PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
DENDAM LAMA


Ashor Dengan senyum Licik Meraih Belati Mutiara Hitam dari tangan Sultan Aryo dan Segera mohon Undur diri untuk segera merayakan kejayaannya karena dengan mudahnya dia Mengelabui Sultan Aryo dan semua Perangkat pemerintahan KesultananLembayung,. Sepeninggal Ashor Sukat Langsung Masuk dan Langsung bersimpuh memohon Ampunan Atas Semua Kesalahannya karena memberi Informasi Kepada Putra kegelapan.


"Tolong Ampuni Saya Tuan Sultan, Saya yang telah membocorkan Tentang kebiasaan Seluruh Rakyat Kesultanan lembayung ketika Waktu Shalat Jumat Tiba,.Dan karena informasi Itu Juga yang membuat Mereka menyerang Kesultanan lembayung Saat seluruh Umat Islam yang Para prianya Wajib Menjalankan Shalat Jum'at berjamaah,. Yang membuat Pertahanan Kesultanan pada Saat itu melemah!? " Sukat berkata dengan Deraian Air mata penyesalan yang tulus serta Rasa Takut Akan hukuman yang akan Sultan jatuhkan Padanya,.


"Sukat Tindakanmu sebagai Pemimpin Suatu Wilayah Itu Salah Karena Telah memberikan Informasi Keperintahan Pada Kerajaan Lain,. Hingga memicu Pertempuran,. Saya memaafkan tindakanmu bukan Berarti kamu lepas dari hukuman,. Bukankah Itu jauh lebih Baik ketimbang Nanti Hukuman Akhirat yang akan mengadili kamu,!? " Ujar Sultan Sambil menatap Wajah Sukat yang terlihat Pucat Pasi,. Lalu Sultan Aryo melanjutkan Ucapannya,.


" Sebagai Hukumannya Jabatan Kepala Desa yang Sekarang Kamu Jabat, Saya Lebas dan jabatan Kamu Nanti di gantikan Oleh Paman Walang, Bukan itu saja kamu juga yang harus membersihkan Masjid selama satu purnama, Apa kamu bersedia menerima hukuman Itu Sukat!? " Mendengar Hukuman yang Sultan jatuhkan padanya seketika Air mata Sukat mengalir deras dari sudut matanya,.


"Alhamdulillah ya Allah, Saya bersedia Tuan Sultan,. Sungguh saya tidak keberatan Sedikitpun menerima Hukuman Yang Tuan Sultan jatuhkan pada Saya!? " Sukat sungguh tidak menyangka jika hukuman yang dia Terima tidaklah Seperti Apa yang Ada dalam pikirannya,. Dengan Rasa Syukur Sukat Bangkit Dan Berjalan Menuju Paman Walang Lalu memeluk Tubuh Tua yang masih terlihat kekar, Maklum Semasa Muda Walang Adalah seorang perampok Yang tak kenal Ampun Pada korbanya,. Kebaikan Hati Imam Samudra Yang mengubah Semua tabiat Buruknya,.


"Paman Walang Saya menyerahkan Jabatan Saya dengan Penuh Kesadaran dan keikhlasan Pada Paman!? " Sedangkan Walang yang Sebenarnya Tidak begitu tertarik dengan Jabatan Hanya Tersenyum simpul sambil membalas pelukan Sukat,.


"Sebenarnya Saya Orang yang Sudah Tua ini tidak pantas Menerima Jabatan ini, Namun Titah Sultan adalah Suatu kewajiban Yang harus Kita emban dengan Segenap jiwa,Semoga dengan Hukuman Yang kamu Jalani Akan Semakin membuat kamu Lebih Baik lagi dalam Beribadah" Ujar Walang Sambil semakin mempererat pelukannya Untuk memberi Sukat kekuatan Bathin,.


"Aamiin Semoga Allah SWT mengampuni Semua Kekhilafan yang telah Saya perbuat!? " Sultan Aryo Hanya Melebarkan Senyum mendengar percakapan Keduanya,.


"Alhamdulillah,.Sungguh Allah Maha Tau Apa Yang Hamba-Nya Tidak Tau Akan Semua Rahasia Yang Akan Terjadi,. Sunguh keputusan Yang Sultan Ambil Adalah keputusan Yang terbaik,. " Ujar Kyai Imam Ahmad Ikut menimpali keputusan Yang di ambil Sultan Aryo Cucunya,.


Sementara Itu Dalam kerajaan Batu Gaping, Ratu Zalitun Menanti Kehadiran Ashor dengan Dada yang bergemuruh.,


Whussssssaas


Blammmm


Ratu dan Semua Raja langsung menoleh kearah Depan Dengan Wajah berharap cemas., Namun ternyata Yang muncul Khanzab bersama Srintil Ratu Pemikat,.


"Saya Pikir kamu Sudah Lupa dengan Kerajaan dan Tugasmu Khanzab? Kabar Apa yang Membawamu kembali? Dan pastikan jika itu Kabar Baik!?" Mendengar Ucapan Ratu Zalitun Khanzab melebarkan senyumnya Sambil menatap keseluruh Ruangan Dimana Para Raja kegelapan juga menatapnya,.


"Tuan Ratu dan Raja, kegelapan kebetulan kalian Semua berada Disini,. Saya Sudah meneliti Sepertinya Sebentar Lagi Poros Bumi Bulan dan matahari Akan berada pada Satu garis yang Sama, dan itu berarti Waktunya Akan Segera Tiba,. Kekuatan Kegelapan Akan Muncul., Dan Saat itulah Waktunya Para Penguasa kegelapan Akan berada di puncak Kejayaannya,." Seketika Raja walan berdiri Dari kursinya Dan menatap Tajam ke arah Khanzab,


"Apa Tuan Azabil penguasa kegelapan Sudah Tau!?" Ujarnya


"Tuan Azabil Sudah Tau Dan Sekarang dia lagi mempersiapkan Diri Untuk menyambut Hari itu Tiba,.? " Ujar Khanzab Dengan Nada sedikit Rendah Karena dia juga mendengar Kabar Jika Pasukan Dunia tengah Akan Turun membantu Pasukan Kesultanan,.


"Khanzab Kenapa!? Seperti kamu meragukan Kekuatan Kami? Saat Hari itu Tiba? " Ujar Raja Zalan Yang menangkap sisi keraguan Khanzab,.


"Tuan Ratu, Tuan Raja,. Saya mendengar kabar Burung Jika pasukan Dunia Tengah Akan Turun membantu Pasukan Kesultanan!? Ini Akan menghambat Ruang gerak kita Untuk Mengakhiri Kekuasaan Sultan Aryo di Kesultanan lembayung!?" Ujar Khanzab Dengan Wajah Yang jelas terlihat Ragu.,


"Kita Tidak perlu kuatir Jika, Pasukan Dunia tengah ikut Campur Dengan Belati mutiara hitam Ini, Para Pasukan Dunia Tengah Tidak Akan berani menentang kita, Karena hanya benda ini yang bisa melukai mereka! Dan dengan Belati ini juga Kita bisa memaksa mereka Untuk ikut serta dalam penyerbuan Kesultanan lembayung kembali" Ujar Seseorang memotong Ucapan Khanzab Yang ternyata Ashor Muncul Sambil mengenggam Belati Sakti milik Sultan Aryo,. Khanzab yang Melihat belati Yang Di pegang Ashor Tersentak Kaget Matanya. Nyaris keluar dari kelopak Matanya.,


"Bagaimana Bisa belati itu Ada Padamu? Itu Belati Yang terbuat Dari Mutiara Hitam dan Di campur bersama Patahan Trisula Pasukan. langit!? " Ujar Khanzab yang tidak bisa menyembunyikan kekagumannya Pada Belati kecil Berwarna Hitam dan mengkilap., Sedangkan Ratu Zalitun langsung berdiri dan melangkah mendekati Ashor


"Tuan Ratu Yang Agung,. Ini belati seperti yang Sudah Saya janjikan Pada Tuan Ratu, Saya Harap Tuan Ratu Tidak Lupa dengan Imbalan yang Tuan Ratu telah Sepakati!? " Ujar Ashor dengan Senyuman Penuh kemenangan Sedangkan Ratu Zalitun yang menerima belati Itu menjadi Serba salah Tingkah, Namun Dengan Sangat terpaksa Memberikan Sebuah Ciuman Pada Ashor, Yang membuat Khanzab dan srintil. Saling Pandang tidak percaya dengan Apa yang di lakukan Ratu. Zalitun.,


"Akhirnya, Sultan Aryo, Dan semua Penduduk Kesultanan lembayung, Sebentar lagi akan bertekuk Lutut dihadapan Penguasa kegelapan!, Ashor Terima Kasih Sudah Membantu, Selain Dari Ciuman Dari Ratu Zalitun tadi, Saya juga akan mengabulkan Satu permintaan kamu? Mau Harta Atau Apapun Saya akan Kabulkan!? " Ashor Tersenyum licik Mendengar Ucapan Raja Zalan,.


"Tuan Raja, Sungguh Saya Tidak menginginkan Yang lain Lagi, Namun Jika Sultan Berkenan Saya Cuma minta Kepala Darah keturunan Ki Along,. Yang Sudah tega Mengikat Ayahku Di kemudi Kapal kemudian menengelamkannya Mereka Harus membayar Semuanya Nyawa Harus di bayar dengan Nyawa, Sayang Ki Along Sudah Tidak ada Saat ini namun darah keturunannya yang Harus membayar semuanya!? " Ucapan Ashor membuat Raja Zalan terbelalak Pantas saja Jika Ashor Membantu Mereka tampa mengharapkan imbalan Apa-Apa,.


"Rupanya Kita Di pertemukan Semuanya di sini Karena dendam di masa lalu, Ashor Saya Akan memberikanmu kehormatan Untuk Membunuh Garis keturunan Ki Along dengan Tanganmu sendiri ketika Waktu itu telah tiba!? " Ujar Raja Zalan dengan tatapan murka Sedangkan Ashor Mengembangkan Senyumnya karena sebentar Lagi dendamnya terbalas, Meskipun Ki Along Sudah tiada tapi garis keturunannya harus menanggung semua perbuatan Ki Along Di masa lalu.,