PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
PESTA


Ki Rekso Yang sedang Rebahan terkejut ketika tiba-tiba muncul Ki Ranu Galang dengan membawa kepala ki Along yang nampak memperlihatkan wajah tersenyum dengan mata tertutup., Darah masih menetes dari leher ki along


" Ini Hadiah ku untukmu setidaknya kita sudah impas! " Ujar ki Ranu Galang sambil menyerahkan kepala ki Along.,


"Hahahaha!!! Akhirnya terbalaskan juga dendam ku padamu ki Along kamu manusia laknat akhirnya mampus juga., Terima kasih Ki Ranu Galang., Saya sungguh sangat bahagia untuk merayakan keberhasilan kita ini sebaiknya kita harus merayakan ini.,? " Ujar ki Rekso dengan wajah berseri-seri Dia lalu meletakkan kepala ki Along Di Atas meja lalu melangkah masuk kedalam kamar selang beberapa saat kemudian dia keluar dengan membawa kendi dan dua buah cangkir.,


"Apa itu yang kamu bawa Ki Rekso? " Tanya Ki Ranu Galang saat melihat Ki Rekso keluar


"Ini Arak yang telah saya kubur di bawah dapur sejak Wangsa lahir 40 Tahun yang lalu,. sebenarnya arak ini akan saya persembahkan kelak saat dia menikah., Tapi Ki Along menghabisinya., saya Rasa sudah saatnya kita menikmatinya sekarang" mendengar ucapan Ki Rekso., Ki Ranu Galang hanya mengangguk setuju dan menerima satu cangkir berisi arak dan meneguk nya.,


"Luar Biasa Rasa Arak ini., Sungguh suatu kehormatan bisa merasakan Arak legendaris.,! " Ujar Ki Ranu Galang dengan Takjub., karena hanya orang-orang kaya yang bisa menikmati Arak yang terkubur itu.,


Sedang Asik mereka menikmati Arak yang telah lama terkubur itu, Tiba-tiba pintu terbuka bersama munculnya seorang gadis beliau.,


"Siapa kamu gadis kecil? tanpa permisi masuk Rumah orang! " Ujar Ki Rekso dengan wajah yang di buat sanggar., Arisha tidak langsung menjawab., dia menoleh keatas meja di mana terletak kepala kakeknya.,


"Saya Arisha Cucu Ki Along., saya datang untuk mengambil kepala yang sudah kalian penggal?" Ujar Arisha dengan sikap sangat tenang..


"Owh berarti kamu putri Aryo? Akhirnya kita di pertemukan di sini., mimpi apa saya semalam sekali bertindak dua burung sekaligus.., " ujar Ki Ranu Galang sambil berdiri dari duduknya dan mengambil Tongkatnya,.


"iya saya putri Aryo.,! " Ujar Arisha masih dengan sikap tenang..


"Kamu mau kepala Kakekmu? Dan sebagai gantinya kepalamu yang kamu tinggalkan di sini! Bagaimana? " Mendegar ucapan Ki Ranu Galang Arisha hanya tersenyum simpul.,


" Kakek telalu percaya diri., Tapi jika itu yang kakek mau silahkan Ambil sendiri kepala saya!?" Tantang Arisha.,


mendengar kata-kata Arisha yang seolah menganggapnya lemah., Ki Ranu Galang menjadi murka dia langsung mengayunkan tongkatnya.,


Hiyaaaaaaaaaa


srekkkkkk


Takkkkk


"Rupanya kamu Masih Hidup juga Iblis penghianat., Kamu pikir bisa menghentikan saya? mari kita lihat sampai berapa jurus kamu bisa bertahan? " Ujar Ki Ranu Galang dengan Jumawa.,


"Kamu Sudah seperti Tuhan saja kakek tua bangka?!,. Kamu pikir nyawa orang ada di tanganmu., silahkan coba saja sampai berapa jurus saya bertahan atau kamu kakek tua bangka yang akan tumbang.,? " mendengar ucapan lail Ki Ranu Galang langsung naik darah dengan secepat kilat dia menyerang Lail dengan pukulan peremuk Sukma yang semakin dia perhebat di Awung.,


Hiyaaaaaaaaaa


whusssssss


serangan Yang Di lancarkan lail sangat mudah di elakkan oleh Ki Ranu Galang., pukulan silih berganti.,.


Ranu Galang yang mengetahui sisi kelemahan Lail., segera melakukan serangan bertubi-tubi.,


hiyaaaaaaaaaaa


whusssssssss


bughhhhhhhhh


serangan yang dilancarkan Ki Ranu Galang sungguh di luar Prediksi Lail hingga salah satu tendangan Ki Ranu Galang tepat bersarang di dada lail., hingga lail terjengkang beberapa tombak kebelakang.,


"Sungguh kau meremehkan kekuatanku yang sekarang Iblis penghianat!? " Ujar Ki Ranu Galang dengan senyum mengejek.,


Sedangkan Arisha masih belum bergerak Dari tempatnya berdiri sejak tadi yang hanya diam mengawasi pertarungan antara Lail dan Ki Ranu Galang.,


"Sudah cukup Kek., Yang kakek butuhkan Adalah kepala saya bukan kepala dia., jadi silahkan kakek ambil kepala ini.?" Ujar Arisha sambil memajukan kepalanya dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.,


Karena merasa di permainkan oleh bocah masih bau kencur Ki Ranu Galang segera menarik pedang penakluk iblisnya dan langsung mengayunkan nya ke leher Arisha yang Nampak sama sekali tidak bergerak dari tempatnya berdiri.,


Lail Yang melihat kejadian itu menahan nafas tegang tiba-tiba menyelimuti wajah Lail., menyaksikan Tuan Barunya menantang maut..