
Aryo dan Dawung sedang duduk melihat Arisha dan Abiyan berlatih Jurus-Jurus Silat mereka berlatih dengan tekun.,
"Paman Apa yang membuat paman enggan menikah lagi? " Tanya Aryo pada Dawung., mendengar pertanyaan Aryo Dawung menoleh terdiam sesaat lalu tersenyum.,
"Tidak Ada yang bisa mengantikan kedudukan almarhum istri saya di dalam sini" Sambil memukul pelan dadanya "lagian dengan memiliki kalian itu sudah cukup buat saya bahagia" mendengar ucapan Dawung Aryo lalu tersenyum penuh Arti.,
"Sepertinya Saya juga mungkin akan seperti itu paman., dalam islam memang membolehkan pria menikahi lebih dari satu wanita., asal dia mampu berlaku adil tapi untuk saya pribadi cukuplah dengan satu wanita saja! " Ujar Aryo sambil melambai kepada kedua putra putrinya. ,
"Asalamualaikum" sapa bisno dengan ngos-ngosan karena habis berlari
"Walaikumsalam., Ada apa bisno seperti habis di kejar setan.,? " Ujar Dawung sambil bercanda.,
"Istri saya baru melahirkan saya harap Tuan Guru mau mengazankan dan memberikan putraku nama!? " Ujar bisno memelas.. mendengar permintaan Bisno Aryo tersenyum Dan berdiri..
"Arisha,!! Abiyan!! Sudah waktunya buat kalian mengaji di temani Kakek Dawung.,kalau umi mencari Abi? bilang Abi ke rumahnya Paman Bisno?! " Ujar Aryo kepada kedua putra putri nya., lalu Aryo pun melangkah kerumah kediaman Bisno sesampainya Disana Rindi dan Ratmi ternyata sudah ada di tempat itu..
"Maaf Abi., umi tidak sempat izin.." Ujar Rindi dengan wajah merasa bersalah.,
"Iya tidak Apa-apa lain kali jangan di ulangi" Ujar Aryo lembut dan memberikan punggung tangannya pada Rindi dan Rindi pun langsung mencium punggung tangan suaminya.,
Aryo meraih bayi mungil dari tangan Ratmi ibu mertuanya., lalu Aryo mulai melatunkan azan di dekat kuping kanan bayi mungil itu sejenak Mereka semua terpana mendengar suara merdu Aryo ketika melantunkan Azan.,
"Beri Dia Nama Arfan Rafasyha.. Kelak dia akan menjadi Anak yang soleh seperti namanya., " ujar Aryo yang disambut tawa haru Bisno dan Marini..
" Putra kita tumbuh kuat seperti Ayah nya dan memiliki sifat lembut seperti ibunya.. ? " Ujar Bisno sambil mengecup kening Marini
saat itu Arisha telah berumur 14 Tahun sedangkan Zikrie zulhair berumur 10 tahun Dan Arfan Rafasyha putra Bisno Berumur 6 tahun.,
Arisha yang mulai beranjak dewasa sedang Sibuk mengajari kedua Adiknya., yah Arfan Rafasyha telah dianggap saudara juga oleh Arisha bahkan Arfan Rafasyha terkadang tidak mau pulang dan merengek minta tidur sekamar dengan Abiyan zikrie zulhair.,
Abiyan selalu mengikuti kemauan Arfan Rafasyha apapun yang Arfan minta selagi itu benar di mata Allah SWT Abiyan pasti menurutinya karena baginya Arfan juga adalah saudaranya..,
Sifat ARisha dan Abiyan sungguh jauh berbeda ARisha yang cenderung sangat tegas dia tidak suka dengan segala bentuk kesalahan namun dia juga cukup bijaksana dalam menangani setiap masalah.,
Sedangkan Abiyan sikapnya yang lemah lembut., dan santun selalu memakai segala perhitungan dalam mengambil sebuah keputusan dia tidak mau jika ada yang salah dengan keputusan yang dia ambil., Abiyan di karuniai otak yang cerdas dia mampu memecahkan berbagai masalah tampa ada yang merasa dirugikan dalam usia sekecil itu dia telah banyak masalah dalam hal apapun Abiyan adalah sosok hakim yang adil.,
"Lail diantara kedua putra putriku mana yang akan kamu dampingi??" tanya Aryo sambil mengawasi kedua putra putri nya yang lagi mengajar anak-anak mengaji.,
"Tuan., mereka berdua sama-sama memiliki sikap yang tegas saya tidak pernah meragukan keduanya.. tapi jikA Tuan suruh saya memilih siapa? Saya akan memilih Arisha!? " mendengar pilihan Lail Aryo sejenak terdiam.,
"Kenapa Arisha Bukan Abiyan.,?" Lail berpikir sejenak.,
"Karena Arisha dapat melihat saya Tuan., saya juga kaget saat tau dia bisa melihat saya dengan wujud asli saya bahkan dia tau kalau sayalah orang yang menyamar dan menjadi orang yang dikhitan pertama kali di mesjid" Aryo hanya tersenyum mendengar alasan lail memilih Arisha yang alasannya karena dia bisa melihatnya dengan wujud Aslinya., lalu Aryo melambai Pada Abiyan zikrie zulhair untuk datang menghampiri mereka.. Abiyan pun segera menghampiri mereka.,
"Asalamualaikum Abi., paman lail!? " Deg., seketika jantung lail berhenti berdetak
"Apa kamu juga bisa melihat saya?" Tanya lail seakan tidak percaya.,
"Memangnya kenapa paman sejak dulu saya selalu melihat paman selalu mendampingi Abi kemana saja Abi pergi., Abiyan tau paman bukan dari bangsa manusia saat biyan sadar jika hanya saya Abi dan kakak ARisha yang bisa melihat paman.,? " makin terkejutlah Lail Sunguh dia semakin kagum dengan pribadi Abiyan zikrie zulhair yang penuh Kejutan.,