
"Ungsikan Seluruh Rakyat kedalam masjid dan Semua pasukan Bersiap pada posisi masing-masing, kita akan menyambut pertempuran besar Dan semoga Allah meridhoi perjuangan kita kali ini!? " Suara Sultan Aryo sedikit bergetar karena pertempuran kali ini,. Adalah pertempuran yang akan menentukan Akhir dari segalanya,.
"Tuanku Sultan, Saya Senang bisa berjuang di samping tuan Dalam membela agama Allah, Semoga kita bisa melewatinya" Ujar Rayana dengan Wajah mantap,. Sultan Hanya mengangguk mendengar Ucapan Rayana para Punggawa Kesultanan Segera mempersiapkan Posisi masing-masing Seluruh Warga di ungsikan kedalam masjid dan setelah Semua warga sudah berhasil diungsikan Sultan Aryo Memagari Area masjid dengan Pagar Ghaib
"Saya melihat Tuan Pangeran terlihat Sangat tenang di banding Sultan dan Yang lainnya!? " Abiyan menoleh dengan senyuman kearah Somali,
"Apa yang Perlu Saya Risaukan Jika Hati Saya Sepenuhnya Saya serahkan kepada Sang Pencipta Alam semesta ini, Dan lagi pula Musuh Yang akan kita hadapi Terlihat jelas, mereka datang dengan Memegang pedang dan tombak Dengan buas datang menyerbu,. Hingga kita bisa membuat keputusan Lari Atau melawan Bahkan mungkin Harus menyerah,Namun Pada prinsipnya, dalam Islam, perang hanya di benarkan jika dalam situasi yang sangat darurat atau terpaksa seperti untuk menolak serangan musuh, mempertahankan hak yang sudah dilanggar musuh, dan melindungi keamanan dakwah islam. islam baru membenarkan perang apabila serangan benar-benar terjadi atau telah nyata, Seperti apa yang akan kita hadapi, Dan mati dalam perang ketika mempertahankan islam. Adalah Syahid dan Ganjarannya Adalah Surga, Lantas apa yang perlu saya cemaskan!? " Mendengar penjelasan Abiyan Seketika gelora jiwa Somali membara,.
"Saya Siap Berperang Melawan kemungkaran meskipun nyawa taruhannya! " Ujar Somali dengan penuh semangat sedangkan Abiyan hanya tersenyum Mendengar Ucapan Somali,.
Sultan Aryo Naik keatas Benteng Dan melihat Jumlah pasukannya Yang Dia sendiri Sungguh tidak menduga Akan mendapat Dukungan pasukan dari Luar,
Arisha yang Sudah pulih keluar dan ikut bergabung dengan Pasukan garis depan,
"Apa boleh saya dan pasukan saya ikut bergabung!? " Ujar Abadon Yang tiba-tiba muncul di samping Abiyan.,
"Dengan Senang hati, Terima kasih Sudah datang dan membantu,!? " Ujar Abiyan lembut Dan seketika itu pula muncul Ribuan bangsa jin dari dalam Laut dan bergabung bersama pasukan Raja Masauth,
"Lapor Tuanku Sultan, Seluruh pasukan sudah Siap dan Alhamdulillah kita dapat bantuan pasukan lagi dari Raja Abadon! " Lapor salah satu panglima perangnya.,
"Alhamdulillah kalau begitu kembali ke posisimu, Sepertinya Pasukan kegelapan Akan segera Sampai,!? " Tampa menunggu aba-aba lagi panglima itu langsung bergegas keposnya
Deru Angin bertiup mengiringi Ratusan kapal milik Raja kegelapan Berlabuh Di tepi Laut Sangula Dengan Membawa ribuan Pasukan kegelapan Suasana Seketika menjadi tegang,. Dari Arah dermaga Ratu Zalitun Nampak melangkah maju seorang diri sementara seluruh Pasukannya bersiap siaga di belakangnya,.
"Saya mau bertemu dengan Sultan Aryo Damanta!?'' Ujar Ratu Zalitun ketika Sampai di hadapan Pasukan Garis depan Milik Kesultanan,.
"Ada Apa Ratu ingin menemui saya!? " Ujar Sultan Aryo dengan tenang yang tiba-tiba muncul dari balik pasukannya,.
"Sebaiknya Kalian semua menyerah dan Tunduk pada penguasa kegelapan, sebelum Kesultanan lembayung ini kami buat Rata dengan tanah!? " Mendengar Ancaman Ratu Zalitun Sultan Aryo Hanya tersenyum dengan Tenang,.
"Ratu, Saya dan Seluruh Rakyat Kesultanan lembayung menolak Tunduk pada iblis, Kami hanya tunduk Pada Allah Pencipta Alam semesta ini, Jadi lakukanlah apa yang hendak kamu lakukan,!? " Tandas Sultan Aryo sambil berbalik meninggalkan Ratu Zalitun yang langsung murka,.
"Kamu Akan menyesali keputusanmu Sultan!!! " Ujar Ratu Zalitun dengan geram dan ikut berbalik menuju pasukannya,.
"Luluh Lantakan Kesultanan lembayung, Jangan Ada seorangpun Yang kalian biarkan hidup!! " Titah Ratu Zalitun kepada pasukan Pembongkarnya yang langsung Menyerbu kedepan
Serbuuuuuuuuu
Brak
trinkkkk
shuth
Kedua pasukan Bertemu dan saling Membalas serangan Raja Walan Yang memimpin pasukan garda depan dengan penuh Nafsu menghantam Tiap musuhnya, Arisha Yang turut berada di garis depan Langsung melesat Menghadapi Raja Walan,
"Saya lawanmu Bukan mereka iblis terkutuk!? "
Hiyaaaaaaaaaa
whusssssss
ctasssssss
shetttttttt
Arisha menyerang dengan mengunakan Pedang Cahaya miliknya,.
Namun Setiap serangannya begitu mudah di patahkan oleh Raja Walan,. Dan begitu sebaliknya serangan Raja Walan Masih bisa di hindari oleh Arisha,
Pertempuran kedua kubu semakin sengit Banyak korban berjatuhan dari kedua kubu, sementara pertempuran Antara Arisha dan Raja Walan Semakin di kuasai oleh Raja Walan,.
Hiyaaaaaaaa
Brakkkkkk
ctassssssss
Duarrrrrrr
Raja Walan yang sudah kehilangan Kesabaran Segera menyerang Arisha dengan pukulan Tangan Api,.Kyai Samudra yang menyadari jika cicitnya dalam bahaya segera melompat melindungi Arisha, Alhasil pukulan Tangan Api Raja Walan beradu dengan Pukulan Kyai Samudra yang membuat Kyai Samudra terlempar beberapa tombak kebelakang yang Langsung di tangkap oleh Sultan Aryo,.
"Saya Sungguh tidak menyangka Jika mereka ternyata terlalu hebat untuk kita hadapi. Uhukkk.., Hati-hati Cucuku, !" Ujar Sendu Kyai Samudra Lalu dengan Ucapan lirih dia mengucapkan kalimat syahadat dan menutup mata Untuk selamanya,.
Raja Walan yang belum puas kembali menyerang Namun Sultan Aryo langsung Maju menghadapinya,.
"Akhirnya kita Di pertemukan lagi Sultan tapi kali ini Kamu bukan lagi momok yang menakutkan,.!? "Sultan Aryo Hanya tersenyum mendengar kesombongan Raja Walan,
Hiyaaaaaaaaaaa
Whusssssss
Shettttttttt
Ctasssssss
gedebuk kkkk
Raja Walan langsung menyerang Sultan Aryo dengan Pukulan Tangan Api, Namun diluar perkiraan Raja Walan dengan mudah Sultan Aryo Mengelak dari serangannya dan dengan Tangan kanan Sultan Aryo melesatkan Satu pukulan keras Yang tepat Menghantam dada Raja Walan yang langsung Terlempar Jauh kebelakang dan Tubuh Raja Walan menghantam Puluhan pasukannya yang berada di belakangnya., Beberapa Detik Raja Walan Tidak bisa menarik Nafasnya yang terasa sesak namun Semenit kemudian tubuhnya segar kembali, Dan kembali menyerang Sultan Aryo,.
Hiyaaaaaaaaaaa
Whusssssssss
Shettttttttttttt
Bhukkkkkkkk
Aghhhhhhhhh
Serangan Raja Walan begitu cepat melesat kearah Sultan Aryo,Namun Sultan Aryo bukanlah Lawan yang mudah di rubuhkan dengan mengunakan Hampir seluruh kekuatan Yang dia. miliki Sultan Aryo menghantam Tubuh Raja Walan dengan teriakan“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan Setan dan aku berlindung pula kepada-Mu ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.” dan lesatan pukulan Sultan Aryo tepat menghantam dada Raja Walan yang kembali terlempar Beberapa puluh meter kebelakang dan hanya terdengar teriakan kesakitan kemudian Diam tak bergerak.,
Melihat Raja Walan Meregang Nyawa seketika Raja Zalan dan Raja Dasim Menciut,
" Sepertinya Ada Yang Salah dengan Keterangan Azabil, Kenapa bisa hanya dengan Satu pukulan Raja Walan langsung tak berkutik,.!? " Ujar Raja Dasim dengan Suara bergetar,
"Apa yang Harus kita lakukan? Sekarang giliranmu Dasim hadapi Sultan Aryo? " Ujar Raja Zalan yang tidak mau mengambil Resiko.,
"Saya Sudah pernah merasakan kerasnya pukulan Sultan Aryo Mungkin Sebaiknya kamu Saja yang maju!? " Kedua Raja itu Saling melempar tanggung jawab membuat Ratu Zalitun kesal,.
"Kalian berdua Bantu pasukan depan Biar saya yang menghadapi Sultan Aryo,!? " Ujar Ratu Zalitun sambil melesat Berhenti tepat Di hadapan Sultan Aryo, Jual beli pukulan dan tendangan keduanya tak dapat dihindarkan
Whussssssss
Brakkkkkkk
ctassssss
deru serangan keduanya laksana kilatan petir yang saling menyambar Namun Masing-masing dari mereka Mampu saling menghindari,.
"Ternyata Kesaktian yang kamu miliki bukan hanya cerita omong kosong belaka Sultan Aryo, Namun Sayang Sebentar lagi kisah itu Akan terkubur bersama jasadmu!? " Umpat Ratu Zalitun dengan geram, Sedangkan Sultan Aryo hanya menanggapi dengan Senyuman,.
Hiyaaaaaaaa
Whusssssss
Dashhhhhhh
Suittttttttttttt
Serangan Ratu Zalitun berbeda dari sebelumnya serangannya kali ini begitu cepat hingga membuat Sultan Aryo menjadi kewalahan, namun Masih bisa dia mengimbangi semua serangan Ratu Zalitun,
Abiyan Yang melihat Situasi Kurang menguntungkan Segera melesat Dengan cepat Menghalau serangan Ratu Zalitun,. Ratu Zalitun yang tidak menyangka jika Abiyan mampu menghalau Pukulan Tangan merahnya Jadi terperanjat,.
"Oh, Rupanya Selama ini Kamu yang Berada di belakang Arisha, Sunguh kejutan yang luar biasa Sunguh pandai kamu bersembunyi dari kekuatan besar yang kamu miliki!!? " Namun Abiyan tidak menanggapi Ucapan Ratu Zalitun dia hanya menoleh Pada Abinya,.
"Abi, Biar Abiyan yang menghadapi dia, Abi bantu pasukan yang di belakang Karena Raja Zalan bukan tandingan mereka? " Ujar Abiyan dengan lembut dan Sultan Aryo Hanya tersenyum dan mengangguk pelan,
"Hati-hati, Dia terlihat sangat licik!? " Ujar Sultan Aryo sambil melesat membantu pasukannya yang kewalahan menghadapi Dua Raja kegelapan,.
"Pangeran, Jika kamu mau menjadi pendamping saya, Saya janji tidak akan berlaku kasar padamu!?" Ujar Ratu Zalitun dengan Mata genitnya,.
"Ratu, Sungguh saya tidak akan pernah berada di samping kebathilan!? " Ujar Abiyan tenang yang membuat Fatu Zalitun menjadi murka dan langsung menyerang Abiyan kembali dengan pukulan tangan merahnya,.
Hiyaaaaaaaaaaa
whusssssssssss
trankkkkkkk
ctassssssaa
brakkkkkk
Gedebukkh
Serangan cepat Ratu Zalitun dengan mudah di elakkan oleh Abiyan yang membuat Ratu Zalitun sedikit terperanjat karena semua gerakannya dapat di baca oleh Abiyan hingga satu pukulan Abiyan tepat menghantam perut Ratu Zalitun yang langsung terjungkal kebelakang,.
Namun Dengan Cepat Ratu Zalitun bangkit kembali dan langsung menyerang Abiyan dengan kekuatan penuh, Pertarungan keduanya laksana kilatan cahaya hitam dan putih yang saling beradu,.
Whussssassss
singggggg
Dashhhhh
bhughhhhh
Pukulan telak kembali menghantam punggung Ratu Zalitun hingga dia terlempar berpuluh-puluh tombak kebelakang Namun Hanya beberapa detik Ratu Zalitun terbaring tak bergerak selanjutnya dia kembali bangkit dengan kondisi segar bugar,.
Dalam kebimbangan Abiyan memejamkan mata,
"Allahumma inni astakhiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyub" Tiba-tiba Udara serasa berhenti berhembus dan Bumi seakan berhenti berputar Seolah Waktu sesaat terhenti dan semua Yang ada di sekitarnya seakan tak bergerak Lalu entah dari mana terdengar suara Yang Berbicara kepadanya.,
"Dia Mahluk Abadi, Dalam Satu generasi Hanya satu yang abadi,Seperti Ranabumi yang di belenggu kedasar Neraka Oleh tentara langit, Dan Hanya satu yang bisa kamu lakukan Untuk menghentikan Semuanya, Kurung dia Dalam lembah yang Tidak seorangpun Akan kesana ikat Tubuhnya memakai Tali penyerap Energi Yang tergantung di pinggang Khanzab," Setelah Suara itu Berlalu Situasi kembali normal Seperti semula,.
"Kamu pikir, Bisa membunuhku Pangeran, saya akui pukulan kamu Sangat Kuat, Sampai beberapa saat Nafas saya terhenti, Namun Sayang semua itu sungguh tidak Ada Artinya Hahahahahahaaha"
Hiyaaaaaaaaaaa
brrrrrrrrrrrr
ctasssssssss
Bhughhhhhh
duarrrrrrr
Ratu Zalitun kembali menyerang Abiyan dengan Kekuatan penuh, Namun Kehebatan yang di miliki Abiyan sungguh di luar prediksi Ratu Zalitun, hinga dengan mudah semua serangannya dapat di patahkan dan Lagi-lagi satu pukulan telak tepat menghantam perut Ratu Zalitun yang kembali terlempar dan menghantam batu besar dan menimbulkan ledakan hebat,.
Dan dengan Satu gerakan Super cepat Abiyan melesat kearah Khanzab dan Lail yang sedang bertempur dan tampa di sadari Khanzab Abiyan mengambil Tali yang mengantung di pingangnya, dan dengan Cepat Abiyan mengikat Tubuh Ratu Zalitun dengan erat,. Dan langsung memanggul Tubuh Ratu Zalitun dan membawanya melesat terbang jauh dari Kesultanan lembayung,.
Ratu Zalitun Yang Tersadar Langsung kaget mendapati tubuhnya sudah terikat dan tidak bisa bergerak,meskipun dia mengerahkan seluruh tenaga dalam miliknya namun dia sungguh tidak sanggup melepaskan diri dari Tali penyerap Energi itu.,
"Lepaskan Saya, Kamu mau bawa ke mana Saya!? " Ujar Ratu Zalitun sambil mencoba memberontak Namun semua Usahanya Sia-sia,. Abiyan terus melesat cepat Hingga Mereka Sampai Ketegah Lautan Nan luas Lalu Abiyan Menerobos masuk kedasar Samudra
"Disinilah Tempatmu, Sampai masa penghakiman Tiba!? " Ujar Abiyan tenang
"Jika Suatu Hari Saya bebas dari belenggu ini!! Ingat pangeran Saya Akan Hancurkan seluruh Keturunan Sultan Aryo Damanta!? " Namun Abiyan tidak memperdulikan Anjaman Iblis terkutuk itu Dia dengan cepat kembali melesat menuju Kesultanan lembayung,.
Raja Zalan dan Raja Dasim yang menyadari jika Ratu Zalitun sudah tidak ada dan posisi mereka sudah mulai terdesak Karena pasukan Sultan Aryo Berhasil memukul mundur Pasukannya,.
Kedua Raja itu mulai ciut,. Belum Sempat mereka berpikir jernih Sesuatu terasa masuk menembus tubuh Raja Zalan,.
Slubbbbb
Aghhhhhhh
Abiyan Menusuk Tangan Raja Zalan dengan belati mutiara hitam miliknya, Membuat Raja Zalan meraung kesakitan,.
"Bagaimana mungkin, sedangkan belati itu tidak bisa mengores kulit Ratu Zalitun, dan kenapa ini bisa melukai saya? Aghhhhhhhh!! " Erang Raja Zalan Sambil memegang Tangannya yang terus mengeluarkan darah,.
"Dalam Setiap Satu generasi Bangsa Iblis yang terjadi setiap 5000 Tahun sekali, Hanya ada Satu yang Akan Abadi dan Itu Bukan untuk Kalian berdua Sayangnya Kalian hanya di jadikan Tumbal Untuk Ratu Zalitun Yang melarikan diri Meninggalkan kalian untuk Membusuk disini " Ujar Abiyan dengan senyuman Yang membuat kedua Raja Itu langsung Berlutut memohon Ampunan Pada Abiyan,.
Pasca Perang besar keadaan Kesultanan Lembayung Menjadi berantakan Mayat terbaring di mana-mana, Raja Dasim dan Raja Zalan, melepas Semua Ilmu yang mereka miliki dan memilih mengasingkan diri jauh dari hiruk pikuk. dunia,
Rakyat lembayung sibuk Memakamkan Setiap jenasah baik kawan Ataupun lawan tanpa pandang bulu semua di perlakukan sama, begitu pula dengan tawanan perang yang di berikan kebebasan Untuk memilih,
Beberapa Purnama kemudian Setelah semuanya telah pulih seperti sedia kala,.
"Abi, Sepertinya Sudah Saatnya Abiyan Pamit menuju Arah matahari terbenam!? " Ujar Abiyan memohon Pamit Pada Sultan Aryo Ayahnya.,
"Apa tidak sebaiknya Kamu menetap dan mengantikan Abi sebagai Sultan!? " Mendengar pertanyaan Ayahnya Abiyan hanya tersenyum sambil memeluk Ayahnya,
"Abi, Kelak Bahaya yang umat islam Hadapi lebih besar dari yang pernah terjadi Di Kesultanan lembayung ini, Dan itu menjadi tugas Abiyan untuk mencegah Hal itu terjadi,!? " mendengar ucapan putranya Sultan Aryo mengangguk paham dan hanya mengulum senyum melepas kepergian putranya....
BERSAMBUNG
Untuk Kisah selanjutnya berkisah tentang petualangan Abiyan dan Bangkitnya Ratu Zalitun,.
Dan untuk semua Pembaca Author ucapkan banyak Terima kasih
Sampai Jumpa di Kisah yang tidak kalah seru dan menginspirasi Selanjutnya
Jangan lupa Like Coment dan Vote biar Author smangat menulis kisah selanjutnya..
*****TITISAN LANGIT*********
******Wasalam*******