PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
RAGU


Udara berhembus sepoi-sepoi.,


Aryo Menghela nafas panjang menghirup udara pagi.,


"Lail., berhentilah menjadi alas kaki saya., berjalan lah di samping saya., " Pintar Aryo pada Lail yang telah berubah menjadi sepasang sendal.,


"Tuan saya bangga menjadi alas kaki Tuan., biarkan saya menjaga kaki Tuan dari keburukan tanah yang bercampur dengan debu kemusyrikan.,saya mohon Tuan biarkan saya seperti ini sebab sumpah adalah tanggung jawab yang harus saya pikul dan pertanggungjawabakan kelak di hari kiamat


,.saya akan terus berada di kaki Tuan dan anak cucu yang Tuan kehendaki.," Ujar Lail dengan penuh keyakinan...


Mendegar Ucapan Lail Aryo merasa bangga padanya.,


Suasana Pagi di Desa Sanggula., begitu tentram., Nampak beberapa Nelayan telah pulang Dari melaut., sedangkan dari jauh Nampak Dawung berjalan berasama beberapa orang lainnya.,


"Asalamualaikum Paman..., " Sapa Aryo ketika Dawung baru saja tiba..


Dawung yang melihat Aryo sudah ada di tempat mereka menimbang ikan nampak sangat terkejut.,


"Walaikumsalam., Aryo sejak kapan kamu ada disini., " Tanya Dawung sambil mengedarkan pandangan ke arah pantai., dia melihat ada perahu baru yang tertambat...


"Saya baru saja sampai paman Dawung., Paman dan semua yang ada disini apa kabarnya??? " Ujar Aryo


"Alhamdulillah., semua masih dalam. lindungan Allah SWT,. meskipun kemarin sempat ada gangguan sedikit., !! " Ujar Dawung dengan sedikit menekan suaranya.,


" Ganguan Apa maksud Paman!? " cecar Aryo pada Dawung yang nampaknya menyesali karena sudah membuat panik tuan mudanya.,


" Ada penyerangan dari orang Asing., tapi Alhamdulillah ada tuan baik hati yang menolong..!! hingga situasi dapat di kendalikan., cuma sayang kita tidak mengetahui identitas orang baik itu Aryo., ".Ujar Dawung sambil mulai mempersiapkan segala keperluan para nelayan.,


"oh iya Tuan Naik apa pergi dan pulang dari lambaian.,? " tanya Dawung memastikan


"Naik perahu itu paman. , Perahu itu Adalah hadiah dari seseorang yang berbaik hati.., " ujar Aryo sambil menunjuk perahu yang tertambat di tepi Dermaga.,


"Aryo., paman agak resah dengan kondisi akhir-akhir ini nampaknya situasi semakin panas., apakah sebaiknya., kita jangan dulu ke kota!?? " Usul Dawung pada Aryo yang nampak terdiam sambil menatap perahu-Perahu para nelayan yang baru pulang....


"Paman.. coba lihat mereka., mereka menggantungkan hidupnya pada kita., jika mereka menjual ikan mereka sendiri.,Niscaya jangankan modal awal buat makan saja mereka akan kesusahan., kita bekerja karena mereka., niat kita baik InsyaAllah pasti selalu ada jaln keluarnya" ujar Aryo dengan penuh keyakinan.,


Dawung hanya manggut-manggut mendengar ucapan Aryo.,


"paman biar saya yang ke kota sebentar untuk sementara paman., istrahat saja dulu., sekalian tolong jaga keamanan Desa kita ini..??? "lanjut Aryo


" Tapi Aryo., bukan sebaiknya kamu pulang dulu kerumah.,. biar saja saya dan yang lainnya yang ke kota Lembo.. " ujar dawung


"Paman tetap saya akan kerumah dulu., paman lanjut saja menimbang ikan para nelayan.. saya kerumah dulu buat pamit., jadi paman cukup selesaikan urusan di sini untuk ke kota biar saya yang urus.,!? " Ujar Aryo menimpali...


"Yah jika itu permintaan kamu... saya ikut saja Aryo..!?? " Ujar Dawung pasrah...


Mendengar ucapan Dawung Aryo tersenyum


"kalau begitu saya mau ke rumah dulu paman untuk menaruh barang sekalian izin sama istri., asalamualaikum" ujar Aryo sambil berdiri hendak melangkah pergi...


"Walaikumsalam" Ujar dawung pasrah... sambil menatap kepergian Aryo