PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
MENGINGINKAN


Raja Dasim menendang Tubuh Sarwana hinga terjungkal.,


bhugh


brakkkk


Aghhhhhh


mendengar suara Ribut dan erangan Suaminya Lena langsung keluar dari dalam kamar dan langsung menghampiri suaminya.,


"Apa kesalahan Suamiku Tuan Raja sampai Tuan Raja menyiksanya seperti ini!? " Tanya Lena Istri Sarwana Yang tidak mengetahui perihal kedatangan Raja Dasim kerumah mereka.,


"Kesalahannya karena memperistri wanita secantik dirimu" Ujar Raja Dasim.,


Degh...


seketika jantung lena berhenti berdetak bukan rahasia umum lagi jika Raja Dasim menginginkan seorang wanita maka tidak akan ada yang bisa mencegahnya Bahkan Raja Zalan penguasa Kerajaan Waringin Tidak mentolelir orang yang menghalangi keinginan Raja Dasim.


"Saya mohon Tuan jangan sakiti suami Saya? " Ujar lena memohon pada Raja Dasim yang di kawal panglimanya dan seorang prajurit Kerajaan Waringin yang juga teman kerja Suaminya sebagai prajurit Kerajaan Waringin.


"hmmm jika kamu dengan suka rela melayani saya maka semua akan baik-baik saja.? Namun jika kamu menolaknya saya pastikan Ini hari terakhir suamimu menghirup udara., dan saya sedang tidak tawar menawar!? " Mendengar ucapan Raja Dasim seketika Wajah Lena pucat pasi bagaimana mungkin dia harus melayani Nafsu bejad Raja Dasim di depan suaminya, Namun di satu sisi dia tidak ingin suaminya Baik-baik saja.,


"Apa yang Tuan Raja inginkan dari saya? " Ujar Lena pasrah asalkan suaminya Baik-baik saja namun Sarwana memotong ucapan istrinya.


"Saya lebih Baik mati jika harus melihat orang yang saya cintai harus di gagahi sama lelaki lain., Dan mulai detik Ini saya bukan lagi prajurit Kerajaan Waringin dan kamu Raja Dasim mungkin dengan mudah kamu bisa membunuh saya, Tapi ingat kamu hanyalah seorang Raja yang Gagal!? " Ujar Sarwana menancing emosi Raja Dasim Agar dia cepAt di bunuh karena dia tidak sanggup jika harus melihat istrinya tidur bersama lelaki lain,.


"Lancang kamu Sarwana.,Biar kematian yang membungkammu!!? " Ujar Raja Dasim semakin gudar


"Jangan sayank,.jangan pernah menuruti keinginan Raja Dasim selagi saya masih hidup., Saya sudah berbuat banyak untuk Kerajaan ini tapi Apa yang mereka kasih padaku tidak ada Bahkan sekarang mereka menginginkan tubuh istriku!? " Mendengar Ucapan Sarwana me. buat Raja Dasim semakin murka. ,


"Heh kamu pikir semua kemewahan yang di berikan istana padamu tidak ada imbalannya Toh hanya untuk beberapa saat saja Raja Dasim memakai istrimu!? " Ujar Amar membela Rajanya.,


"Cuih Tidak sudi lebih baik saya mati jika harus melihat istri saya memenuhi hasrat Raja Dasim!" Ujar Sarwana dengan tatapan sinis membuat Amar menjadi murka dan langsung maju beberapa langkah dan mengeluarkan pedangnya dan langsung mengayunkan pedangnya., melihat itu Lena Langsung memeluk suaminya.,


"Bunuh saja kita Berdua!? " Pinta lena membuat Ayunan pedang Amar terhenti.,


"Agh sudahlah bunuh suaminya dan jangan biarkan wanita itu terluka.,!? " Titah Raja Dasim dengan Angkuhnya,.


whussssss


blap


"Sungguh kalian para manusia yang bersifat seperti binatang, yang hanya menuruti hawa nafsu tampa berpikir dengan perasaan orang lain berbuat seenaknya saja" Ujar Salah seorang yang tiba-tiba saja muncul tanpa di sadari oleh siapapun yang berada di situ hingga membuat mereka semua terkejut.,


"heh siapa kamu berani ikut campur Urusan Raja Dasim? " Ujar Amar dengan Amarah.,


"Owh Raja Rupanya tapi sifat seperti seorang Penjahat, Raja itu memberi contoh yang baik pada Rakyatnya bukan malah menindas Rakyat dasar Raja serakah,. Sungguh dia tidak layak dia di sebut Raja., " Ujar orang Asing yang muncul tiba-tiba itu.,


"Bangsatt Siapa kamu berani mengatur semua urusannku Apa kamu sudah tidak sayang dengan nyawa kamu hah!? " Raja Dasim mulai ikut terpancing emosi karena mendengar ucapan merendahkan orang asing itu.,


"Nyawa saya Milik sang Pencipta dialah yang berhak menentukan pilihan hidup dan mati, Bukan Raja mesum seperti kamu!? " Orang Asing itu terus membuat Amarah Raja Dasim memuncak