
Seketika Anjas terbelalak ketika menyaksikan pasukannya mati dengan mati dengan mengenaskan dengan leher yang tertancap Bambu Runcing yang di buat menjadi Ranjau., Ribuan Mayat mati tertanjap saling tindih.,
Arisha yang ikut menyaksikan hasil dari buatan Abiyan hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan banyaknya korban yang terkapar Tampa perlawanan.,.
"Serbuuuuuu!!! " Teriak Dawung
serentak Pasukam Dawung langsung masuk ke dalam arena pertempuran.,
Anjas yang melihat Dawung Langsung tersenyum licik.. Ia langsung mengincar Dawung.,
"Ketemu Lagi Tapi sayang ini adalah pertemuan terakhir kita karena sebentar lagi Tubuhmu akan terbaring di Tanah Untuk Selama-lamanya hahahahaha!!? " Ujar Anjas dengan tawa mengejek Dawung., Pertempuran keduanya tidak bisa di hindari.,
Hiyaaaaaaaaa
Whussssssss
dashhhhhh
Anjas melompat dengan tendanngan kaki kanan dengan keras., Namun serangannya mampu di patahkan Dawung.,
Dawung membalas dengan sabetan goloknya
Sretttttt
whussss
trankkkk
Sabetan Golok Dawung Di tangkis dengan golok pula oleh Anjas., keduanya mulai terlihat saling mengeluarkan jurus andalan Masing-masing,. dengan satu lompatan Tajam Anjas menerjang Dawung dengan tendangan dan sanetan golok.,
settttt
whisssssss
sretttttttttt
ctasssssss
aghhhhhh
sabetan golok Anjas yang begitu cepat tak mampu di hindari oleh Dawung hingga tebasan golok itu tepat menebas leher Dawung yang hampir putus Hingga membuat Dawung langsung Rubuh tak bergerak di atas pasir putih.,
"Paman.. Dawung!!!!" Arisha langsung melompat ke Arah Anjas Dan langsung menyerang Anjas.,
Hiyaaaaaaaaa
whussssssss
Aghhhhhh
Arisha menyerang Anjas dengan pukulan dan tendangan,. membabibuta Arisha nampak sangat Agresif sedangkan Anjas sudah mulai kewalahan hingga tendangan keras Arisha mendarat di di Dada kiri Anjas hingga dia terpelanting beberapa tombak dan terkapar sambil menahan nyeri pada dadanya.,
melihat Anjas sudah terkapar Arisha meraih pedang yang di genggam Dawung dan mendatangi Anjas yang sudah tak berdaya.,
dengan ber linangan air mata., Arisha mengayunkan pedang itu ke leher Anjas
Hiyaaaaaaaaa sz
srettttttt
trankkkkkk
Ayunan keras pedang yang di pegang Arisha begitu cepat hendak memenggal leher Anjas, sedangkan Anjas Anjas tak kuasa menatap Ajal yang akan menjemputnya.,
Namun Ayunan pedang Arisha sedikit lagi akan memenggal leher Anjas Tiba-tiba sebuah tangan menangkap tangan Arisha saking kuatnya tangan yang memegangnya hingga Arisha tak bisa bergerak.,
"Kakak sudah Di kuasai dendam, hentikan kak, kita berperang murni karena Allah bukan untuk diri kita sendiri.,Perlu diingat bahwa Islam sangat membenci kekerasan, apalagi perang. Bukankah dalam Qur'an Surat. al-Baqarah ayat 216 mencatat sikap dasar Muslim menyangkut perang dengan firman-Nya: Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu tidak senangi, (namun) bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagi kamu, dan bisa jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagi kamu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Dia sudah tidak berdaya kak,." Ujar Abiyan menasehati kakaknya., spontan Arisha langsung luluh mendengar ucapan adiknya
"Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih. “Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.,. Terima kasih Dek,. " Abiyan hanya tersenyum mendengar jawaban kakaknya., namun baru saja mereka berbalik kembali kedalam barisan pasukan Anjas Mengunakan kesempatan itu untuk menyerang Abiyan dan Arisha dari belakang.,
Hiyaaaaaaaaa
shettttttt
whussssssss
ctassssssss
baru saja Anjas mengayunkan pedangnya,. sebuah tombak melesat cepat tepat menghantam dada Anjas hingga tembus ke belakang., yang membuat nyawanya melayang seketika.,
melihat yang terjadi Abiyan hanya Tersenyum.,
"Rupanya Allah menghendaki orang itu untuk mati,. Sayang sekali dia tidak menghargai kesempatan yang sudah kita beri? " Ujar Abiyan dengan geleng-geleng Kepala., pertarungan semakin tidak teraarah karena pemimpin pasukan telah menemui kematian dengan Tragis., membuat pasukan bertombak menjadi kocar kacir hingga pertahanan pasukan bertombak menjadi lemah.,
Raja Dasim yang melihat gelagat yang tidak baik segera memerintahkan pasukan berpedang untuk bersiap.,
Tiba-tiba seorang pasukan berlari menghadap Raja Dasim.,
"Ampun Tuanku yang mulia Raja, Panglima Anjas telah Terbunuh Apa yang harus Kami lakukan pasukan bertombak sudah Hampir habis terbunuh!? " Lapor seorang prajurit.,
" Kembali kepasuknmu pimpinan perang pasukan bertombak Dan pedang serta seluruh pasukan saya Ambil Alih., Ayah Sebaliknya Ayah di Sini Saja., biar Saya yang menghadapi Sultan Aryo itu., pasukan!!! siaaaap!!!! Serbuuuuu!!? " Ribuan pasukan Raja Dasim menyerang dengan serentak. Raja Dasim yang langsung memimpin pasukannya.,.