
kapal yang di tumpangi Abiyan terdampar di sebuah pulau yang penduduknya sangat ramai di Tepi pantai terlihat bangunan seperti masjid yang tidak terawat dan hampir roboh,.
Abiyan melangkah mendekati salah seorang warga.,
"Permisi Tuan?, kalau boleh tau ini dimana? Tanya Abiyan
" Ini Desa Sendang kasih,. memangnya kamu dari mana?" Kemudian orang itu balas bertanya.,
"Saya datang dari Jauh di sebrang sana., kalau bangunan yang hampir roboh itu apa Tuan? " Ujar Abiyan.,
"Itu dulu masjid yang di bangun imam Ahmad,. yang dipakai warga untuk shalat saat mereka masih percaya Tuhan masih ada disini Namun Tuhan juga pergi ketika Imam Ahmad juga pergi,.!? " ujar warga itu menerangkan.
"Kenapa Tuan bisa bilang Tuhan pergi meninggalkan desa ini!?" selidik Abiyan
"Kenyataannya seperti itu kamu lihatlah, banyak warga yang lumpuh kami berdoa siang dan malam untuk kesembuhannya tapi Allah tidak mengabulkan doa kami!? " Ujar orang itu dengan wajah sendu., mendengar penjelasan orang itu Abiyan termenung sejenak.,dan membaca Doa memohon petunjuk dari Allah SWT
"Allahumma inni astakhiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyub" ucap Abiyan dalam hati Dan Abiyan nampak celingak celinguk seperti mencari sesuatu,. Dan matanya menangkap sesuatu..
"Sebenarnya Doa kalian telah lama di kabulkan Allah SWT hanya saja lewat cara yang berbeda.," Ujar Abiyan dengan tersenyum.,
"Sejak kapan Tumbuhan ini Ada? " Tanya Abiyan sambil memperlihatkan tumbuhan yang baru saja di cabutnya.,
"Sejak Imam Ahmad pergi tumbuhan itu tumbuh subur di setiap sudut sendang kasih., Lalu Apa hubungannya dengan di kabulkannya doa kami? " Ujar orang itu semakin bingung.,
"Inilah Obat yang Allah kirimkan buat kalian semua Aswaganda nama tumbuhan ini,. kelak tumbuhan ini akan Cari oleh semua orang karena manfaatnya yang banyak,.!? " Mendengar ucapan Abiyan orang itu sejenak bimbang namun jika tidak di coba bagaimana dia bisa tau benar tidaknya ucapan pemuda tampan yang ada dihadapannya.,
"Bagaimana cara menggunakannya?" Lanjut orang itu bertanya,.
"Cuci bersih dan Rebus ke dalam air mendidih., setelah airnya telah berkurang yang Tadinya 4Kendi menjadi 1 kendi Angkat dan dinginkan dan minumlah Air rebusan Akar Aswaganda itu" Ujar Abiyan dan orang itu hanya mengangguk tanda paham dengan Apa yang di ajarkan Abiyan
"Apa tumbuhan ini tidak beracun? Bagaimana cara mengetahui jika ini aman!? " Ujar orang itu kemudian.,
"Saya Yang akan meminumnya untuk pertama kali!? " Mendengar Abiyan mau menjadi bahan contoh dengan cepat orang itu mengajak Abiyan kerumahnya,.
"Kebetulan istri saya sedang lumpuh., mari ikut saya kerumah sekalian jika aman saya akan memberikannya pada istri saya!? " Mendengar permintaan orang itu Abiyan hanya tersenyum dan mempersilahkan orang itu jalan duluan dan Abiyan mengikutinya dari belakang., sepanjang jalan orang itu bercerita tentang keadaan keluarganya dan dari semua ceritanya dia juga memperkenalkan dirinya yang bernama miun dan istrinya weni.,
Sesampainya di Kediaman Miun Abiyan langsung di Ajak masuk dan Miun segera mencuci bersih Akar Aswaganda mereka dengan sabar menanti sampai Airnya tersisa 1kendi.,