PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
PERANG GHAIB. 1


Pagi yang cerah burung-Burung berkicau merdu.,


suara debur ombak yang memecah di tepian pantai laksana lantunan seruling para bidadari.,


Aryo yang seperti biasanya.,


membeli ikan Hasil tangkapan para nelayan dan kemudian di jual kembali.,


Tiba-tiba dari kejauhan seorang warga Nampak berteriak minta tolong..,


"Tolong..!!! tolong!!!! Tolong.... '!!!! " dia berteriak dan terus berlari ke arah pantai.,.


"Bisno coba kamu periksa apa yang sedang terjadi.. " Ujar Aryo memberi perintah pada Bisno yang lagi sibuk menimbang ikan.,


"Baik Tuan.. " Ujar bisno singkat lalu berlari ke arah warga yang tadi minta tolong.,


Tidak beberapa saat kemudian Bisno Nampak telah kembali dengan berlari-lari kecil.,


"Maaf Tuan. .Ada warga yang mengamuk tidak jelas., menurut pak pardi matanya merah melotot.,. '' ujar Bisno., setelah sampai di hadapan Aryo Damanta.,.


"hmmm Terima kasih Bisno.,! " Ujar Aryo sambil melangkah pergi ke tempat Warga yang mengamuk..,


Saat tiba di tempat kejadian.,


"Tuan guru. , Tolong kami..Waryo.. tidak biasanya seperti itu., Dia tiba-tiba saja mengamuk..., sebelumnya dia tidak pernah seperti ini., " Ujar pardi setelah melihat Aryo tiba di tempat itu.,


"kapan kejadiannya??? " Tanya Aryo memastikan.,


"Sejak pagi tuan., awalnya dia cuma mengaum seperti Singa., sampai-sampai istri dan anaknya ketakutan.,. " Ujar Padri menjelaskanmenjelaskan kejadian yang menimpa Waryo salah seorang warganya.,


sementara dari dalam rumah..


Ahhhhhhhhhhhhh


prankkkkkk


terdengar suara teriakan dan benda-benda yang di banting.,


"Kalian semua minggir menjauh dari tempat ini. , " pinta Aryo pada seluruh warga yang berkerumun seolah menonton pertunjukan teater.,.


para warga yang mendengar perintah Aryo dengan cepat menjauh dari tempat itu sedangkan Istri dan Anak., Waryo cuma bisa menangis di depan pintu.,


"Sebaiknya Ibu juga menjauh., " ujar Aryo pada istri Waryo.,


dengan masih terisak istri waryo., hanya mengangguk pelan dan berjalan menjauh dari tempat itu.,


setelah merasa situasi sudah aman Aryo bergegas masuk kedalam rumah.,


namun waryo hanya Mengaum.,.


"aummmmmmrrr'' Waryo mengaum sambil menatap Aryo TajAm.,


" Tuan,. Hati-hati Dia Siluman harimau.," Kata Jin yang ada dalam sendal Aryo., Tak kala dia melihat wujud yang merasuki tubuh waryo.,


"saya pernah mendengar nama siluman itu., dia berasal dari hutan mati., berarti ada orang yang mengirimnya kesini.," Guman Aryo yang hanya bisa di dengar oleh Jin itu.,


"Benar sekali Tuanku., Apa perlu saya yang menghadapinya.,?? " Jin Api menawarkan diri.,


"Orang yang mengirimmu padaku menyangka kamu sudah hancur makan biarlah seperti itu., Ada waktunya kamu harus muncul.. " Ujar Aryo.,


"Baik Tuanku., " kata jin itu lalu diam menyaksikan Tuanya bertarung.,.


Tiba-tiba Saja waryo meloncat mrnyerang Aryo., dengan kuku tangannya.,


Aryo yang sudah siap akan segala kemungkinan., cuma bergeser sedikit dan melakukan gerakan menangkap kaki waryo., hingga waryo terjungkal


"grgr grgr aughhhh"


Waryo dengan cepat bangkit lagi matanya kian merah menyala.,


Hi yaaa Aaaaa


kembali melompat menerjang Aryo., dengan cakaran.,


Bughhhh!!!!


Aryo tidak menghindar malah membalas cakaran Waryo dengan pukulan ganda.,.


Akhhhhhhhhh


waryo kembali terjungkal.,


sadar jika bukan hanya mahluk itu yang tersakiti., Aryo lalu mengeluarkan jurus pemisah sukma.,


"Wa hifzhom ming kulli syaithoonim maarid. .!!! "


lalu mesatkan pukulan kosong pada waryo...,


Aghhhhhhhhh


teriakan siluman itu terdengar pilu.,


"Robbi a’uuzu bika min hamazaatisy-syayaathiin wa  a’uuzu bika robbi ay yahdhuruun.!! " Ujar Aryo sambil memusatkan pukulan.,