PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
KUATIR


Dingin Embun pagi hari menerpa wajah kusut lelaki tinggi besar berkumis tebal.,


Dia mengedarkan pandangannya seperti sedang mencari sesuatu.,


Lama dia berdiri di depan pintu.,


hingga seorang wanita meskipun sudah tidak muda lagi tapi aura kecantikan.,


masih terlihat jelas di wajahnya.,


Ratmi menghampiri Ki Along.,


"Dari tadi ibu perhatikan sepertinya bapak lagi mencari sesuatu.,?? " tanya Ratmi sambil memegang bahu suaminya


"Bapak lagi mencari dawung., kok gak keliatan ya.,??? " jawab Ki Along sambil tetap celingak celinguk.,


"Ohhh., tadi selepas sholat subuh berjamaah., dawung sama Aryo sudah pergi ke dusun bawah., " ujar Ratmi menjelaskan.


"oh begitu., klw begitu bapak pamit mau., nyusul mereka ke kampung bawah.,??! " lanjut ujar Ki Along lembut pada istrinya Ratmi.,


" iya Pak., Hati-hati di jalan! " ujar Ratmi lembut., sambil mencium punggung tangan suaminya.,


"Asalamualaikum" pamit Ki Along sambil melangkah pergi.,


" Walaikumsalam "jawab lembut Ratmi., lalu masuk dan menutup pintu.,


" Asalamualaikum., Aryo" sapA Dawung memberi salam pada Aryo yang tampak baru datang dari Dermaga.,


"Walaikumsalam., paman,. bagaimana sudah semua ikan nelayan di timbang.?? " ujar Aryo seraya mendekati paman Dawung.,


"Alhamdulillah Sudah beres.,semua sudah siap tinggal muat.," ujar Dawung Sambil tersenyum dan menjabat tangan Aryo sedangkan Aryo hanya ikut tersenyum mendengar jawaban Dawung.,


Dari jauh tampak Ki Along sedang berjalan ke Arah Dawung dan Aryo.,


"Asalamualaikum., " Sambil menjabat tangan Dawung dan Aryo


"Walaikumsalam., " ujar Aryo dan dawung berbarengan.,


" Sudah ayah.,tinggal muat saja.,Tumben ayah kesini?? " lanjut Aryo bertanya kepada mertuanya.,


"Ayah gerah Di rumah saja., ayah mau ikut ke kota.,!!? " ujar Ki along sambil menatap Aryo.,


"sebaiknya jangan Tuan., situasi masih belum baik., mengingat kondisi tuan., saya takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan menimpa tuan., " Ujar Dawung kuatir akan keselamatan Ki along sambil mengeser keranjang ikan., dan langsung di angkat oleh seorang anak buahnya.,


"Bukankah Nyawa kepunyaan Allah SWT., kapanpun kalau dia mau ambil., tidak ada yang bisa mencegahnya., jadi apa yang perlu di takutkan???? " Ujar Ki along tetap kekeh pada pendiriannya ingin ikut ., Aryo yang mendengar ucapan mertuanya hanya senyum.,


"Ayah mekanismenya bukan seperti itu., memang benar semua apa yang kita miliki adalah milik Allah., tapi kita wajib merawat dan menjaganya., Sekarang Kita tau Ada bahaya yang mengintai di kota., dan ayah sudah tidak punya kekuatan bukankah itu namanya mati konyol., itu sama saja dengan bunuh diri sedangkan ayah tau Allah sangat benci dengan perbuatan itu" uju Aryo mencoba mencegah Ayah mertuanya.,


mendengar penjelasan Aryo Ki along mengela nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar.,


Huffffhhh


" baiklah kalau begitu., Hati-hati kalian di jalan.,!! ?? " Ujar Ki along sedikit kesal.,


terlihat jelas wajah Ki along keliatan sedikit Murung.,


melihat sikap mertuanya seperti itu Aryo segera memegang bahu mertuanya.,


"Ayah berdoa saja., semoga semua masalah ini cepat selesai, Biar kita semua bisa hidup tenang.," ujar Aryo sambil mengelus punggung mertuanya dengan tersenyum simpul.,


mendengar kata menantunya Ki along tersenyum ikhlas.,


"Asalamualaikum., maaf menyela., lapor tuan semua sudah siap ujar salah seorang anak buahnya., yang nampak ngos-ngosan karena berlari dari Dermaga.,


"Walaikumsalam" jawab Ki Along., Dawung dan Aryo secara bersamaan.,


"Alhamdulillah kalau begitu., Ayah kita pamit pergi., ayo paman keburu siang., Asalamualaikum" pamit Aryo pada mertuanya sambil mencium punggung tangan mertuanya.,


lalu mereka melangkah pergi meninggalkan Ki along


"Walaikumsalam" jawab Ki along dan hanya bisa mengangguk pelan sambil melihat kepergian Dawung Aryo dan yang lainnya.,


dari jauh terlihat jelas Aryo memacu perahu membelah lautan menuju kota Lembo.,