
ki Palangi duduk bersila sambil merapalkan mantra.,
Whussssssssssssssss
suara Angin tiba-tiba menyapu ruangan itu.,
suittttttttt
sebuah benda melesat keluar dari tubuh ki Palangi., menyeruak keluar melewati jendela kamar.,.
ki Palangi dengan leluasa menjelajahi setiap sudut dusun dengan tubuh kasat matanya., Rupanya., Ki Palangi memakai ilmu pelepas Sukma. .
hingga dia bisa dengan leluasa berjalan tampa terlihat siapapun. ,
ki Palangi samar-Samar mendengar percakapan yang menyebut nama Aryo., karena penasaran ki Palangi mendekati kedua orang itu yang ternyata Dawung dan Bisno yang sedang ngobrol santai di tempat mereka biasa menimbang ikan..
"Sejak non Rindi mengandung dan ngidam terlalu banyak kejadian di luar akal sehat kita yang nyata terjadi paman?? " Ujar Bisno pada Dawung sambil tetap mengikat.. beberapa potongan kayu bakar di jadikan satu..
"iya paman juga sebenarnya merasa heran., tapi bingung juga untuk mempertanyakan itu., pada hakikatnya saya cuma yakin satu hal., tidak ada yang tidak mungkin Bagi Allah SWT., satu contoh kecil saja jika Allah menginginkan kematian kita., sudah sejak lama kita habis di bantai orang Asing tempo hari., namun Allah berkehendak lain., kita masih di beri kesempatan untuk terus beribadah kepadaNya.,. Ayo Bisno hari sudah malam mari kita pulang.. '" Ujar Dawung pada Bisno.. yang dengan serius mendengarkan semua ucapan Dawung..
"Mari paman.. " ujar Bisno sambil menaikan seikat kayu bakar di atas pundaknya.,
mereka pun berjalan beriringan sambil terus mengobrol.,
ki Palangi karena Masih penasaran., terus mengikuti keduanya.,
sedangkan Dawung dan Bisno sama sekali tidak menyadari tentang kehadiran ki Palangi..
ki Palangi terus melangkah mengikuti keduanya., sampai di perbatasan tubuh halusnya., seakan menabrak tembok baja..
braaaak
bughhhhh
suara sesuatu yang terdengar jelas di telinga Dawung dan Bisno sontak membuat keduanya segera menoleh., tapi tidak dapat menemukan apa yang mereka cari.,
"Ah mungkin cuma buah kelapa yang jatuh Paman" ujar Bisno sambil terus berjalan dengan beban di pundaknya.,
"Iyah sepertinya begitu Bisno., " Merekapun terus melanjutkan perjalanan.,
sedangkan Ki Palangi terduduk kesakitan karena menabrak dinding ghaib.,.
"Owh ini rupanya yang membuat tenaga dalamku tidak berfungsi di Dalam sana., saya harus memancing Aryo atau ki Along untuk keluar dari lingkaran itu" Guman ki Palangi sambil memutar otak., mencari ide bagaimana caranya...
ki Palangi Dengan sekali sentak di terbang kembali ke arah Dermaga. , saat itu dari Arah Dermaga., Nampak 3 orang pemuda sedang bersenda gurau..
"Pucuk dicinta ulam pun tiba.. " Guman ki Palangi sambil mendekati ketiga pemuda itu., dan memegang kepala salah seorang di antara ketiganya.,
keadaan tiba-tiba memburuk melihat teman mereka yang mendengus.. kedua orang lainnya merasa aneh dengan sikap kawan mereka.,
"Adam kamu kenapa!!? " Ujar Anjas., yang mulai ketakutan melihat perubahan bola mata Adam..
Akhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
tiba-tiba Adam berteriak sangat keras membuat Anjas., Rustam kaget dan semakin ketakutan.,
Adam meraih pisau pemotong dari dalam ember.,
melihat adam mengacungkan pisau hendak menikam keduanya., Anjas dan Rustam berlari menyelamatkan diri.. mencari perlindungan..
mereka berlari ke arah dusun atas..
Aryo yang baru saja kembali dari mesjid terkejut melihat Dua pemuda yang berlari ngos-ngosan.,
"Waalaikumsalam., teman kalian ada di mana sekarang., " Ujar Aryo sambil berlari menuju dusun bawah
"Dia Di Dermaga Tuan Guru " sambil ikut berlari di belakang Aryo..
sesampainya di Dermaga..
"Astaghfirullah hallazim., " Guman Aryo saat mengetahui apa yang sedang terjadi di mana dengan jelas Aryo melihat ki Palangi mengontrol semua gerakan Pemuda itu.,
sementara ki Palangi tidak sadar jika Aryo dapat melihat tubuh kasat matanya.,
dengan senyum puas
"Akhirnya kamu masuk perangkap ku Aryo., hahaha" Tawa kemenangan ki Palangi sambil terus mengontrol tangan adam.,
"Kalian berdua mundur., " Kedua teman adam pun langsung menjauh dari tempat itu.,
"Lepaskan Anak pemuda itu., paman. sesungguhnya paman sudah menyakitinya., !! "
mendengar pertanyaan Aryo terkejut lah ki Palangi.,
"Aaapa kaaamu biisa melihat saaya., ??? " Tanya ki Palangi gugup.,
Lalu Tiba-tiba muncul seseorang berpakaian putih dan memakai cadar hitam menimpali ki Palangi.,
"ki Palangi., seorang tokoh golongan hitam., datang ke desa Sanggula berpura-pura menjadi pedagang.,dan sekarang memakai cara licik., " Ujar orang bercadar yang tiba-tiba berdiri di samping Aryo yang hanya tersenyum simpul.,
Semakin pucat ki Palangi., ketika semua rencananya telah di ketahui oleh Aryo dan pria bercadar itu.,
"Siapa kalian berdua sebenarnya.. " tanya ki Palangi yang mulai sedikit gerogi.,
"Saya utusan Allah SWT yang bisa jadi penolongmu., Atau pun bisa menjadi mautmu., " ujar pria bercadar itu makin pucat lah wajah ki Palangi.,
"Lepaskan dia paman.,. ?? " Ujar Aryo lembut dengan senyuman yang terpatri di bibirnya..
ki Palangi terdiam sesaat., lalu.,
whussssssssssssssss
trinkkkkkkkkk
bughhhhh
Ki Palangi tiba-tiba melesat cepat menyerang Aryo yang tidak bergeming dari tempatnya selangkah pun., sayang seribu sayang serangan mematikan milik ki Palangi dengan mudah di patahkan pria bertopeng dengan sekali gebrakan.,.
hingga membuat ki Palangi mentAl., makin panik lah ki Palangi., bukan saja dapat melihat tubuh halusnya tapi juga mampu memukulnya. .
melihat ki Palangi yang terkapar pria bertopeng itu hendak melancarkan serangan kepada ki Palangi.,
"Hentikan., kita bukan malaikat maut., biarkan dia pergi.,.. ''ujar Aryo menghentikan langkah pria bertopeng itu.,..
ki Palangi yang ketakutan segera terbang pergi dari tempat itu.,
" Lail., sudah selesai kembali ke tempatmu., " mendengar perintah tuanya Lail segera menghilang dari situ.,
sementara Anjas dan Rustam hanya melihat Aryo yang hanya mengamati Adam yang mengenggam pisau., dan pada akhirnya Adam luruh dan pingsan.,
Aryo melambai kepada kedua temannya.,
"Bawa dia pulang.,,lindungi diri kalian dengan zikir dan selalu jaga wudhu kalian., saya pamit dulu Asalamualaikum.,?? " ujar Aryo sambil berlalu dari tempat itu.,
"Waalaikumsalam.., "