tapi sebelum itu paman juga ikut cuci muka., " Merekapun segera membasuh muka mereka dengan air pemberian Aryo., Dan sudah dapat di pastikan pandangan yang ada di batas hanya setan-setan yang berkeliaran.,
"Astaghfirullah.. Hampir saja saya terpedaya dengan bujuk rayu setan yang terkutuk., " Ujar Dawung saat mengetahui yang sesungguhnya terjadi., Dawung mengikuti langkah Aryo menyusuri jalanan terjal yang anehnya setan-setan itu tidak dapat melihat mereka berdua.,
" Waktu yang kita punya tidak banyak., kita harus segera mencari di mana mereka menahan warga.,. dengan penglihatannya yang tajam dia langsung menemukan tempat Padri dan warga yang lain terperangkap.,.
"Sukurlah Tuan Dawung datang., saya juga heran dari tadi saya tidak sampai-sampai bahkan kami sudah mulai kelelahan., " Ujar Padri dengan nafas yang memburu., Aryo pun menepuk bahu Padri dan menyeramkan mereka sisa air yang dia bawa.., seketika Padri tersadar.,
"Astaghfirullah., Apa ini...!!!? " merasa kaget karena hanya berputar-putar di tempat itu..
"sudah mari ikut saya kita hampir kehabisan waktu... " Ujar Dawung sambil membatu yang kesusahan berjalan.,
" Cepat bergerak sebelum para iblis itu menyadarinya..
Rombongan Padri di bantu oleh Dawung dan Aryo mulai melewati celah menanjak..
"Ayo cepat... " Aryo mulai merasakan hawa panas..
"Paman Dawung bawa mereka cepat masuk..??!! Waktunya tinggal beberapa saat lagi.., " Dawung semakin mempercepat gerakannya...Tiba-tiba sebuah benda menyala- nyala melesat cepat menghantam batas yang untung saya semua sudah berhasil lolos yang tertinggal hanya Aryo seorang diri yang melesat terbang ke Arah Dusun bawah.,
"Aryo oooo " Dawung tersentak saat ledakan besar menimpa tempat sesaat sebelum mereka masuk dalam lingkaran.. namun Dia sedikit lega karena tidak melihat jasad Adyo di tempat itu dimana dia masih punya beberapa menit untuk bisa membedakan nyata dan ilusi.,
Dawungpun mengantar para warga yang berhasil di selamatkan menuju Masjid di bantu Padri dan yang lainnya.,.
Sesampainya dalam masjid Dawung sungguh sangat terkejut melihat Aryo yang sedang duduk bersila.. dan memejamkan mata.,
Beberapa saat kemudian..
"Alhamdulillah kalian tepat waktu., mari ikut saya yang punya kemampuan bertarung.," mendengar ucapan Aryo semua beberapa orang pemuda berdiri di belakang Dawung siap untuk bertempur.,