PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
SULTAN ARFAN


Bisno Mendekati Putranya Yang sudah menjadi Sultan Atas Amanat Abiyan.,


"Arfan Apa maksud Tuan Abiyan memberikanmu Jubahnya Lewat Wanita yang terdampar itu!? " Mendengar pertanyaan Ayahnya Arfan sejenak Terdiam sambil mengela nafas dan menghembuskannya secara Berlahan.,


"Abiyan memintaku Untuk menikahi Wanita Itu? " Ujar Arfan Datar.,


"Apa bukankah perempuan itu sudah mempunyai Anak dan suaminya Baru Sebulan meninggal.,Apakah kamu tidak takut tentang gunjingan Orang-orang tentang Seorang Sultan Yang masih muda menikah dengan seorang Janda? " Ujar Bisno yang mulai tengelam dalam dunianya sendiri.,


"Apa Ayah meragukan keputusan Yang Abiyan Buat!? Semua Ini soal ibadah Ayah disini Kita di uji Apa kah kita layak menjadi Insan terbaik Di mata Allah SWT,.!? " Mendengar Ucapan Arfan seketika Bisno mengucapkan.,


"Astaghfirullah Hal lazim,. Sungguh Beberapa Saat yang lalu saya khilaf?" Mendengar ayahnya menyadari kekeliruannya Arfan hanya tersenyum dengan Bangga.,


Sementara Itu Marini Yang menjamu Sumi dan ketiga Anaknya beserta Ibu mertua Sumi,


"Nak, Kenalan lah Gaun ini., Sekarang ini lah Rumah kalian,. Sesungguhnya orang yang telah menolong kalian Adalah Putra Mahkota Kesultanan Lembayung,. Pangil saja Saya Marini Ibu dari Sultan Arfan? " Ujar Marini dengan lembut sedangkan Sumi yang mendengar penjelasan Ibunda Sultan Arfan tidak bisa menyembunyikan keterkejutan nya.,


"Terima kasih Banyak Ibu,. Sungguh saya sangat Beruntung dapat bertemu dengan orang-orang baik seperti Ibunda Sultan., " Ujar Sumi dengan Tulus.,


"Ibu marini, Entah dengan Apa kita harus membayar kebaikan Kalian., Nama saya Mimar Sumi menikahi putraku Yang telah tiada tapi Sumi masih sudi menampung Saya yang sudah Tua renta ini,. Saya sungguh sangat beruntung Punya menantu sebaik Dia!? " Ujar Mimar yang mulai berlinangan Air Mata melihat Ibu mertuanya berlinangan Air mata Sumi segera memeluk Ibu mertuanya Untuk memberi gambaran jika Kasih sayangnya tidak akan berubah Sampai kapanpun.,


"Dalam Islam kita semua bersaudara Kita berkumpul di sini saat ini semua sudah di atur oleh Allah SWT., Begitu Juga karena keteguhan Hati Ibu Sehingga Allah mengirimkan menantu seangun Dan sebaik Sumi?! " Ujar Marini lembut


"Tapi Kami tidak menyembah Allah SWT!? " Sanggah Mimar


"Apa Dalam di Dunia Ini Ibu menyembah sesuatu!?" Tanya Marini dengan lembut dan bibir yang menyunggingkan senyum.,


"Saya pernah menyembah Matahari Namun ketika matahari Terbenam Saya Ragu jika matahari adalah sang Pencipta,. Saya terus mencari Dimana dan bagaimana bentuk Sang Pencipta itu., Hingga saya di pertemukan dengan seorang pemuda yang menggambarkan Bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh Yang hidup di dalamnya., Saya sangat bersyukur kematian belum datang ketika saya Tau Siapa yang seharusnya saya sembah!? " Ujar Mimar dengan mata Berkaca-kaca., Obrolan mereka harus terhenti ketika Suara Azan terdengar Dari Arah mesjid samping Keraton Kesultanan samak.,


"Waktu Shalat Zuhur telah Tiba Saya hendak shalat berjamaah di mesjid apa kalian mau disini saja atau beristirahat dalam Kamar? " Tanya Marini Ibunda Sultan arfan.,


"Bolehkah Kami Ikut Shalat berjamaah bersama Ibunda Sultan!? " Sumi bertanya kembali pada Marini sedangkan Mimar hanya menatap penuh Harap.,


Setelah semua sudah berkumpul Dalam masjid Sebelum Shalat Sultan Arfan memberi Sedikit pengumuman.,


"Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!? " Arfan mengawali pidatonya.,


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh!! " Jawab seluruh Jamaah.,


"Alhamdulillah di tengah-tengah kita telah Ada Dua Orang Ibu yang Telah Allah berikan Hidayah., Tampa unsur Paksaan Atau terpaksa mereka dengan ikhlas Mau memeluk Islam., Baiklah Ibu Sumi dan Ibu Mimar Apakah Ada yang memaksa kalian berdua Untuk memeluk Islam rahmatan lil alamin!? " Tanya Sultan arfan.,


"Demi Allah dan Rasul-Nya sungguh semua ini Kehendak Kami tampa unsur paksaan!? " Jawab Ibu Mimar dengan Tegas.,


"Alhamdulillah Mari ikuti Apa yang Saya Ucapkan" Lalu Sultan Arfan mengucapkan syahadat dan di ikuti oleh Sumi Mimar dan putra putrinya., Sejak saat itu mereka resmi memeluk Islam.,


Hari-hari Berlalu semua perbekalan mereka sudah Habis dan hanya berharap makan Dari Kesultanan membuat Perasaan Sumi Tak menentu,. sebab sebelum Suaminya menikahinya dia hanyalah seorang Yatim piatu kedua orang tuanya tewas terbunuh Ketika kebakaran besar melanda desanya.,Hari itu Sumi terlihat sangat Murung hingga Ibunda Sultan menghampirinya.,


"Asalamualaikum! " Salam Marini ketika telah berada dekat dengan Sumi yang Nampak sedang Melamun.,


"Wa'alaikumsalam!!? " Jawab Sumi yang terlihat sedikit Terkejut.,


"Di keraton Sultan Menanti Kamu Hadir di sana, Seluruh punggawa Kesultanan sudah berkumpul tinggal kamu dan Ibu mertuamu Yang di tunggu di sana Sebaiknya lekas Bersiap-siap tidak Baik membuat Orang menunggu lama? " Ujar Marini dengan lembut.,


"Ada apa gerangan Saya di panggil Ke keraton Kesultanan Ibunda Sultan.!? " Tanya Sumi penuh tanda Tanya.,


Next.,


Apa gerangan yang membuat Sumi di panggil pada pertemuan para punggawa Kesultanan samak?


jangan lupa Like Coment and vote


*********Terima Kasih***********