
Raja walan dan Raja Zalan saling pandang tidak mengerti dengan maksud Azabil yang langsung turun langsung dalam pertempuran menghadapi pasukan Dunia Tengah.,
"Lantas Bagai mana dengan Kami Tuan? Apa tidak sebaiknya Kami juga ikut mendampingi Tuan dalam menghadapi pasukan Dunia tengah yang terkenal Tangguh itu!? " Ujar Raja Walan seolah tidak Terima dengan keputusan Azabil sang penguasa kegelapan,
"Kalian Fokus saja Untuk menanti datangnya Hari itu tiba yang menurut perhitungan Saya waktu itu sudah semakin dekat,. jika kalian Melihat berlahan-Lahan Sinar matahari mulai tertutup oleh Bulan maka Segera lakukan Persembahan dan tepat ketika Sinar matahari tertutup seluruhnya kalian duduk melingkari Altar dan persiapkan tubuh kalian menerima kekuatan maha dasyat,!? " Ujar Azabil Dengan Suara Serak yang terdengar mengema,.
"Baiklah Jika begitu keinginan Tuan, Tuan bisa bawa semua punggawa kerajaan kami semua yang Kecuali penasehat kerajaan karena pikirannya Masih kita Butuhkan untuk persiapan Saat Hari yang kita tunggu sejak lama Tiba!? " Ujar Ratu Zalitun Sambil melirik Ketiga para Raja Saudaranya,.
"Suruh Seluruh punggawa kalian bersiap! Kita akan berangkat ketika mentari Terbenam,. Sudah Saatnya membalas Rasa Sakit yang pasukan dunia tengah pernah lakukan pada pasukan Kegelapan,!?" Azabil terlihat sangat percaya diri Dengan belati Mutiara Hitam di tangannya Dia beranggapan Bahwa dirinyalah Satu-satunya iblis terkuat Di Alam semesta ini.,
Tanpa menunda waktu Para Raja Dan Ratu langsung mempersiapkan Pasukan yang akan berangkat menemani Azabil Untuk meminta Pasukan Dunia tengah membantu Pasukan kegelapan jika mereka menolak, Maka Azabil akan memaksa mereka,.
Sementara Itu Rewadipa Yang Sedang keluar Dari dunia tengah hendak meminta bantuan Pada Abiyan yang diyakininya adalah Penguasa Dua Dunia,.
Saat Dia Sampai di gerbang Masuk menuju Istana Kesultanan Langkahnya Dihentikan dengan Sopan oleh salah seorang Prajurit penjaga Istana Kesultanan,.
"Maaf Tuan, Ini Area terbatas hanya Orang yang memiliki Akses masuk yang di perbolehkan Untuk masuk Tuan,.!? " Mendengar Ucapan Prajurit penjaga Yang terdengar Sangat lembut Seketika langkah Rewadipa terhenti,.
"Maaf Tuan? Sebenarnya apa Tujuan Tuan datang ke Kesultanan Lembayung ini? Jika Tuan hanya ingin berkunjung Ada tempat istimewa yang perlu Tuan kunjungi, Dan jika Tuan ingin berniaga Di dusun bawahlah Yang paling cocok untuk Tuan, Sebab dalam Istana Kesultanan Lembayung, Tidak ada Yang bisa Tuan dapatkan!? " mendengar penjelasan Pengawal itu Rewadipa hanya tersenyum simpul,.
"Saya kemari hendak bertemu dengan Putra Mahkota Kesultanan lembayung, Abiyan!? " Ujar Rewadipa langsung pada intinya,.
"Tuan Muda Abiyan, Berada di ujung Dermaga tuan,. Dia tidak berada di dalam istana Tuan bisa bertemu dengan dia Di sana!? " Belum sempat Rewadipa meminta Terimakasih dia langsung bergegas dengan segera harus menemui dan meminta bantuan Abiyan,.
Abiyan Nampak sedang berdiri di ujung Dermaga sambil menatap betapa indahnya Alam yang Allah telah ciptakan
"Permisi Tuan Putra Mahkota Kesultanan lembayung,!? " Ujar Rewadipa ketika dia berdiri tepat di belakang Abiyan. ,
"Paman bisa memanggil Saya dengan Abiyan saja, Saya Merasa belum pantas mengemban Nama Besar itu.!? " Ujar Abiyan ketika Dia mengetahui siapa yang berada di belakangnya,.
"Tuan, Entah Apa yang Tuan Sultan pikirkan Sampai dengan Mudahnya meminjamkan Belati mutiara Hitam itu pada Orang Lain, Apakah Tuan Sultan Tidak mengetahui Kehebatan Belati itu? " Abiyan hanya tersenyum Pada penjelasan Rewadipa yang begitu meragukan Keputusan Sultan Aryo, Walaupun sebenarnya dia tau Kenapa Belati itu harus berada di tangan orang yang jelas gemar memperbudak manusia dan Jin,. yang menurutnya sama saja mendukung perbuatan mereka,.
"Belati itu Hanya sebuah Benda yang tidak akan bisa membantu apa-apa Ketika Allah SWT tidak merestui nya, kita sebagai muslim yang percaya pada kekuasaan Allah SWT tidak pernah menguntungkan hidup pada Sebuah benda yang kalian sebut pusaka.!? " Ujar Abiyan dengan Singkat padat dan jelas