PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
TUGAS PERTAMA Part 4


Raja Walan menatap Abiyan dengan tatapan mata yang tajam seolah-olah hendak menelannya Bulat-bulat.,


"Temanmu sudah tewas, Apakah kamu juga ingin menyusulnya. Sebaiknya pikirkan tawaran saya? Dan Saya jamin hidupmu akan bergelimang harta!? " Ujar Raja Walan


"Tuan Raja saya sungguh tidak tertarik dengan harta yang di dapat dari hasil menjual keyakinan., dan sesungguhnya Harta yang Allah miliki jauh lebih banyak dari Tuan Raja yang bisa pikirkan? " Ujar Abiyan dengan senyum simpul.,


"Sayang sekali Wajah Tampanmu itu sebentar lagi hanya akan menjadi santapan cacing tanah? " Ujar Raja Walan sambil melangkah mendekati Abiyan.,


"Tunggu!, Saya punya satu pertanyaan sederhana untuk Tuan Raja, Setelah Saya mengutarakannya dan Tuan Raja bisa menjawabnya, maka lakukanlah apa saja yang Tuan Raja inginkan kepada diriku, Termasuk membunuhku dan memakan jantungku!? " Ujar Abiyan meminta penawaran, .


"Apa yang hendak kamu tanyakan kepada saya sebelum saya merobek dadamu!? " Ujar Raja Walan.,


"Bagaimana pendapat Tuan Raja jika ada seseorang berkata barusan saya melihat sebuah kapal yang memuat barang-barang bawaan serta penuh dengan penumpang. Kapal itu ada di tengah laut yang sangat dalam dan dikelilingi oleh ombak besar. Kemudian badai menghempas kapal itu dari segala penjuru. Namun, kapal itu tidak goyang. Ia berjalan dengan lurus dan seimbang.Kapal itu tidak memiliki nakhoda atau pelindung yang menjaganya, Apakah berita itu dapat diterima Oleh Akal Tuan Raja!? "


"Tidak. Itu sunguh sangat tidak masuk akal dan Berita itu tentu tidak dapat diterima dan dimengerti oleh akal siapapun," jawab Raja Walan.,


"Subhanallah jika akal saja tidak dapat menerima berita tentang sebuah kapal yang berjalan di atas laut dengan dikelilingi ombak dan badai, namun tetap berjalan seimbang tanpa penjagaan nakhoda. Lalu bagaimana dengan bumi ini apakah hamparan bumi ini yang luas ini bisa berdiri tegak tanpa ada pencipta dan penjaganya? "Kembali Abiyan melontarkan pertanyaan., Raja Walan yang kebingungan hendak menjawab apa. Dan meskipun satu sisi jiwanya membenarkan namun Ego akan kekuasaan membuatnya tidak perduli.,


" Agh!! Pertanyaan Macam Apa itu kamu hanya membuang-buang Waktuku saja.! " Lalu dengan segera Raja Walan mendatangi Abiyan dan mencekik leher Abiyan.,.


Kretakkkkkkk


whussssssss


blupppppp


"Tuan sungguh tidak bisa menjawab,. Berarti jantung saya tidak pantas untuk Tuan., " Dan suara itu lenyap bersama hembusan Angin.,


saat Raja Walan menoleh kearah Arfan yang jantungnya sudah dia makan sama juga mayatnya dan juga bekas darah tidak ada sama sekali di tempat itu., membuat Raja Walan menjadi Murka.,


"Setan Alas berani sekali mereka mempermainkan saya Raja Tanjung Hira, Kalian semua cepat Cari dua manusia terkutuk itu,. Bunuh seluruh keluarganya jangan kasih mereka ampunan.,! Dan kalian berempat Bagaimanapun caranya cari tau siapa kedua pemuda itu, jika kalian tidak dapat informasinya., Maka jantung kalianlah yang Akan saya makan.,!!? " Ujar Raja Walan dengan Emosi yang meledak-ledak.,


"Ba,.. ba.. ik Tuaan Raja Yang Agung!? " Ujar keempat prajuritnya dengan Gugup lalu pergi dari hadapan Raja dengan wajah pucat pasi,.


Beberapa Saat sebelum Abiyan Dan Arfan Di Tangkap dan di bawa Ke istana Raja Walan.,


Seusai Shalat subuh Abiyan melihat dari kejauhan Empat orang prajurit kerajaan Tanjung Hira sedang mencari sesuatu di dalam hutan.,


"Arfan Kamu tunggu di sini saya hendak keluar sebentar mau cari makanan ingat jangan kemana-mana sebelum saya kembali.,!?Asalamualaikum? " ujar Abiyan


"Waalaikum Salam,Baiklah kak,. Kakak harus hati-hati,. Saya akan menyiapkan Api untuk memanggang daging kelinci hasil buruan para warga yang tidak sempat mereka bawa" Abiyan pun keluar Dari dalam Gua., setelah mendekati Wilayah pos penjagaan Abiyan membuat Satu Ilusi yang menyerupai Arfan., Dan dengan sengaja dia menyerahkan diri., dan kemudian di ikat dan di bawa ke istana kerajaan Tanjung Hira.,


Abiyan Langsung lenyap dari kerajaan Tanjung Hira,. dan Muncul tepat di depan Gua.,


"Asalamualaikum!? " Abiyan memberi salam


"Waalaikumsalam!"Jawab Arfan., Abiyan langsung masuk dan menepuk bahu Arfan Dua kali.,


" Arfan Ayok kita shalat zuhur berjamaah di mesjid!? " Ujar Abiyan sambil melangkah keluar sedangkan Arfan yang ikut keluar menjadi heran ketika mereka keluar dari dalam Pendopo. Sedangkan menurut memori Arfan mereka berada dalam Gua., Arfan sungguh merasa kebingungan dengan Apa yang sebenarnya terjadi., .