PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
SIASAT


Sonata yang mendegar dugaan Rewadipa sejenak terdiam,.


"Putra Mahkota Kesultanan lembayung hanyalah seorang Pengembara, sedangkan Ramalan Barja mengatakan jika penguasa Dua Alam itu adalah orang yang juga berkuasa di Dunia Bawah!? " Ujar sonata berdasarkan ucapan Barja.,


"Tapi saya yakin betul Ramalan itu salah! karena Sultanah Arisha memang hebat dalam bertempur, tapi sama seperti pendekar lainnya pukulannya sungguh tidak sama sekali saya rasakan, dan itu berbanding terbalik dengan Pemuda tampan itu? Saya dapat merasakan setiap pukulannya,!? "Ujar Barja seraya menerawang jauh kemasa saat dia bertarung dengan Abiyan. ,


" Jika memang Dugaanmu benar maka celakalah Pasukan Rayana mereka Salah sasaran, Apa perlu saya menyusul dan mengingatkan mereka? " Ujar Sonata menawarkan diri untuk menyusul Pasukan Yang dipimpin Oleh Rayana,


"Tidak perlu lagian Rayana tidak bakalan percaya dengan apa yang akan kamu sampaikan Nafsu kekuasaannya telah membutakan Akal sehatnya, Sebaiknya Kamu kumpulkan teman-Teman yang lain saya punya satu rencana lain, Nanti malam kita berkumpul Di Rumah saya bilang Pada mereka Gerakan kita ini sangat rahasia Jangan beritahu kepada siapapun itu berlaku termasuk Pada istri kalian semua!? " Ujar Rewadipa dengan wajah seriusnya.,


"Apa yang kamu rencanakan Rewadipa? " Tanya Sonata penasaran


"Nanti Malam Baru kalian semua Tau! " Tegas Rewadipa


"Baiklah Kalau begitu Saya Pamit Pulang dulu sekalian Saya menyampaikan titahmu Pada yang lainnya? " ujar Sonata sambil beranjak pergi meninggalkan Rewadipa., yang Sedang merenung memikirkan strategi yang akan dia gunakan. ,


Hari berganti senja Rewadipa Nampak sedang bersiap-Siap untuk pulang setelah seharian berkutat dengan pekerjaan membersihkan Ladangnya senja berganti malam dan satu persatu Bekas anggotanya berdatangan kerumah Rewadipa


"Ada Apa kamu mengumpulkan kita di sini Rewadipa? " Tanya Rawung ketika mereka berdelapan telah Duduk bersama.,


"Rewadipa Kita sudah tidak berurusan lagi dengan segala Hal yang berhubungan dengan pasukan Tangan Maut, Lantas buat apa kita repot-repot mengurus masalah mereka! " Ujar Branja Protes dengan keputusan Rewadipa untuk ikut terlibat kembali dengan Urusan Pasukan tangan maut.,


"Kamu Benar Branja,. Kita memang sudah tidak punya urusan dengan Pasukan tangan maut, Tapi sebagai Laki-laki kita punya hutang yang harus kita bayar,. Jika bukan karena kemurahan Hati pemuda Tampan yang ternyata Putra Mahkota Kesultanan lembayung yang akan di serang oleh Pasukan Putra kegelapan yang juga di bantu Rayana bersama pasukan tangan maut! Apa Kita harus berdiam diri saja sementara Ada utang budi yang harus kita bayar!? " Ujar Rewadipa sambil menatap tajam pada Branja yang seketika terdiam membisu.,


"Rewadipa sebaiknya Jelaskan apa rencana yang akan Kita lakukan!? " Sonata menimpali karena dia sejak siang sudah penasaran dengan rencana Rewadipa.,


"Begini, Kita Turun ke dunia Bawah kita awasi pergerakan Rayana dan Pasukannya,. Kita jangan melakukan Apa-apa Jika keadaan tidak mengancam nyawa sang Sultan, Namun jika Kita melihat dia tersudut itulah saatnya kita Ikut campur dalam pertempuran itu? " Ujar. Rewadipa secara berbisik.,


"Apa otakmu sudah gila Rewadipa? Itu sama saja kita menghianati Bangsa sendiri!? " Ujar Rawung dengan Nada sedikit tinggi hingga membuat seluruh orang yang berkumpul di situ langsung menoleh kearah Rawung.,


"Rawung sejak berabad-abad tahun silam Pasukan tangan maut tidak pernah bertarung dengan Main belakang kita selalu bertarung dengan lawan yang telah siap sedangkan Rencana Pasukan Putra kegelapan dan juga Pasukan tangan maut yang di pimpin Rayana, Mereka akan menyerbu Pasukan Kesultanan lembayung ketika mereka sedang melaksanakan Shalat jum'at, Dan perlu kamu ketahui hanya seorang pengecut yang menyerang orang ketika mereka sedang shalat yang artinya sama saja kita menyergap orang yang lagi tertidur!? " Ujar Rewadipa dengan suara sedikit di tekan.,


"Tapi bagaimanapun juga Rayana masih sebagai pemimpin Di Dunia Tengah ini!? Bagaimana jika dia tau dan menjatuhkan hukuman pada kita!? " Ujar Rawung sedikit cemas


"Saya Lebih baik Mati dengan keyakinan dari pada harus hidup dengan penyesalan!? Kamu boleh memilih Jalanmu Rawung tapi saya tetap pada rencana awal dan diantara kalian jika ada yang keberatan sama sekali saya tidak Melarang dan tetap menganggap kalian Saudara? "Mendengar ucapan Rewadipa sejenak mereka merenungkan arti dari ucapan Rewadipa,.


" Rewadipa jika keputusan kamu seperti itu Saya ikut serta dalam semua rencana itu! " Ujar Sonata dan di ikuti Yang lainnya hingga mereka berdelapan sepakat untuk langsung bersiap untuk turun ke dunia Bawah.,