
Sungguh Tiada seorangpun yang bisa menebak Tentang Rencana Ashor yang menganti Namanya menjadi Madan., Seorang Ahli ibadah., penyamaran Ashor Yang epik dan Madan alias Ashor terlihat sedang melakukan shalat Di dalam masjid dengan begitu khusyuk dia membaca Ayat yang sangat panjang hingga memerlukan waktu yang begitu lama Madan melakukan Shalat Zuhur berhenti ketika masuk waktu Shalat Ashar dan mengerjakan Shalat Ashar Hingga masuk waktu Shalat Magrib Seluruh Waktu yang dia miliki seolah dia pakai hanya untuk shalat istirahat hanya Saat makan Saja dan ketika Madan Selesai melaksanakan Shalat Subuh Dan yang membuat Para jama'ah yang semakin menjadi kagum adalah ketika mereka melihat Madan ketika sedang berdoa dengan penuh harap dan linangan Air mata.,Salah seorang warga yang penasaran segera mendekati Madan.,
"Tuan Saya Salut dengan Cara Tuan Beribadah sungguh sangat Luar Biasa., Sultan Aryo saja saat shalat Tidak pernah selama yang Tuan kerjakan !? " Tanya salah seorang Warga yang merasa heran dengan dan Kagum dengan Cara Madan melakukan Ibadah.,
"Bukankah Allah SWT menilai Hambanya Dari Shalat nya lalu Untuk Apa lagi dengan yang lainnya., Saya berhenti mengejar Dunia harta Yang hanya sementara sedangkan yang Abadi Hanya Amal yang akan kita bawa saat kita telah meninggal kelak!? " mendengar penjelasan dari Madan membuat warga itu semakin takjub.,
"Bagaimana Caranya Tuan bisa Melakukan Hal itu!?" Tanya warga Itu semakin Penasaran.,
"Saya Telah memasrahkan Semuanya Pada Allah SWT dan Rasa takutlah yang membuat Saya Mampu melakukan semua ini.!? " Ujar Madan Alias Ashor dengan senyum penuh kemenangan.,
"Tuan Bisakah Saya melakukan seperti yang Tuan lakukan!? Air mata Adalah bukti ketulusan dari seorang hamba pada penciptanya., sungguh Saya sangat ingin bisa merasakan Damainya Hidup ketika kita tau tujuan Akhir kita Adalah Syurga yang telah Allah SWT janjikan kepada Hamba-hambanya yang bertakwa.,!? " Ujar Salah satu warga yang tak lain adalah Sukat kepala Desa Dusun Atas yang mengantikan Dawung yang wafat di medan tempur.,
"Semua Pasti bisa melakukan seperti Apa yang sudah saya lakukan ketika kita punya kesalahan yang sangat besar,. Saya seperti ini karena beban dosa yang saya pikul teramat berat hingga Sujudku terasa ikhlas dan Semua perkara Yang sekarang saya lakukan Hanyalah Untuk Allah semata.,!? " Ujar Madan semakin meracuni pikiran Sukat.,
"Kesalahan Apa yang sudah Tuan Lakukan hingga ibadah Tuan begitu sempurna!? " Tanya Sukat semakin terpancing dengan bujukan Madan.,
"Dahulu Pekerjaan Saya sebagai seorang Perampok Pernah suatu ketika Saya dan Dua teman saya merampok sebuah Rumah mewah., Kami masuk lewat pintu belakang ternyata Saya melihat Anak gadis Tuan Rumah itu sedang tidur dengan Gaun yang tersingkap., Karena dorongan Nafsu Sayapun memperkosa Anak Tuan Rumah itu hingga teriakannya membangunkan Seisi Rumah., Karena Panik dengan terpaksa Kami bertiga Menghabisi Seluruh Penghuni Rumah itu dan mengasak seluruh hartanya., Namun Bayangan kesalahan itu terus membekas dalam ingatannku Ketakutan akan Azan Allah yang teramat pedih membuat Saya lebih pasrah menanti putusan yang akan Allah jatuhkan Pada Saya.,!? " Ujar Madan Seolah Menyesali perbuatannya di Masalalu.,
Sebaliknya Sukat semakin penasaran Haruskah dia juga harus melakukan seperti yang pernah Madan lakukan., Tapi semua tidak mungkin sebab Hukuman Membunuh dengan sengaja dalam Peraturan Kesultanan lembayung Adalah kematian., Maka seketika Niatnya berubah.,
"Ikutlah dengan Saya ke suatu tempat Saya Akan memberikan kamu satu jalan Untuk bisa lebih Ikhlas dalam beribadah!? " Setelah berucap Lalu Madan berdiri dan keluar dari mesjid di ikuti Sukat yang berjalan di belakang., Mereka berjalan kearah dermaga dan menaiki kapal yang hanya bisa membawa Dua orang., Sukat Yang tidak menaruh sedikitpun curiga kepada Madan hanya terus mengikuti kemanapun Madan pergi tampa pernah bertanya Arah tujuan mereka hingga kapal yang mereka tumpangi Sandar di sebuah pulau yang sangat Asing untuk sukat
"Disana ada 3 Orang yang sedang duduk ngobrol di dalam saung kesana lah dan ikut gabung ngobrol dengan mereka dan Apapun pertanyaan mereka Kamu jawab dengan jujur niscaya jika kamu Bisa jujur dengan menjawab semua pertanyaan mereka setelah kembali dari situ kamu pasti bisa seperti saya!? " Ujar Madan dengan senyuman liciknya
Karena tidak sedikitpun menaruh curiga dengan penuh percaya diri sukat pun melangkah pergi ke arah yang di tunjuk Madan dan benar saja dalam saung Ada tiga orang pemuda sedang duduk Dan bercerita dengan serius.,
"Permisi Tuan-Tuan Bolehkah saya ikut gabung bersama kalian!? " Mendengar pertanyaan Sukat ketiga orang itu saling pandang dan mengangguk tanda memperbolehkan Sukat Gabung bersama mereka.,
Next...
Siapakah ketiga orang itu?
Jangan Lupa Like coment dan vote Biar Author semakin semangat..
********Terima Kasih**********