PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
PINGSAN


melihat Sinar merah yang keluar dari Tangan kanan Ratu Zalitun yang melesat cepat ke arah Arisha dan lail yang pasrah menanti Apa yang akan menimpa mereka.,


whussssss


Duarrrrrrt


pukulan Pamungkas menghantam tempat kosong dan hawa panas pukulannya menghancurkan batu besar di depannya.,


Ratu zalitun tersentak ketika tidak menemukan Arisha dan Nhar Bhun yang menghilang entah kemana., Dia sungguh tidak menduga kecepatan yang mereka miliki sungguh luar biasa., dengan keadaan terluka parah mereka masih mampu menghindari serangan terakhirku., padahal Ratu zalitun yakin betul telah mengunci lokasi Arisha.,


"Bangsaat cepat juga gerakan mereka itu., sampai-sampai sedikitpun saya tidak merespon gerakannya.,?! " Ujar Ratu zalitun dengan murka dan juga penasaran.,


"Saya juga tidak melihatnya berpindah dari tempat itu Ratu., Padahal saya juga sangat yakin jika mereka pasti akan menemui kematiannya di tangan Ratu., Tapi ini sungguh di luar Apa yang bisa saya pikirkan semua ini sungguh tidak masuk Akal.,!? " Ujar Aruha yang diam-diam merasa takjub.,


"Hemm mereka tidak akan pergi jauh sebab, pukulan sinar merah milikku sungguh sangat beracun belum ada yang bisa selamat dari pukulan itu. iblis ataupun manusia Tidak akan ada yang bisa bertahan sampai matari terbit esok., Biarkanlah mereka mencari tempat mati yang bagus untuk mereka.,!? " Ujar Ratu zalitun dengan senyuman yang sulit di artikan.,


Sementara itu Arisha dan lail yang sungguh tidak tau Apa yang telah terjadi., mereka berpikir saat itu Rohnya telah terbang meninggalkan Jasadnya karena pukulan Ratu Arisha., lalu dia menoleh kiri dan kanan yang dilihatnya hanyalah sebuah kegelapan yang teramat pekat dan Rasa teramat panas dalam dadanya meyakinkannya bahwa dia masih hidup., Lalu siapa orang yang sudah menyelamatkannya? dan sebenarnya di mana sekarang mereka berada.?


Lail yang juga terbaring lemah berusaha untuk bangkit dengan dada yang serasa terbakar.,


"Paman Lail., saya di sini saya juga tidak dapat melihat apa-apa, entahlah saya juga tidak tau kita berada di mana dan dadaku terasa sangat panas dan sakit sekali, Aghhhhhh" Rintih Arisha.,


Lalu samar-samar dia mendengar ada suara langkah mendekat.,


"Siapa kamu? Dan apa mau kamu? " tanya Arisha dengan nada gusar.,


"Jika tidak di obati segera nyawamu bisa melayang efek pukulan sinar merah semakin lama semakin membakar dalam tubuh jika saja tenaga dalam kalian berdua tidak tinggi niscaya sejak tadi kalian sudah menghadap sang Pencipta?! " Ujar penolong itu dengan suara serak.,


"siapa nama Tuan, Biar kelak saya bisa membalas kebaikan tuan? " Ujar Arisha yang semakin penasaran dengan orang yang telah menyelamatkannya entah bagaimana cara dia melakukannya.,


"Nona sebuah Nama hanyalah simbol yang akan hilang seiring waktu., tapi Budi yang luhur akan selalu mengikuti sampai kapanpun., Nona bukalah bajumu? " Belum sempat orang itu melanjutkan ucapannya Arisha sudah memotong kalimatnya.,


"Apa mau kamu!!! Jangan bersikap tidak sopan ya!!! " umpat Arisha dengan sedikit garang.,


"Astaghfirullah., saya hanya akan mengeluarkan racun dalam tubuh kamu lagian sama seperti kamu saya juga tidak melihat apa-apa sebaiknya cepat nona kerjakan sebel racun itu menyerang jantung.? '' mendengar orang itu beristighfar Arisha menjadi sedikit tenang dia Lalu melepaskan bajunya., Dan sebuah tangan halus menyentuh pundaknya lalu sebuah sentakan menghantam belakangnya hingga membuat Arisha tidak Sadarkan diri., setelah selesai mengobati luka Dalam Arisha lalu dia segera memakaikan kembali pakaian yang tadi di lepasnya dan membaringkan Tubuhnya di atas batu pipih., setelah itu dia mendekati tubuh lail.,


"Lepaskan Bajumu? Dan tahan sedikit rasa sakitnya karena racun itu hampir sampai menyerang Jantungmu., ? " Ujar orang itu Lail yang sungguh tidak dapat melihat wajah sang penolong hanya menurutunya saja dengan segera melepas bajunya., Dan sentuhan hangat di pundaknya serasa damai dan sebuah hentakan keras di belakangnya membuat dia langsung tak sadarkan diri., setelah selesai mengobati lail orang itu segera membaringkan tubuhnya di atas sebuah batu., dan diantara Arisha dan Lail ORAng itu menyalakan Api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka dan mengusir hewan buas dan orang itu segera pergi dari tempat itu