PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
KEINGINAN SANG RATU Part 2


Wajah Aruha semakin lesu ketika melihat pemuda Itu Diam


"Bagaimana Tuan? Apakah Tuan bersedia? " Melihat Sikap Aruha yang tidak sabaran Abiyan hanya tersenyum Tipis.,


"Baiklah Saya akan ikut bersamamu untuk menemui Ratu Zalitun,.! " Ujar Abiyan Tenang


Arisha yang baru datang bersama Lail Terkejut melihat Aruha yang Ada Di situ begitu pula Dengan Aruha yang tidak menyangka akan bertemu dengan Keduanya yang mereka Anggap Telah Mati,. Tapi Aruha segera memendam Rasa penasaran itu., karena dia tidak mau mengambil Resiko.,


"Aruha Apa yang kamu lakukan di sini!? " Tanya Lail dengan penasaran.,


"Saya hanya melaksanakan perintah Tuan Ratu Zalitun Nhar Bhun!? Untuk mengajak Pemuda ini sebagai Tamu Sang Ratu? " Mendengar permintaan Aruha Arisha sangat Terkejut.,


"Maaf Sultan Biarkan Saya Menemani Abiyan menemui Ratu Zalitun itu.,? Pinta Arisha pada Sultan Aryo ., Aryo yang Tau atas kekhawatiran putrinya Hanya tersenyum seraya berkata.,


" Tanyakan Langsung pada yang bersangkutan Apakah Abiyan mau di kawal Atau tidak., "


" Maaf Tuan Sultan Undangan Ratu Hanya Untuk pemuda ini! " Ujar Aruha memotong ucapan Sultan.,


"Kalau Kami menolak bagaimana? " Ujar Arisha dengan Geram,.


"Sudahlah Kalian Tidak Usah Cemas jika Allah belum menghendaki tidak akan ada apapun yang terjadi padaku., Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa' wa huwas samii'ul 'aliim.., Mari kita berangkat? " mendengar Doa yang di ucapkan Abiyan Sultan Dan Arisha menjadi tersentak hingga tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun., Mereka hanya menyaksikan Bagaimana Aruha membawa Tubuh Abiyan menghilang menuju kerajaan Batu Gaping.,


"Permisi Tuan Ratu yang Agung saya sudah membawa pemuda yang Ratu maksudkan dan pemuda itu sekarang berada di Ruang Pertemuan." Aruha yang tiba-tiba muncul melaporkan Hasil dari Kesultanan Lembayung.,


" oh Rupanya kamu berhasil membawanya kemari Aruha., Bawa saya menemui pemuda itu? " Ujar Ratu Zalitun sambil melangkah menuju Ruang pertemuan.,


Ratu Zalitun melangkah dengan tergesa-gesa hingga Akhirnya tiba-tiba terhenti Bibirnya terkunci Dia tidak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun., ternyata Apa yang di gambarkan Khanzab benar Adanya wajah pemuda itu sungguh sangat sempurna.,


"Mari silahkan Duduk, maaf Jamuan apa yang hendak kamu santap sebagai tamu kehormatan di kerajaan Batu Gaping ini? " Ujar Ratu Zalitun dengan sikap salah tingkah,.


"Terima kasih Ratu, Tapi maaf saya sedang puasa dan dalam ajaran Agama saya, jika kita sedang berbuasa tidak diperkenankan makan dan minum.,? dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa., Saya kemari hanya untuk menghargai Ajakan Ratu Batu Gaping untuk mengunjunginya sebagai Tamu., " Ujar Abiyan dengan Tenang ., sementara Ratu Zalitun semakin tidak bisa menahan gejolak dalam jiwanya untuk segera memiliki pemuda itu.,


"Siapapun yang sudah masuk dalam kerajaan ini, Tidak akan bisa keluar Tampa izin dariku,.! " Ujar Ratu Zalitun dengan Nada sedikit mengancam Sementara Abiyan masih tetap bersikap Tenang.,


"Ratu,. kamu sebagai penguasa kerajaan Batu Gaping., Bukankah setiap ucapan yang Ratu ucapkan harus bisa Ratu Wujudkan Ratu mengajak saya kesini sebagai Tamu Bukan Tawanan., Jadi tidak ada yang berhak menawan saya di sini? " Ujar Abiyan dengan senyum simpul., membuat Ratu Zalitun lupa jika saat ini ada banyak punggawa kerajaAn dalam ruangan itu.,


"Saya tidak perduli apapun yang terjadi kamu harus tetap disini! " mendengar Ucapan Ratu Zalitun Abiyan hanya Geleng-geleng kepala., sungguh sikap dan perbuatannya tidak mencerminkan sikap seorang Ratu.,


"Maaf Ratu Saya tidak bisa!? " Ucapan Abiyan membuat Ratu Zalitun teramat murka