
Raja Masauth tersenyum manis mendengar ucapan keraguan Ratu Srintil.,
"Ketahuilah Ratu Srintil Bahwa jin juga masuk surga sama seperti manusia Semua tercantum dalam firman Allah dalam surah Al-Rahman ayat 46-47;Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. Maka nikmat Tuhan kalian berdua yang manakah yang kalian berdua dustakan?; bukankah jelas jika Ayat ini ditujukan kepada manusia dan jin, dan jika mereka berdua takut kepada Allah, maka mereka berdua akan mendapatkan surga. Ini menunjukkan bahwa golongan jin juga masuk surga, sebagaimana manusia!? " Ujar Masauth memberi penjelasan., sedangkan Srintil yang sudah terlanjur di kuasai emosi seakan menentang semua ucapan Masauth. ,
" Ahg sudahlah Saya malas berdebat sama Iblis yang otaknya sudah di cuci Oleh Sultan Aryo., dan kamu Putra Mahkota hari ini kamu cukup beruntung karena di lindungi oleh Raja Masauth, kelak kita pasti bertemu kembali dan ketika saat itu tiba saya pastikan nyawamu tdak akan tertolong lagi, Ayo Khanzab kita tinggalkan tempat ini!? " Ujar Ratu Srintil karena sadar diri jika memaksakan kehendak untuk bertarung dengan Raja Masauth tentu dengan mudah dia dapat di kalahkan., Akhirnya Ratu Srintil dan Khanzab terbang dan menghilang dari tempat itu.,
"Mereka sudah tidak Ada Tuan pangeran! " Ujar Raja Masauth dan Abiyan pun membuka penutup matanya.,
"Alhamdulillah, Terima kasih atas bantuanmu Masauth!? Bagaimana keadaan dirimu Baram?" Ujar Abiyan kemudian,.
"Hanya sedikit perih dalam dada Tuan pangeran.,Alhamdulillah Allah masih melindungi nyawa saya lewat Tuan pangeran." Ujar baram sambil meremas dadanya yang sedikit perih.,
"Sudah Takdir Tuan semua sudah di atur oleh Allah SWT" mendengar jawaban Raja Masauth Abiyan tersenyum bangga karena kemajuan Masauth dalam memahami Islam begitu cepat berkembang.,
"Angin Apa yang membawa kalian berdua tiba-tiba kemari!? " Tanya Abiyan pada Baram dan Masauth.,
"Maaf Tuanku Pangeran kedatangan saya kemari ada sesuatu yang hendak saya tanyakan pada Tuanku Pangeran istri saya sudah Dua hari berbaring menahan sakit tapi dia Belum juga melahirkan., Tolonglah Tuan pangeran saya tidak tega melihatnya menderita!? " Jawab Baram dengan suara serak., mendengar maksud kedatangan Baram Abiyan terdiam dan memejamkan mata beberapa detik“Laa ilaaha illallah Yang Maha Lembut dan Kasih, Maha Suci Allah, Pemilik 'Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Pencipta seluruh alam."Abiyan berdoa dalam hati,.
"Baram Pulanglah istri dan Anakmu telah menantimu? " Mendengar titah Abiyan Wajah Baram berubah tegang hingga dia tidak bisa berkata-kata, .
"Alhamdulillah ya Allah,. Terima kasih Tuanku pangeran., Saya mohon pamit,. Raja Masauth saya duluan Asalamualaikum!? " Pamit Baram pada keduannya.,
"Tuanku pangeran., Saya minta maaf sebelumnya. Saya kemari sama seperti Tujuan Baram kemari hendak meminta pertolongan Tuan pangeran,kemarin Rakyat saya banyak yang datang kepada dengan kesakitan., Tabib istana kewalahan dan dia tidak mampu mencari obat untuk penyakit yang di alami Rakyat Saya., Lalu saya minta petunjuk Pada Allah SWT dan jawaban dari Doa saya seolah mengarahkan saya pada Tuanku pangeran.," Ujar Masauth dengan muram.,
"Sakit seperti apa yang rakyatmu Alami!? " lanjut Abiyan bertanya
"muntah-muntah dan Badannya memerah Tuanku pangeran!? " Jawab Masauth., mendengar Jawaban Masauth Abiyan lalu melangkah di ikuti Masauth dan dia berhenti tepat di samping tumbuhan Aswaganda dia lalu mencabut tumbuhan itu dan memberikannya pada Masauth.,
" Ini Adalah akar ginseng. Cuci dan rebus Akar ini dan air rebusan nya minumkan pada seluruh Rakyatmu yang sakit maupun yang sehat!? " Ujar Abiyan dengan wajah serius.,
"Alhamdulillah ya Allah SWT sungguh kuasamu tiada batas., Tuan pangeran Terima kasih karena lewat Tuanku pangeran Allah SWT menolong semua Rakyat saya., jaga diri Tuanku pangeran., saya pamit Undur diri Asalamualaikum!?" Ujar Raja Masauth
"Wa'alaikumsalam" Jawab Abiyan dengan senyuman dan Masauth pun langsung terbang dan menghilang menuju kerajaannya.,
Next
jangan lupa Like coment and Vote
******** Terima kasih *******