PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
MANGGA MUDA


Aryo Damanta dan Bisno.,


sedang mempersiapkan perlengkapan.,


"Bisno tolong bawa air bersih untuk berwudhu., sepertinya., kita akan sholat maghrib di tengah lautan., matahari beberapa saat lagi akan terbenam., " Ujar Aryo ketika mereka telah selesai menyiapkan semuanya.,


"Baik., Tuan., " ujar Bisno sambil menaikan dua kendi besar air bersih.,


merekapun mulai melepas tali ikatan kapal dan menarik jangkar.,


kapal melaju menerpa ombak., mengarungi samudra biru.,


"Bisno turun kan layarnya., kita sholat maghrib dulu., karena waktu shalat magrib sangat mepet., " Ujar Aryo yang langsung di laksanakan oleh Bisno., sedangkan Aryo langsung mengambil Air wudhu., ombak menerpa kapal lumayan besar., Bisno Tampak ragu bagaimana mungkin mereka sholat dengan kondisi seperti ini., sedangkan untuk berdiri seimbang saja susah.,


Aryo yang sudah selesai berwudhu.,


mulai mengumandangkan Azan Di tengah-tengah laut dan ombak.,


"Allahu akbar ..Allahu akbar....


....


...


..


..


Laaa illaaha illallah


"


saat Azan telah selesai di kumandangkan.,


laut tiba-tiba menjadi tenang..


Bisno yang menyaksikan keajaiban itu menjadi takjub..,


"Subhanallah., maha suci Allah yang mengatur segalanya., "


Setelah itu Bisno yang mengumandangkan igamat.,


merekapun sholat maghrib dengan tenang.,


selesai melaksanakan sholat maghrib mereka melanjutkan perjalanan., angin yang tiba-tiba mereda pelan-pelan mulai berhembus lagi.,


Dermaga Kota Lembo., terlihat sepi., hanya beberapa perahu nelayan yang kelihatan sudah meningalkan Dermaga.,


Dengan mata bathin.,Aryo melihat dari kejauhan ada sepasang mata yang mengawasinya.,,.


Aryo turun dari kapal.,


"Bisno., berlabuhlah Agak jauh dari pelabuhan.,Jangan mendekat jika bukan saya yang ada di Dermaga., " pintar Aryo pada Bisno..


"Biarkan saya menemani Tuan., untuk mencari mangga muda itu., " Ujar Bisno hendak ikut bersama Aryo.,.


"Untuk kali ini jangan membantah..!? " Ujar Aryo meskipun dengan suara lembut tapi mampu membungkam mulut Bisno.,


Bisno pun lalu mengeluarkan kapal dari Dermaga. .,


Aryo melangkah pelan menyusuri jalanan kota Lembo.,.


"Permisi Tuan., di manakah saya bisa menemukan buah mangga muda!!?? " Aryo bertanya pada seseorang warga kota yang kebetulan berpapasan dengannya.,


"Tuan bisa mendapatkannya pada pak Ikbal., karena saya lihat pohon mangga miliknya lagi berbuah.,! " Jawab warga kota itu.,


"Tuan Jalan lurus saja., nanti di ujung perumahan sana., ada perempatan Tuan belok kiri., Tuan lurus saja rumah pak Ikbal paling ujung., " orang itu memberi penjelasan.,


setelah mengucapkan terimakasih., Aryo melanjutkan langkshnya., menyusuri area jalan kota..,.,


Aryo menyadari kehadiran dua orang asing yang mengikuti., nya sejak dia turun dari kapal.,


Aryo melangkah santai seolah-olah menanti orang yang mencintainya untuk mencegatnya.,


tapi rupanya mereka masih belum melakukan apa-apa., Aryo hanya tersenyum dalam diam., Jalanan gelap yang di lalui Aryo., Tak juga membuat kedua orang itu melakukan Aksinya.,.


Aryo menghentikan langkah nya di depan sebuah rumah yang halamannya cukup luas.


"Permisi..!! permisi!!! " Aryo memberi salam pada pemilik rumah., Nampak seorang bapak setengah baya keluar dari dalam Rumah.,


"Iya., Ada apa yah!? " ujar pemilik rumah.,


"Apa Tuan pemilik Rumah ini.., " Tanya Aryo meyakinkan


"Iya Benar., saya pemilik Rumah ini.,!? " Jawab orang itu singkat.,


"berarti Tuan ini pak Ikbal" ujar Aryo sambil menjabat tangan pak Ikbal.,


"Betul sekali., tapi Ada apa kamu mencari saya. !? " ujar pak Ikbal heran


"Owh maaf Tuan., bisakah saya membeli beberapa buah mangga Tuan yang masih muda.,??? " Pinta Aryo harap-Harap cemas.,


sejenak pak Ikbal memperhatikan penampilan pemuda terbilang sangat tampan., Sambil tersenyum simpul..


"Anak muda lihatlah., betapa tinggi nya pokok pohon mangga itu., bagaimana Saya bisa memetiknya untukmu., " Kata pak Ikbal sambil menunjuk pokok pohon tinggi di samping rumahnya.,


"Kalau Tuan mengizinkan biarkan saya melempar buah mangga itu., ?! " pinta Aryo.,.


dengan senyum mengejek Pak Ikbal berkata


"Silahkan anak muda Ambillah sepuasnya.. "


mendengar ucapan orang tua itu Aryo tersenyum dan mengambil 5 biji batu kecil.,


Dan mulai melempar satu demi satu., setiap Satu batu tepat menjatuhkan dua buah mangga muda.,


pak Ikbal terkesiap tak percaya dengan apa yang di lihatnya.,


begitupun dengan dua lelaki yang bersembunyi di balik semak merekapun ikut terkejut melihat betapa jitunya lemparan pemuda itu.,


"ranca gunakan topengmu.. Jalankan rencana Cadangan., " lalu kedua pengintai itu pergi menjauh.,


"Terima kasih pak untuk mangganya., " ujar Aryo setelah selesai memasukan Semua mangga kedalam tas kain yang di bawanya.,


"Sama-sama anak muda., " Ujar pak Ikbal masih dengan kekagumannya.,


"Saya permisi Tuan., " Ujar Aryo sambil beranjak pergi dari situ..


sedangkan pemilik rumah hanya bengong menatap kepergian Aryo dari situ.,


next


Apa yang Ranca dan Respati rencanakan?????!


....


...


..