PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
TUGAS PERTAMA Part 3


Arfan terbangun ketika mendengar Abiyan melantunkan Azan Subuh.,. Dengan tergesa-gesa ia mengambil Wudhu dan ikut shalat menjadi makmum,. Rupanya Suara Azan Abiyan terdengar sampai keluar dari luar Gua.,


"Heh., Bangun Apa kalian dengar ada suara Aneh di dalam Hutan? " Ujar warok membangunkan ketiga temannya.,


"suara apa? ini Masih Subuh setan-setan palingan yang baru pulang., "Ujar Areng sambil terus melanjutkan Tidurnya.,


" Bukan, suara ini persis seperti yang sering saya dengar di Kesultanan Lembayung" Warok berkata dengan kekeh., mendengar kata Kesultanan Lembayung Mereka bertiga langsung Bangun dan meraih pedang masing-masing.,


" Mari kita cari Asal suara itu., lumayan kalau dapat kita bisa pesta lagi nanti malam,.!? " mereka berempat langsung masuk kedalam Hutan mencari sumber suara itu,. hingga sampai di ujung tebing tapi mereka tidak berhasil menemukannya.,


"Jangan-jangan kamu salah dengar Warok!? " Ujar Areng dengan suara sedikit keras.,


"Saya Yakin tidak salah dengar., Demi penguasa kegelapan saya berani bersumpah.,!? " Ujar Warok sambil mengangkat telapak tangannya.,


"Kalau begitu siapa saja yang lewat perbatasan dari wilayah hutan kita Tangkap., Ayo kita kembali ke pos jaga.,!? " Akhirnya merekapun kembali ke pos jaga karena tidak menemukan Apa-apa.,


Selang Beberapa saat kemudian Abiyan dan Arfan nampak berjalan ke arah pos ronda dari dalam hutan., sesampainya mereka di depan pos Ronda keduanya langsung di kepung.,


"Jangan melawan kalau tidak mau mati.!? " Ujar Areng sambil memegang pedang.,


"Salah kami Apa tuan!? " Tanya Abiyan


"Sudah Nanti di depan Raja Walan,kalian baru tau semua kesalahan kalian? " Aryo Sama sekali tidak melawan membiarkan tubuhnya di ikat untuk jadi tahanan.. Sedangkan Arfan yang semula hendak karena melihat Abiyan diam saja akhirnya diapun membiarkan tangannya diikat menyatu dengan tubuhnua.,


Mereka berdua digiring sampai ke kapal dan di bawa menghadap Raja Walan di sisi timur Hutan mati.,


mereka berdua di bawa masuk langsung menemui Raja Walan di Istana kerajaan Tanjung Hira., Abiyan dan Arfan Sama sekali tidak melawan Hanya mengikuti kemanapun mereka di bawa.,


"Heh Apa benar kalian mata-mata Lembayung? Dan Tidak menyembah penguasa kegelapan? Cepat jawab!!!!? " Ujar Raja Walan dengan Suara yang keras


"Kami Bukan mata-mata., Dan memang kami tidak menyembah Apa yang tuan Raja sembah,. Tuhan Kami hanya satu Allah SWT pencipta langit dan bumi dia juga yang menciptakan Manusia Termasuk. Yang mulia Raja., ".Ujar Abiyan tenang., mendengar Ucapan Abiyan membuat Raja Walan menjadi murka., dan segera bangkit dari singasananya dan berjalan menuju mereka Abiyan dan Arfan,. Raja Walan tepat berdiri di Samping Arfan.,


" Apa Kalian berdua tidak Takut mati hah!!!? " Ujar Raja Walan dengan mata melotot.,


"Saya lebih takut kehilangan Akidah dan mati dalam keadaan kafir., " Raja semakin geram dan mulai memijit tenggorokan Arfan.,


" Saya beri kamu kesempatan., Terakhir sebelum benar-benar nyawa kamu melayang dan jantungmu menjadi santapan makan siangku!Katakan kalau kamu berikan pada Azabil penguasa kegelapan! " Ujar Raja Walan dengan sedikit mengendurkan pijitan tangannya., mendengar permintaan Raja Walan Arfan hanya tersenyum


""Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah., saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah".Mendengar jawaban Arfan seketika Raja Walan mematahkan leher Arfan


kretaaaak


gresssssss


leher Arfan langsung patah dan dengan tangannya yang kuat


Bhughhh


Raja Walan melubangi Dada Arfan dan mengambil Jantungnya kemudian langsung memakanya.,


Abiyan hanya melihat jijik pada Raja Walan.,