
"Rupanya kau masih Hidup., Nar!!? " Nar adalah jin api Yang diberi Nama lail oleh Aryo.,
" Seperti Yang kalian lihat iblis Empat penjuru mata angin., kalian sudah salah memilih tempat., " Ujar Lail dengan tenang...
"Kamulah yang salah memilih tempat berdiri!!.. Dasar penghianat busuk!!!??.. " Geram Iblis empat penjuru mata angin memandang Lail dengan tajam.,
"Hem., Saya Bukan penghianat khanzab!!!! saya cuma menemukan jalan pulang.. saya tidak cocok berada di hutan Mati., Tempat Iblis durjana seperti kamu Khanzab!!! " Ujar Lail memancing emosi Khanzab iblis empat penjuru mata angin.,
" Kau terlalu banyak omong Nar Bhun. , kamu tega menghianati kaummu hanya demi Manusia!?? " Khanzab juga seperti memancing emosi Lail
" saya tidak membela manusia Tapi saya membela mereka yang benar., kau telalu lama tertidur di hutan mati Khanzab.sampai kau lupa kamu hanyalah budak manusia. , sAmpai kamu sulit membedakan mana yang harus d kerjakan., mana yang seharusnya di sebut peghianat Khanzab!!!? dan sepertinya sekarang saya bisa mencium Aroma daging Iblis yang di panggang... Hahahahaha" TawA lail mengejek Khanzab.,
"Nar Bhun., Bau Dangimulah yang akan tercium bangsatttttttttt!!!!??" Murka lah Khanzab di sebut budak manusia.. dan langsung menyerang lail dengan ilmu bola-bola iblis
Hiyaaaaaaaaaaaaaa
Duaraaarrrrrrr
whusssssssssss
duarrrrrr
serangannya hanya mengenai tempat kosong karena dengan mudah lail menghindari dengan satu gerakan saja.,
semakin murka khanzab melihat lail hanya tersenyum dengan serangan bola iblisnya., Khanzab langsung melayang menyerang lagi dengan bola api.,. namun masih mudah di hindari oleh lail dengan senyum mengejek.,
" hanya segitu kekuatan yang kamu banggakan Khanzab.. mirip serangan anak kecil yang baru belajar jalan., " Ejekan Lail membuat Khanzab semakin terpancing emosi., hingga serangannya tidak teraarah.,
"Matilah kamu Nar bhun.,!!! " ujar khanzhab sambil mengeluarkan pukulan andalannya pelebur empat penjuru mata angin.. namun karena dia telah di kuasai emosi hingga nafsu membunuh nya membutakan matanya., dia tidak menyadari jika Nar bhun sudah berpindah tempat., hingga serangannya... menghantam perumahan warga yang langsung hangus terbakar..
"Kamu memang tolol Khanzab., Biar rumah kamu menyangka nya diriku.. sekarang kamu lebih mirip anak kecil yang kehilangan mainan. hahahaha" Sengaja Lail membuat Khanzab emosi sebab Khanzab bukanlah lawan yang mudah untuk di kalahkan sehingga dia terus memancing emosinya sambil mengulur waktu menunggu aryo datang. .
"Banyak Omong kamu nNar Bhun..!!!!! " Khanzab pun langsung menyeranh lain dari jarak dekat., pukulan-pukulan mematikan terus di lancarkan Khanzab., tapi masih mampu di hindari lail.. empat serangan mematikan bukanlah hal yang mudah untuk di taklukan dengan otot saja.. sehingga semua serangan Khanzab diangap serangan empat arang anak kecil yang berebut menangkap ikan.. karena semua serangannya sudah tidak terkontrol.. Lail berhasil membuat mereka kehilangan kontrol...
mereka bertempur dengan hebatnya., pululan tendangan dan pukulan silih berganti., belum juga ada tanda-tanda bakal ada yang kalah,.sebab meskipun terbakar emosi kelihayyan mata Khanzab membuat semua serangan lail dapat di patahkan, lail pun berpikir keras bagaimana caranya agar bisa mengalahkan Empat iblis penjuru mata angin itu sementara Khanzab terus mendesak lail dengan serangan membabi buta.. lail melihat. satu peluang ketika Khanzab mulai kehilangan kesabaran,. lail dengan cepat melesatkan tendangan sinar api. ..,
hiyaaaaaaaaaaaaa
whusssssssssss
selarik sinar keluar dari ujung kaki lail hinga mengenai salah satu Khanzab.. dan mental beberapa meter kebelakang tiga Khanzab yang lainnya semakin berang.. secara acak mengurung lail..
Ki sapta prana yang menyaksikan pertempuran sesama bangsa jin yang sepertinya akan memakan waktu yang lama menjadi tidak sabaran segera ikut turun tangan dan langsung menyerang lail dengan tusukan tongkat dan tendangan beruntun. , Tidak butuh waktu lama bagi Ki sapta prana untuk merobohkan Lail..
dengan menghantam dengan pukulan tongkat bayangan mampu menghantam punggung lail hingga lail terjengkang...
Hiyaaaaaaaaaaaaa
bughhhhh
Aaghhhhhh
Hawa panas menyerang dada Lail...
dia akhirnya tersungkur menahan sakit..
"Kamu memang budak yang tidak tau berterimakasih., Malah memilih menjadi penghianat busuk., kamu tak pantas menerima kemurahan hatiku...??? " Ujar ki sapta prana dengan geram dan terlihat jelas nafsu membunuh dari sorot matanya...
"Sama sekali saya tidak mengharapkan kemurahan hati manusia busuk sepertimj ki sapta prana.. saya sudah siaap menerima semua konsekuensi nya.. " Ujar Lail sambil memegang dadanya yang terasa sesak karena lukA dalam yang dia derita..
" Kalau begitu dengan senang hati saya akan menghancurkan kamu" Ujar ki sapta prana sambil mengerahkan Pukulan Tongkat penghancur sukma.,
melihat pukulan yang di keluarkan ki sapta prana keempat iblis empat penjuru mata angin., merasa ngeri hingga mereka mundur beberapa langkah....
Apa yang Akan terjadi Dengan Lail
,, Next Episode
Jangan lupa Like, favorit dan comentnya agar author lebih semangat ...
Terima kasih