
Dalam kedai Damanta Reksa Dipa dan Ranu Galang dan beberapa orang warga lambaian sedang Asik mengobrol.,
"boleh tau apakah kalian kenal dengan orang yang bernama Samudera.,!?? " Tanya Damanta pada bebrapa warga yang nongkrong di kedai itu., dengan hati-hati agar mereka tidak tersinggung.,
penjaga kedai tiba-tiba datang menghampiri mereka.,
" Tuan., Imam Samudra dia Adalah orang yang pertama kali mendiami tempat ini., tepatnya 20 Tahun yang lalu., saat tuan imam Samudra baru saja menikah dengan istrinya, dia membangun tempat ini., karena kesuburan tanahnya., dan melihat hasil panen Tuan Imam Samudra., yang melimpah.,
maka warga yang kala itu termasuk saya., minta izin padanya untuk ikut dan tinggal di tempat ini.," ujar pemilik kedai sambil mencoba mengenang kembali kenangan silam.,
Damanta Reksa Dipa dan Ranu Galang serta beberapa orang warga yang ada dalam kedai itu tampak mendengarkan dengan serius tidak ada seorangpun yang mencoba membuka mulut mereka menunggu cerita selanjutnya pemilik kedai.,
pemilik kedai yang melihat mereka menunggu lanjutan ceritanya segera melanjutkan.,
"Semula kehidupan kami begitu tentram., tuan imam Samudra., memperkenalkan kami agama Islam., dia sama sekali tidak memaksa kami untuk mengikuti agama yang di anutnya., tapi melihat budinya yang luhur., kami pelan-pelan ikut mempelajari agama Islam., dan ternyata agama Islam membuat kami tenang., Tuan imam Samudra adalah panutan kami., Oh iya kalau boleh tau ada keperluan apa tuan berdua mencari Imam Samudra?!! " tanya pemilik kedai kepada damanta Reksa Dipa dan Ranu Galang.,
mendapatkan pertanyaan yang sudah di duganya damanta Reksa Dipa langsung menjawabnya.,
" kami hanya ingin menawarkan barang siapa tau dia berminat., "Ujar Reksa Dipa sambil meminum habis kopinya.,
''Biasanya jam segini dia masih di ladang.,sebelum tengelam matahari dia baru balik kerumah., Rumah imam Samudra itu yang dekat mesjid.,!? " ujar pemilik kedai sambil menunjuk rumah panggung besar.,
"Terima kasih banyak untuk semuanya pak., oh ya berapa harga untuk semua yang makan disini..!?? " Ujar Damanta Reksa Dipa., sambil merogoh saku celananya.,,
semua pengunjung warung sontak menoleh ke arah Damanta Reksa Dipa.,
melihat semua orang menoleh padanya Damanta Reksa Dipa hanya melemparkan senyum..,
"maaf cuma berbagi sedikit rejeki.,. !? " lanjutnya dengan masih tersenyum.,
Damanta Reksa Dipa mengeluarkan sekeping koin emas dan memberikannya pada pemilik kedai.,
"Apa ini cukup??!, '' kata Damanta Reksa Dipa
" Ini kebanyakan Tuan., " ujar pemilik kedai itu., Belum sempat Damanta Reksa Dipa menjawab pemilik kedai pandangannya langsung terpaku pada sosok gadis manis., yang baru masuk kedalam kedai itu., Rambutnya ditutupi kerudung., sungguh jantung Damanta Reksa Dipa seolah berhenti berdetak.,
"Paman tolong bungkus kan Nasi Ayam 3 porsi Y.,!? " Ujar gadis itu pada pemilik kedai
Ya ampun suara gadis itu laksana lantunan pedang malam yang siap merobek jantungnya.,
belum sempat dia mengetahui namanya.,
Ranu Galang sudah berdiri dan menarik Damanta Reksa Dipa keluar.,
Damanta Reksa Dipa langsung Gelagapan.,
"Oke Pak sekalian saja sama belajaan gadis itu.,!? " kata Damanta Reksa Dipa yang langsung ke luar karena di tarik oleh Ranu Galang.,
"Galang,. Apa kamu tidak melihat kecantikan gadis yang tadi baru masuk.,?!! " Tanya Damanta Reksa Dipa pada Ranu Galang yang mukanya kelihatan tidak suka dengan gaya Reksa Dipa di kedai tadi.,
"Dipa kita kesini untuk melaksanakan tugas., bukan untuk karena wanita., saya tidak mau karena seseorang mahluk yang bernama wanita rencana kita gagal., ingat Dipa kita belum pernah gagal dalam melakukan pekerjaan ini., ingat itu" kecam Ranu Galang
"Iya tenang saja saya akan tetap fokus., " Ujar Damanta Reksa Dipa enteng.,
melihat sikap cuek Damanta Reksa Dipa., Ranu Galang makin kesal dan semakin mempercepat langkahnya.,
melihat hal itu Damanta Reksa Dipa hanya senyum-senyum saja sambil berlari kecil mengejar Ranu Galang.,