
Seusai melaksanakan Sholat subuh.,
Aryo., pamit Pada istrinya untuk mengantikan Tugas Ayah mertuanya.,
mengurus ikan., dari Para Nelayan.,
Hush hhh,!!!
terpaan udara pagi menyapa tubuh Aryo.,
menemani langkahnya menyusuri Jalan Yang sedikit Terjal dan Berbatu.,
"Bisno!!! Paman dawung kemana., kok belum kelihatan??? " Sapa Aryo pada Bisno Salah seorang yang ikut Bekerja Pada Ki Along.,
"Tadi., selepas Sholat., Saya sempat lihat Masuk kedalam kamar kosong di Belakang.,Saya pikir tadi mau langsung kesini juga..?? " Jawab Bisno Pada Aryo dengan apa Adanya.,
Aryo sedikit heran dengan sikap Dawung yang biasanya Dialah yang paling semangat dalam urusan pekerjaan.,
tidak pernah sekalipun dia datang terlambat terkecuali dia sedang sakit keras., Dan tidak bisa bangun.,
"Apakah paman Dawung sedang sakit" Guman Aryo.,dalam hati.., sambil terus mengamati jalan setapak yang menghubungkan dusun atas dan dusun bawah.,
Selang beberapa saat kemudian.,
Tampak dari kejauhan Paman Dawung datang dengan gaya sedikit berbeda dari biasanya.,
pisau nampat jelas terlihat menempel di pingangnya.,
senyum tipis penuh Arti di layangkan nya Saat tiba di tempat penimbangan ikan.,
"Maaf Tuan muda.,. saya terlambat tadi ada sedikit keperluan!! " Sapa Dawung pada Aryo., yang Nampak jelas Dari Wajahnya jika sedang berbohong.,
"Tumben paman Bawa pisau.,??? " ujar Aryo sedikit heran dengan perubahan paman Dawung.,
"Hanya Untuk Jaga Diri Tuan Muda., !!? "
Aryo hanya tersenyum mendengar Alasan Paman Dawung.,.
"Paman Biarlah Nanti Allah Yang menjaga Kita., pisau Tidak Akan bisa menghentikan apapun Jika Allah SWT sudah berkehendak!!? " Nasehat Aryo pada Dawung.,
" Biarlah Tuan Muda., saya nyaman dengan pisau ini selanjutnya Urusan Yang lain saya serahkan semua pada kuaaanya.. " Jawab ki along dengan gaya yang menurut Aryo sedikit tidak wajar..,
Aryo hanya menangapinya dengan senyuman.,
merekapun tengelam dalam urusan masing-masing.,
Aryo sibuk membagi., setiap tugas Anak buah mertuanya yang lain sambil membantu menimbang ikan.,.
Sedangkan urusan keuangan di kerjakan oleh paman Dawung.,
setelah semua pekerjaan sudah RampungRampung..,
Aryo hanya mengangguk.,
"Bisno..Kamu segera siap-siap., kamu ikut ke kota bersama kita!!? " ujar Aryo karena melihat gelagat Aneh Pada Dawung., Aryo takut Dawung berbuat nekat., tentunya jika bisno ikut tentu saja bisa membantu mengatasi paman Dawung pikir Aryo.,
"Baik., Tuan muda., Tapi Saya sudah siap dengan keadaan begini saja tuan...! " ujar Bisno pada Aryo.,
"Tolong., Kalian semua dengarkan!!! tolong jangan panggil Saya Tuan Muda., Panggil saya Aryo saja., Pangilan Tuan Muda sungguh tidak pantas buat saya sandang!!? " ujar Aryo dengan suara sedikit agak di keraskan.,
"Tapi Tuan !!!? " Ujar bisno seperti mau protes.,
"Bisno., Apa karena Saya menantu Ki Along., tolong Kita semua sama status sosial., Tidak akan membuat saya lebih terhormat di banding kalian si mata Allah., tapi prilaku daan ketaatan kitalah yang dapat membuat kita semakin di sayangi di sisi Allah SWT"
mereka semua mendengarkan sambil mengangguk setuju dengan pola pikir Aryo yang luar biasa.,..
wushhhhhhh.!!
krekkkkkkk
Suara Angin menerpa Layar
mengantarkan Aryo Dawung dan Bisno menuju kota Lembo,..
Dermaga Kota Lembo.,.
Aryo dan Bisno sibuk Mengatur ember-ember ikan yang Akan diturunkan.,
sedangkan Dawung., turun untuk mengikatkan Tali kapal di Atas tiang DERMAGA.,
Dari kejauhan samar-samar Dawung melihat salah seorang pengeroyok ki Along.
"Sekarang Saatnya untuk menuntut Balas., " Dawung membatin geram.,
"Aryo., tidak apakan saya tinggal dulu sebentar???.,. saya hendak buang Air di ujung sana??? " Sambil menujuk suatu Arah di samping bangunan tua.,
"Baiklah Paman!!!.. Tapi jangan Lama-Lama??? " ujar Aryo sambil melambaikan tangan tanda setuju dengan hajat Dawung.,
Dawung segera berlalu dari dermaga kearaah tempat Orang yang di curigai nya menghilang.,
Aryo dan Bisno saling bahu membahu menurunkan dan membawa ember-ember ikan mereka ke penampung., sambil sesekali bergurau untuk sekedar mengusir lelah.,
Ember-ember ikan Di timbang satu-Satu oleh ki samin.,. pengusaha ikan terbesar di kota Lembo ki samin lah yang membeli seluruh ikan yang datang dari semua daerah.,
"Bisno tolong Kamu urus dulu semuanya saya mau beli kain untuk istri saya dulu!!? " ujar Aryo pada bisno yang lagi sibuk menghitung hasil timbangan..
"Baiklah Aryo., carikan lah istrimu kain terindah di kota ini.. hahahaha" ujar Aryo sambil tertawa terbahak bahak.,
Aryo ikut tertawa mendengar celoteh Bisno., Aryo hanya melambaikan tangan sambil berlalu dari Tempat itu..,..
.....