
"Diam kamu bangsat.. Kali ini dia hanya beruntung saja" Ujar Khanzab sedangkan Lail.. makin memperlebar senyumnya.,
Aryo nampak berdiri tenang hanya diam mengawasi semua gerakan Khanzab.,
dengan berang kembali Khanzab menyerang Aryo dengan pukulan-pukulan bola api.,
Hiyaaaaa
trakkkk
takkkk
serangan membabi buta Khanzab hanya di tangkis dengan santai oleh Aryo.,
Aryo meliuk-liuk Di tegah kerumunan 4 Jin dia sama sekali belum melancarkan serangan balasan masih hanya sebatas menangkis dan menghindari semua serangan Khanzab., Khanzab yang semakin naik pitam terus menyerang Aryo dengan membabi buta.,
sedangkan Aryo masih cukup tenang.,
Diam-diam ki sapta prana mengeluarkan ilmu jarak jauh pukulan pelebur sukma., Ki sapta prana mengumpulkan semua tenaganya di dalam kepalan tangannya menunggu waktu yang tepat menyerang Aryo diam-diam..
Aryo yang masih sibuk meladeni serangan Khanzab yang semakin bernafsu untuk membunuhnya.. Masih saja dia belum melakukan serangan balasan.. entah apa yang ditunggu Aryo kesannya seperti sedang sengaja mengulur waktu., karena posisi Aryo membelakangi ki sapta prana yang sudah mengumpulkan kekuatan pukulan pelebur sukma di kepalan tangannya segera melepaskannya...
Hiyaaaaaaaa
Whusssssssssssssss
Duaarrrrrrrrrrrrrrrrrr
Lesatan gelombang pukulan itu laksana Angin..
menerjang apapun yang di laluinya., jangankan manusia iblis sekalipun akan hancur bila terkena ajian itu..
Lail yang melihat gerakan Yang dilakukan Ki sapta prana secara tiba-tiba., Hanya bisa berteriak
"Awas tuannnnnn!!!!! " Teriakan Lail tengelam bersama ledakan keras.,
Ki sapta prana merasa puas karena merasa telah berhasil membunuh Aryo..
"Ki sapta Prana hanya gerakan seorang pengecut yang tega melukai bahkan membunuh mereka yang mengabdikan hidupnya untuk kita., Kamu memang bukan manusia Ki sapta..!!! " Ujar Aryo yang tiba-tiba sudah berada di belakang Ki sapta prana...
Aryo dapat merasakan panas dari serangan itu sejak sinar itu baru keluar dari kepalan tangan Ki sapta prana hingga dia langsung melompat dengn gerakan 4 kali kecepatan cahaya hingga siapa saja tidak akan bisa melihat gerakan yang di lakukan Aryo yang langsung berdiri di belakang Ki sapta prana.,
merasa Harga dirinya hancur Ki sapta prana langsung melayangkan Tinju Pelebur sukma kembali dengan sisa-sisa tenaga yang dia punya. ..
Hiyaaaaaaaa
bughhhhhh
kra Aaaaa aak
Aghhhhhhhhhhh
pukulan Ki sapta prana
Dengan mudah dihidari Aryo yang langsung Mengenggam kepalan tangan kanan Ki sapta prana dan meremas nya dengan sangat keras..
hingga terdengar suara tulang yang remuk..
Ki sapta prana mengerang kesakitan..
"Bunuh saja saya anak muda??? " Ujar Ki sapta prana sambil menahan Rasa sakit...
"Nyawa manusia bukan saya yang berhak memutuskannya Ki., Tapi semua nyawa makhluk hidup ada di tangan Allah SWT., hargai hidupmu selagi Allah masih memberimu kesempatan.. " Lalu Aryo dengan santai melangkah ke arah Khanzab yang meraung meratapi dua khazab lainnya yang sudah tak bernyawa lagi..
"Pulangg lah kalian ke hutan mati.. " Ujar Aryo pada Khanzab.,
"Ternyata Benar kamu., adalah Putra Damanta reksa Dipa cucu Imam Samudra., Dan murid kesayangan Imam Ahmad yang juga guru dari kakekmu., saya tidak menduga bisa bertemu sama orang yang seharusnya saya bunuh 20 Tahun lalu Di lambaian.. Ternyata Ramalan itu sungguh benar-benar terjadi kamu sama seperti apa yang mereka ramalkan kehebatan tiada batas!!!., " Ujar Khanzab dengan murka karena gagal membunuh Aryo 20 Tahun lalu., karena Imam Ahmad ikut campur.. andai saja dia berhasil saat itu tentu dia tidak akan dipermalukan seperti ini..
"kamu terlalu berlebihan Khanzab., setiap manusia pasti punya batas.. hanya Allah SWT yang sama sekali tidak mempunyai batasan setiap makhluk hidup ciptaan Allah pasti punya batasan!?? " Ujar Aryo merendah
mendengar suara Aryo Khanzab menoleh dan menatap Aryo dengan tajam.., Khanzab lalu menaikan kedua jasad Khanzab lainnya kepundak mereka masing-masing.. Sebelum pergi Khanzab masih sempat menebarkan ancaman..
"Ini Belum Berakhir.,kelak saya. akan datang menuntut balas., Kamu dan semua keturunanmu Aryo Damanta..!!!! " mendengar ancaman Khanzab Aryo hanya geleng-geleng kepala
"DAsar iblis.. sampai akhir zaman selalu saja seperti itu tidak pernah mau tunduk dan mengakui keesaan Allah" Guman Aryo sambil melangkah ke arah Lail.. yang kesakitan..